
Malam itu, melalui Abah Kardi aku mengijinkan si belang mendampingi ku, walaupun sebenarnya nya sudah hampir 5 tahun dia mengikuti ku dari semenjak aku di sekolah SMA kelas Dua.
"Tah belang maneh geus di ijinan ngaping reugreug ayeuna mah nyak, tugas Abah geus beres, hiji omat jaga dunungan maneh ayeuna jauh keun tina kamudhorotan(nah belang sekarang kamu sudah di ijin kan mendampingi tenang sekarang kamu yah, tugas Abah sudah beres satu pesan jaga tuan mu jauh kan dari kemudharatan".
Aku tertegun ketika Abah Kardi bilang tugas nya sudah selesai.
"Tugas Bah? maksudnya Bah?".
Aku ingin Abah menjelaskan, kenapa, dan apa tugas Abah.
"Abah itu pelantara yang menghubungkan, antara pendamping dan yang di dampingi, biasanya yang datang ke Abah, banyak orang yang ingin mempunyai pendamping ghaib seperti si Belang, mereka menempuh ritual kebatinan atau tapa, untuk mendapatkan pendamping."
Ucap Abah Kardi aku pun mengangguk mengerti
"Tapi ini pendamping nya yang datang ke Abah, ingin Abah menghubungkan dengan tuan nya, Sebelum nya si Belang pernah menemui Abah, itu sebab nya kamu merasa pernah ke sini dan merasa tidak asing ketika melihat Abah, Kamu di tugas kan KKN di sini itu bukan hanya kebetulan."
Aku mengangguk lagi.
"Jadi bener Bah si Belang membawa ku ke waktu yang akan datang dalam mimpi dan itu sebab nya aku bisa mengalami dejavu".
Abah mengangguk, mengiyakan, dan menjawab semua pertanyaan ku selama ini.
"Ketika Abah mendengar akan ada Mahasiswa yang akan datang ke desa untuk melaksanakan tugas KKN, Abah sudah tau salah satu di antara kalian adalah kamu, yang di maksud si Belang, Abah mengusulkan kepada kepala desa rumah Abah jadi tempat singgah buat kalian, karena ada tugas yang harus Abah selesaikan yaitu menghubungkan mu dengan si Belang, seperti permintaan si Belang".
Ucap Abah Kardi menjelaskan.
__ADS_1
"Kenapa Abah mau menerima tugas dari si Belang untuk menghubungkan saya dengan nya".
Abah tersenyum.
" Abah sudah bilang dari pertama kali waktu bertemu dengan kamu, Abah serab, Abah silau, Abah menghargai si Belang karena dia bukan jin sembarangan, Abah merasa beruntung bisa membantu nya, pamor Abah di Kalangan makhluk ghaib jadi ningkat hahahaaa".
Abah Kardi tertawa merasa bangga.
"Apalagi abah tinggal di desa tali alas nya makhluk-makhluk ghaib, dan Abah lihat kamu... memang pantas di dampingi si Belang, bahkan alam sudah memilih kamu, siapa Abah bisa menghalangi".
Ucap nya lagi.
"Lalu kenapa si Belang butuh bantuan Abah untuk menghubungkan kan nya dengan saya, bukan kah sudah lama dia mengikuti saya Bah?"
Ujar ku bertanya, Walaupun sebenarnya juga aku lebih lega ada penghubung nya jadi aku tidak kaget kebayang kalo ujug ujug si belang yang bicara pada ku, menampakkan dirinya.
Malam itu kami mengobrol sampai tengah malam, aku menanyakan segala hal yang selama ini mengganjal di hati ku, aku sudah mengingat kan si Belang melalui Abah untuk membiarkan ku hidup normal dan hanya mengawasi ku dari kejauhan.
Karena aku punya kehidupan ku sendiri, aku ingin hidup layak nya gadis seusia ku, berteman dan bergaul dengan tanpa orang-orang memandang ku aneh, aku tak ingin teman- teman ku mengetahui bahwa ada makhluk ghaib mendampingi ku.
Tapi aku tak bisa menyembunyikan nya dari orang tua ku, sebelum aku bertemu Abah Kardi, Mamah sudah dapat merasakan nya ada sesuatu yang lain dari diri ku.
Mamah yang sering melihat aku melakukan sesuatu yang aneh, misalnya ketika aku selesai sembahyang aku selalu bersila( biasa nya lelaki yang bersila melipatkan kaki ketika duduk dengan telapak kaki di depan) tanpa sadar ketika aku bertasbih aku selalu bersila.
Mamah sering melihat ku mengangkat yang berat, yang melebihi kapasitas ku yang hanya seorang perempuan, yang berat badan ku hanya 48 kg dengan tinggi 165cm, badan ku terlihat kurus walaupun makan banyak tetap saja badan ku kurus.
__ADS_1
Ketika aku marah emosi ku meledak ledak, dan ketika aku tidak setuju dengan sesuatu yang aku anggap tidak benar aku tidak bisa diam, aku akan mengutarakan nya tidak perduli dia siapa, dia suka atau tidak.
Pernah suatu hari aku ke kantor desa untuk mengurus KTP, di desa itu ada sebuah PAUD, entah ada masalah apa aku melihat Ibu kepala desa, istrinya kepala desa sedang memarahi salah satu guru PAUD, di depan smua murid PAUD yang masih di bawah lima tahun, dengan kata- kata kasar dan menunjuk-nunjuk muka guru PAUD itu.
Dan aku melihat ada seorang Ibu yang sudah Nenek-nenek seperti nya ibu nya guru PAUD itu, Nenek itu meminta maaf sampai bersimpuh, kepada ibu kepala desa itu atas kesalahan anak nya yang guru PAUD itu, tapi Ibu kepala desa itu tak perduli, Ibu kepala desa itu bilang.
"Maaf sih gampang Bu tapi anak Ibu sudah membuat malu dan mencemarkan nama Sekolah PAUD desa ini".
Aku menghampiri Ibu kepala desa itu dan menegurnya.
"Bu, Ibu istri nya Kepala Desa bukan? apa pantas Ibu memarahi seorang guru di depan murid murid nya? guru itu tauladan untuk murid nya, kita harus menghargai dan menghormati seorang guru".
Kata ku ketika itu langsung menghampiri nya yang sedang memarahi guru PAUD itu, seketika Ibu kepala desa itu diam, dan menoleh kepada ku muka nya langsung merah, lalu berkata.
"Eh kamu siapa?, kamu gak tau permasalahan nya jangan suka ikut campur".
Ucap Ibu kepala desa itu pada ku dengan muka merah, marah pada ku.
"Saya warga Ibu, ini KTP saya".
ujar ku, aku memberikan KTP ku pada Ibu kepala desa itu, Ibu kepala desa itu mengambil nya dengan kasar dari tangan ku dan memeriksa KTP ku.
"Saya memang tidak tau apa permasalahan nya, tapi apa pun itu permasalahan nya, apa tidak bisa di selesai kan dengan baik-baik?, di tempat yang tepat?, bukan di hadapan murid-murid PAUD ini, yang masih di bawah lima tahun, ingatan anak kecil itu kuat Bu, mereka akan ingat sampai nanti mereka dewasa".
Ibu kepala desa merasa di permalukan oleh ku di hadapan orang banyak, tapi aku tidak cukup sampai di situ aku membuat nya lebih malu lagi.
__ADS_1
( Bersambung).