RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
Bab 29 Cemburu


__ADS_3

Kening Mamah masih mengerut lama, mencerna, memikirkan kebenaran perkataan Papah, bibir nya pun masih manyun menahan marah.


"Mah cepet tua loh kalo sering ngerutin kening ma keseringan manyun gitu".


Papah berusah mencair kan suasana, Mamah melirik sinis ke Papah.


"Gak lucu, trus kenapa mimpiin perempuan itu segala pake nyebut nyebut nama nya sampai ke bawa ngigau gitu?!".


Terlihat kecemburuan di wajah Mamah.


"Masa cemburu ma hantu ayo sini duduk".


Papah yang masih duduk di ranjang menarik tangan Mamah sampai Mamah terduduk di depan nya.


"Kenapa Papah gak pernah cerita sering di gangguin hantu di vila itu? kenapa baru cerita sekarang setelah ketauan ngigau nyebutin nama perempuan itu sama Mamah?".


Papah menghela napas.


"Kalo Papah cerita, pasti Mamah ngelarang Papah jagain vila itu, pasti Mamah khawatir trus nyuruh Papah berhenti jagain vila itu, sedangkan kita lagi butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari Mah"


Kata Papah berusaha membuat Mamah mengerti dengan situasi nya, walaupun sebenarnya Papah sadar seharus nya Papah cerita lebih awal ke Mamah, karena Papah juga tau Mamah sudah mencurigai ada sesuatu yang tidak beres yang di sembunyikan oleh nya.


"Cuman karena itu? bukan karena hantu nya cantik? Mamah pernah lihat lukisan itu loh".


Mamah menggigit jari nya, karena keceplosan bilang kalo dia pernah melihat lukisan wanita itu, sekarang Papah yang kebingungan, setahu Papah, Mamah belum pernah ke vila itu bagaimana bisa Mamah pernah melihat lukisan wanita itu.


"Dimana? Kapan? ko Mamah bilang pernah lihat? kapan Mamah ke vila?".


Mamah menundukan kepala nya, merasa tidak enak kalo dia sudah diam diam pergi ke vila untuk menyelidiki keadaan vila, karena Mamah curiga ada sesuatu hal yang Papah sembunyikan dari Mamah, yang Mamah curigai adalah ada seorang wanita yang tinggal di vila itu, karena Mamah mendengar kata "wanita itu" ketika Papah di jendela, dan tingkah Papah belakang ini aneh seperti menyembunyikan sesuatu.


"Kemarin siang sebelum Toni datang".


Masih menundukkan kepala nya merasa bersalah Mamah menjawab.


"Kenapa Mamah gak cerita?, Kenapa Mamah gak ijin dulu ke Papah?".


Mamah melirik ke papah.

__ADS_1


"Karena Papah gak mau cerita, tapi tingkah Papah mencurigakan, Mamah hanya ingin tau apa ada wanita lain selain Bibi yang tinggal di sana".


Dengan nada membela diri Mamah mebalas pertanyaan Papah.


"Lalu? Ada wanita lain yang tinggal di situ? kenapa Mamah berpikiran Papah berbohong? kalo ada wanita lain yang tinggal di situ Papah pasti bilang ke Mamah."


Kata Papah terlihat kecewa karena istrinya tidak mempercayai nya.


"Nah itu Mayang Sari?".


Mamah dengan wajah cemberut lalu menundukkan lagi wajah nya, dia tau tidak sepantasnya dia cemburu kesebuah lukisan atau Hantu, tapi lukisan nya cantik hantu nya cantik bisa aja Papah tergoda walaupun Hantu tapi tetap aja wanita, cantik lagi, tak pernah Mamah melihat lukisan wanita secantik itu, bahkan dirinya pun sebagai wanita mengagumi nya apalagi laki- laki.


"Mayang Sari itu Hantu mah.. jin..., masa Mamah cemburu sama jin wanita? Mamah itu lebih sempurna dari dia karena Mamah manusia, Mamah nyata kecantikan Mamah tuh nyata alhamdulillah lahir, dan batin Mamah cantik, Mayang Sari itu jin, dia menjelma sebagai wanita yang cantik mengagumkan hanya untuk mengelabui manusia, Bentuk sesungguhnya adalah ular".


Papah menjelaskan, dan memberikan pengertian untuk meyakinkan mamah tidak menaruh kecurigaan apalagi sampai cemburu ke makhluk yang lebih rendah derajat nya dari manusia, dan Papah ingin Mamah tau bahwa dirinya masih sadar tidak terpedaya oleh kecantikan palsu jin wanita itu.


"Bagaimana Mamah tidak cemburu tingkah Papah mencurigakan seperti ada yang Papah sembunyikan dari Mamah, lalu Papah berkata wanita itu lalu Papah menyebutkan nama wanita itu dalam tidur Papah, Mamah juga lihat lukisan nya cantik sekali sampai Mamah aja wanita mengagumi kecantikan lukisan itu, Kalo Mayang Sari itu adalah wanita dalam lukisan itu siapa lelaki yang tak akan tergoda dengan kecantikan nya, Papah juga gak bilang ke Mamah kalo dia suka gangguin Papah jangan jangan Papah suka lagi di gangguin".


Mamah masih tetap dengan kecurigaan nya membuat Papah kesal.


Dengan sabar Papah menjelaskan lagi alasan nya kenapa menyembunyikan semua ini dari Mamah.


"Lalu apa hubungannya dengan pemilik vila itu Pah?".


Mamah penasaran bertanya, kecemburuan nya kini sudah sedikit mereda.


"Pemilik vila itu melakukan pesugihan di gunung putri dengan menikahi Mayang Sari jin ular mah".


Mamah meringis kan mukanya terlihat raut muka ngeri di wajah Mamah mendengar perkataan Papah.


"Jin ular? pemilik vila itu menikahi ular? jadi dia bersetubuh dengan ular?".


Papah mengangguk.


"Wanita dalam lukisan itu Mayang Sari dia jin ular, wujud yang sesungguhnya adalah ular, dia meminta tumbal nyawa perempuan yang masih muda, dan cantik tiga tahun sekali untuk menambah kecantikan nya, pemilik vila itu juga harus Bersetubuh dengan nya 3 hari 3 malam dalam seminggu".


Mamah makin meringis.

__ADS_1


"Astaghfirullah hal ajim... pemilik vila itu tidak punya istri atau keluarga?".


Mamah semakin penasaran dengan cerita Papah.


"Punya Mah, dia punya istri, dan anak tapi istri dan keluarga nya tidak tau kalo dia melakukan pesugihan, makanya dia tidak pernah membawa keluarga nya ke sini".


Mamah mengangguk pertanyaan nya slama ini terjawab kenapa vila itu selalu terlihat sepi, dan kenapa pemilik vila itu tidak pernah membawa keluarga nya ke vila itu.


"Lalu Pah kenapa jin ular itu menampakan diri nya ke Papah?, dan bercerita semua ini ke Papah?, Papah tau semua ini dari jin ular itu kan?".


Papah menghela napas, dan mengangguk.


" Yah.. dia menggoda Papah dia ingin Papah bersekutu dengan nya, menikahinya seperti pemilik vila itu".


Mamah membelalakan Matanya.


"Lalu,?".


Mamah memegang tangan Papah terlihat kecemasan di wajah nya.


"Alhamdulillah Mah...sampai mati pun tidak akan pernah Papah gadaikan keimanan Papah hanya untuk kenikmatan dunia yang sesaat, Papah yakin Mamah, dan anak anak Papah ingin kita berkumpul lagi suatu saat di surga, dengan kebahagiaan hakiki abadi dari pada kebahagiaan dunia yang sementara".


Mamah tersenyum, Papah mengelus rambut Mamah, dan mencium kening Mamah.


"Tadi Mamah bangunin Papah untuk sarapan, yuk sarapan dulu".


Mamah Teringat maksud nya membangunkan Papah tadi, tapi karena marah, dan cemburu mendengar Papah menyebutkan nama wanita, membuatnya lupa, Papah tersenyum, dan beranjak dari tempat tidur nya.


" Pah kita jadi menjual rumah ini kepemilik vila itu?".


Papah tertegun mendengar pertanyaan Mamah.


"Kita bicarakan nanti ya".


Sambil tersenyum Papah membalas pertanyaan Mamah dan melangkah kan kaki nya menuju ruang makan untuk sarapan.


(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2