
"Mamah tolong Mah... tolong Liya mau pulang Mah... "
Ucap ku berteriak memanggil Mamah sambil menangis.
"Liyaa buka mata nya Liya.. ini Mamah... "
Aku mendengar suara Mamah berbicara jelas sekali seperti berbicara di dekat telinga ku, aku mendengar Mamah meminta ku untuk membuka mata ku, aku membuka mata ku dan ketika aku membuka mata ku, tepat di hadapan ku wajah Nenek korengan itu, aku tersontak kaget dan berteriak.
"Aakkkkhhhhhh".
Dan aku pun hilang kendali, tak dapat menyeimbangkan tubuh ku, aku pun terpeleset jatuh dari dahan pohon beringin, melayang dari ketinggian, jantung ku seolah berhenti terlepas dari tubuh ku, aku merasa aku akan mati.
"Astaghfirullah hal ajim, Allah Hu akbar".
Ucap ku pasrah, dan alhamdulillah aku masih Teringat nama Allah dalam keadaan pasrah itu, tiba-tiba tubuh ku seperti ada yang memangku, dan di turun kan di letak kan di atas rumput di bawah pohon beringin itu.
Mata ku masih terpejam, dan aku membuka mata ku, aku melihat ke atas yang kulihat rimbun dedaunan pohon beringin itu, aku tepat berada di bawah nya, aku memegang tangan ku tubuh ku semua nya masih utuh, dan tidak merasa sakit sedikit pun aku tidak terluka sedikit pun.
"Kunaon maneh pipiluen urusan aing!! ( kenapa kamu ikut campur urusan ku)".
Aku mendengar suara Nenek korengan itu berbicara entah pada siapa.
" Aaaauuuuummmm wawanianan sia ngaganggu incu dunungan kaula!!, ( aauuuuumm berani kamu mengganggu cucu tuan ku!!).
Aku mendengar suara auman harimau, dan suara berat seorang lelaki, seketika aku langsung terperanjat, dan duduk aku melihat Nenek itu sedang menoleh padaku, dan di hadapan nya ada seekor Harimau belang hitam putih yang sangat besar.
__ADS_1
Aku tersentak kaget, ketakutan ku makin menjadi Nenek itu mempunyai seekor Harimau pikir ku, mungkin Nenek itu akan memberikan tubuh ku sebagai makanan Harimau belang itu, aku yang sedang terduduk langsung berdiri dan mundur.
Punggung ku menyentuh batang pohon beringin yang besar itu, aku melihat nya ke atas, apa aku harus naik lagi ke atas pohon beringin ini agar Harimau itu tidak dapat memangsa ku?, yang aku tau Harimau tidak dapat memanjat pohon.
Atau mungkin dia bisa memanjat pohon ini?, dan memakan ku di atas pohon ini, lagi pula aku tidak bisa memanjat pohon yang besar ini, apa aku harus lari ke jalan?, terlihat di depan ada jalan raya, aku bisa berlari dan meminta tolong, tapi bagaimana kalo Harimau itu menangkap ku sebelum aku sempat meminta tolong?.
Tapi aku harus mencobanya, dari pada mati sia-sia di makan Harimau, aku tak bisa membayangkan tubuh ku di cabik-cabik, di gigit di makan bagian-bagian tubuh ku, bagaimana kalo Harimau itu memakan ku ketika aku masih hidup?, tak dapat ku bayang kan aku harus kesakitan ketika satu persatu organ tubuh ku di gigit nya di cabik-cabik nya.
Aku berlari ketakutan, tapi tubuh ku terpental ketika aku berlari ke depan ingin berlari ke jalan yang aku lihat, di depan ku seperti ada sebuah kaca yang menghalangi, aku seperti menubruk sebuah kaca aku jatuh terduduk.
"Awww aduuhh akkhhh Mamah... "
Aku mengaduh pantat ku sakit sekali, dan siku ku yang ku pake untuk menahan tubuh ku yang terjatuh.
Ucap Harimau itu seperti marah mengaum sangat keras, kenapa orang-orang yang melintas di jalan itu tak mendengar suara auman Harimau itu, dan kenapa Harimau itu bebicara bahasa manusia, aku terbelalak melihat ke arah Nenek dan Harimau belang yang sangat besar itu.
"Hampura teu nyaho dunungan maneh, teu ningali maneh di tukangeun budak eta(Maaf tidak tau tuan kamu, tadi saya tidak lihat kamu di belakang nya)".
Ucap Nenek itu sepertinya dia ketakutan, aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Aing acan waktuna, ngan ukur bisa nyawang ti ka kaanggangan, aing ka paksa kudu turun can waktu na, teu bisa nganteupkeun maneh rek nyilakakeun incu dunungan aing, lepaskeun ayeuna!! aaauuuuummmm!!(aku belum waktu nya, cuman bisa menjaga nya dari kejauhan, aku terpaksa datang belum waktu nya, tidak bisa ku biarkan kamu mencelakai cucu tuan ku, lepaskan sekarang auuummmm)".
Harimau itu berbicara bahasa manusia lagi dengan suara yang berat dan sangat marah.
"Nyak nyak ieu ge rek di lepaskeun, barina atuh da nempo keun wae,(iyaa iya ini juga mau di lepaskan, kanapa tadi dia ngeliatin terus)".
__ADS_1
Ucap Nenek itu lalu di timpali oleh Harimau itu dengan auman, Nenek itu berdiri menghadap ku dengan tubuh nya yang bongkok dan tongkat nya yang dia pakai untuk menopang tubuh nya di tanah, mulut nya bergerak kumat kamit entah mengucapkan apa.
Aku hanya tertegun memperhatikan tak dapat berkata apa-apa, setelah itu Nenek itu melihat pada ku, dan berkata.
"Jig gera balik,( pulang sana)".
Nenek itu berkata padaku lalu menoleh ke jalan, aku pun menoleh kan pandangan ku ke jalan di sana sudah tidak ada penghalang yang seperti kaca itu lagi, aku menoleh lagi pada Nenek korengan itu, Nenek itu menoleh ke belakang ke Harimau belang itu.
Aku pun menoleh ke Harimau itu, dan aneh nya Harimau belang itu mengangguk padaku, matanya menatap tajam kepada ku seakan dia bebicara pada ku, mengatakan aku harus berdiri dan pergi dari sini, aku pun berdiri dan berjalan pelan.
Aku menoleh lagi pada Nenek itu, Nenek itu tersenyum menyeringai pada ku, aku meringis ngeri karena aku tau sekarang, dia bukan manusia, dan Harimau itu, apa dia menolong ku?, kenapa dia menolong ku siapa dia?, apa dia juga bukan Harimau sungguhan pikir ku saat itu.
Tentu saja dia bukan Harimau sungguhan kalo dia Harimau sungguhan tidak mungkin bisa berbicara bahasa manusia, tapi siapa dia kenapa dia menolong ku, aku menoleh pada Harimau itu dia manatap dan menganggukan kepala nya seperti menyuruh ku pergi matanya dan anggukan nya seperti berkata.
"Yah pergi lah sekarang"
Aku pun mengangguk dan tersenyum, ingin mengatakan Terima kasih.
"Tong wawanianan ngaganggu deui dunungan kaula aaauuuummm".
Ucap Harimau itu seperti memperingatkan Nenek itu, Nenek itu pun mengangguk lalu menoleh pada ku dengan tatapan yang tajam, aku ketakutan, walaupun dia tidak menghampiri ku posisi Nenek itu berada di tengah antara aku dan Harimau itu.
Nenek itu membelakangi Harimau, dan menghadap padaku, setelah mengangguk dan tersenyum aku pun segera berjalan, tangan ku meraba-raba ke depan memastikan tak ada yang menghalangi jalan ku di depan, Nenek itu tersenyum menyeringai lagi pada ku, apa maksud nya?.
(Bersambung)
__ADS_1