RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
bab 63


__ADS_3

"Apa Ibu ingin anak-anak ini mengingat nya nanti ketika mereka dewasa?, mereka mengingat bahwa ada seorang guru telah di marahi di hadapan mereka oleh Ibu kepala desa, dan mereka akan selalu mengingat wajah Ibu".


Ibu Kepala desa itu menoleh kepada murid-murid PAUD yang sedang melihat ke arah nya.


"Bukan kah selama ini kita selalu mengingatkan, mengajar kan kepada mereka untuk menghormati guru nya, itu sebab nya ada hari guru, ada lagu yang kita ajar kan kepada mereka agar berterima kasih kepada gurunya, apa menurut Ibu perlakuan Ibu ini pantas?".


Ucap ku lagi, Ibu Kepala Desa itu diam seribu bahasa seakan lidah nya kelu, sekarang tidak dapat berbicara.


"Bahkan ada seorang Ibu yang meminta maaf untuk anak nya dan Ibu marah memarahi Ibu itu, lihat Bu... Ibu ini sudah sepuh dimana rasa hormat Ibu kepada orang tua?, Ibu sebagai Ibu kepala desa, dan pembimbing sekolah PAUD ini bukan? seperti ini kelakuan Ibu di hadapan anak-anak yang masih di bawah lima tahun? sama saja Ibu mengajar kepada mereka untuk tidak menghormati orang tua, anak-anak itu belajar dari apa yang mereka lihat Bu!."


Ibu kepala desa itu membelalakan mata nya kepada ku, dengan muka nya yang menahan amarah dan malu, aku tegur di hadapan semua orang di sana, di hadapan anak-anak PAUD dan guru yang lain nya, dan guru yang di marahi nya, dan Ibu nya guru yang di marahin nya, bahkan ada beberapa staf desa di sana, mereka semua diam tidak berani berbicara.


"Ayo Bu bangun, Ibu tidak pantas memohon meminta maaf seperti ini, walaupun dia Ibu kepala desa tapi Ibu adalah orang tua yang seharusnya di hormati bukan di permalukan seperti ini."


Aku membangun kan Nenek-nenek orang tua dari guru PAUD yang terkena masalah itu, Nenek itu sampai berlutut meminta maaf, dan ketika aku selesai menegur Ibu kepala desa itu pun, Nenek itu masih terduduk di bawah, dia menengadahkan mukanya ketika mendengar aku menegur Ibu Kepala Desa itu, dia melihat pada ku, lalu aku membangun kan nya.


"Ini KTP saya alamat rumah saya ada di sana, silahkan Ibu catat bila Ibu tak berkenan dengan perkataan saya Ibu boleh menghampiri saya ke rumah saya, saya melakukan ini demi kebaikan Ibu, saya menegur Ibu karena Ibu memang salah, seharus nya Ibu bersikap lebih bijaksana, dan dapat menjaga kelakuan Ibu di hadapan warga, Ibu seharus menjadi tauladan untuk warga Ibu, semua masalah bisa di selesai kan dengan baik-baik dan di tempat yang sepantasnya".


Ucap ku lagi lalu aku pergi, bersama Ibu guru dan Nenek itu, aku bertanya ada masalah apa?, ternyata Ibu guru itu telah menghilang kan uang seragam sekolah PAUD itu, uang itu dia bawa untuk membeli bahan kain untuk membuat seragam, dan ketika dia memilih kain, tas nya menghilang berserta semua uang untuk membuat seragam PAUD itu.


Ketika guru itu melaporkan uang nya hilang, Ibu kepala desa memberi waktu satu bulan untuk mengganti nya, tapi setelah dua bulan Ibu guru PAUD itu dia tidak dapat mengganti nya, karena memang tidak ada uang untuk menggantinya walaupun mereka sudah berusaha kebetulan mereka orang yang tidak punya.


Setelah mendengar semua itu ingin sekali aku membantu mereka, tpi aku tidak tau cara nya karena aku juga tidak punya uang sebanyak itu, aku hanya bisa bilang insya Allah Bu akan ada jalan keluar nya.


Lalu aku pergi, aku pulang sore Ke rumah, sesampainya di rumah Mamah sudah menunggu ku, ternyata satu desa sudah membicarakan aku mereka bilang aku bertengkar dengan Ibu kepala desa,

__ADS_1


"Asalamualaikum..."


Aku mengucapkan salam ketika sampai di rumah, dan membuka kan pintu, Mamah sudah duduk di kursi, lalu melambaikan tangan nya padaku.


"Sini duduk".


Ujar Mamah meminta ku duduk di sebelah nya dengan muka serius, aku merenggut kan muka ku, ada apa pikir ku kenapa muka Mamah serius begitu.


"Kenapa Mah serius amat".


Kata ku sambil menghampiri nya lalu duduk di samping nya, Mamah menoleh kepada ku yang duduk di samping nya, lalu merubah posisi duduk nya menghadap padaku dengan tangan nya di pundak ku.


" Bener tadi kamu bertengkar dengan Ibu kepala desa?!".


Ucap Mamah.


Mamah membelalakan mata nya.


"Jadi bener?, semua orang membicarakan kamu, tadi ada yang laporan ke Mamah!".


Lalu aku menceritakan semua nya ke Mamah, Mamah menganguk mengerti, dan seperti biasa Mamah selalu mendukung ku, dia percaya pada ku, aku pasti ada alasan yang tepat, dan aku berani bila ada sesuatu yang menurut ku tidak benar dan memang pantas untuk di bela.


"Mamah tadi juga bilang ke orang yang ke sini yang bilang kamu bertengkar sama Ibu kepala desa, Mamah bilang anak saya pasti ada alasan yang tepat dan tau apa yang di perbuat nya itu benar, kamu gak takut nanti kalau ada apa-apa?".


Tanya Mamah, aku menggeleng kan kepala dengan percaya diri dan yakin.

__ADS_1


"Gak Mah Liya gak takut, kalau misalkan Ibu kepala desa atau suami nya Bapak kepala desa manggil Liya, atau melaporkan Liya ke polisi juga hayu, Liya punya banyak alasan untuk membela Ibu guru itu, apalagi Liya sekarang tau Ibu guru itu gak sengaja menghilang kan uang nya".


Mamah mengangguk dan tersenyum, dan beberapa hari kemudian ada beberapa Ibu orang tua murid PAUD itu datang ke rumah, ingin bertemu dengan ku, dan membicarakan masalah Ibu guru itu.


Lalu aku memberi solusi kepada mereka, yang aku dengar Ibu guru itu tidak dapat mengganti semua nya dia hanya punya sebagian uang dari keseluruhan uang seragam itu, dia tidak bisa mengganti semua nya, itu juga dia udah berusaha dan cuma dapat setengah nya.


Aku menyarankan pada Ibu-ibu orang tua murid PAUD itu untuk mengikhlas kan karena itu musibah, dan Ibu guru PAUD itu pun tidak sengaja menghilang kan nya, aku menyarankan kepada Ibu-ibu orang tua murid PAUD itu agar menerima uang pengganti dari guru PAUD itu, walaupun setengah nya anggap aja mereka sodakoh, dan semoga keikhlasan mereka menjadi amal ibadah mereka.


Orang tua murid PAUD menyetujui saran ku, mereka bilang akan mengadakan pertemuan dengan guru dan Ibu kepala desa, untuk membicarakan keputusan mereka menerima berapapun uang pengganti walaupun setengah nya.


Beberapa hari kemudian salah satu orang tua murid datang lagi, mengembalikan KTP ku yang aku berikan kepada Ibu kepala desa itu, seperti nya Ibu kepala desa menitipkan nya kepada nya untuk memberikan nya kepada ku, dan memberitahu kepada ku bahwa masalah nya sudah selesai.


Mereka menerima uang pengganti setengah nya, dan Ibu itu bilang aku dapat salam dari ibu guru PAUD, dan Ibu guru PAUD itu pindah mengajar tidak mengajar lagi di sana.


Itu kejadian sebelum aku pergi tugas KKN dan bertemu dengan Abah Kardi, setelah ibu orang tua murid itu pergi aku dan Mamah ngobrol, Mamah bilang.


"Kamu bilang kemarin ingin membantu ibu guru itu tapi tidak tau caranya, lihat selalu ada jalan nya bila ingin membantu orang lain, walaupun tidak secara langsung kamu turun tangan, tapi mereka Ibu-ibu orang tua murid PAUD itu, menerima saran mu, dan menjadi kan nya solusi permasalahan nya selesai dengan baik".


Aku mengangguk dan tersenyum, lalu tiba tiba Mamah bilang.


"Liya kamu sadar gak sih, kalo kamu tuh kadang seperti bukan kamu".


Aku tertegun, dan menoleh ke Mamah.


"Maksudnya Mah"

__ADS_1


Kata ku walaupun sebenarnya aku juga mengerti dan menyadari, merasakan bahwa memang ada sesuatu hal yang lain dalam diriku, walaupun waktu itu aku belum bertemu Abah Kardi yang menjawab semua kejanggalan yang selama ini aku alami dan meyakinkan ku untuk menerima si belang yang selama ini sudah mengikuti ku.


(Bersambung)


__ADS_2