RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
Bab 76 Mengetuk dinding kamar kosong


__ADS_3

Aku berusaha melepas kan tangan nya dari mulut ku, tapi teh Eli makin berusaha keras menutup mulut ku dengan tangan nya sambil tertawa, yah aku akan merindukan nya, merindukan kebersamaan kami, bercanda mengobrol di kamar nya atau di kamar ku sampai larut malam ketika kami tidak bisa tidur, pergi ke pasar bersama, dan melakukan aktivitas atau permainan bersama untuk mengisi waktu luang kami.


Waktu dulu belum ada smartphone seperti sekarang, ketika kami bersama kami tidak sibuk masing-masing dengan handphone nya, kami benar-benar melakukan semua hal bersama, membuat kedekatan, keakraban, kehangatan begitu terasa.


Malam itu aku tidur bersama nya, di kamar teh Eli aku berulang kali menanyakan apa dia yakin ingin ikut ke Bogor dan tinggal bersama Nenek?, sesekali aku menggoda nya tidak akan bisa bertemu dengan pacar nya lagi, karena aku tau diam-diam teh Eli sudah punya pacar.


Tapi teh Eli bilang kalo jodoh gak kan kemana, tapi seperti nya mereka sedang bertengkar atau apalah ada masalah, seperti nya teh Eli yakin ingin tinggal bersama Nenek, dengan alasan kasian Nenek gak ada teman nya, kita harus berbakti sama orang tua, Nenek sudah tua, Nenek lebih butuh kita, setidaknya teh Eli mewakili Mamah berbakti sama Nenek.


Aku pun bisa mengerti keputusan nya, walaupun aku akan merasa kehilangan, saudara perempuan adalah Kakak, atau adik sekaligus sahabat yang paling bisa kita percaya, kita lebih terbuka dengan saudara perempuan kita melebihi ke orang tua kita, kita tidak segan menceritakan segala nya.


Walaupun itu masalah pribadi kita tidak sungkan, dan canggung beda kalo ke Mamah kadang aku canggung, apalagi tentang masalah yang kita hadapi, kita tidak ingin membuat orang tua kita terbebani, dan memikir kan atau khawatir, sedangkan dengan saudara perempuan, kadang kita bisa mencari solusi nya bersama, mengatasi bersama setidak nya memberi saran.


Pagi nya seperti biasa kita solat subuh bersama, dan membantu Mamah beres beres rumah, lalu menyiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan teh Eli ke Bogor, setelah beres kita pergi ke rumah tante Ana, karena Nenek menunggu di sana, ketika sampai di rumah tante Ana, Nenek sudah ada di depan rumah tante Ana menunggu kami, Nenek senang sekali melihat teh Eli datang dengan tas-tas nya.


"Dani... Dani... itu cepat masukin tas-tas nya Eli ke mobil."


Ucap Nenek dengan antusias nya.


"Iyaa iyaa..."


Ucap Om Dani menuruti permintaan Nenek.


"Dari semalam Nenek kamu gak bisa tidur tuh, takut kamu gak jadi ikut El..."

__ADS_1


Ucap Om Dani lagi, mengadu, kami pun tertawa.


"Masa sih Om?,"


Tanya teh Eli sambil tertawa, Nenek cengengesan.


"Hehehe takut kamu berubah pikiran."


Ucap Nenek, kami membawa Nenek masuk dulu ke rumah tante Ana.


"Ya sudah masuk dulu Nek, masih cape nih nanti aja pergi ke Bogor nya agak siangan."


Ucap ku sambil membawa Nenek masuk ke rumah tante Ana, Nenek audah gak sabaran untuk pulang ke Bogor dengan membawa teh Eli.


Ucap Nenek, kami pun hanya tertawa.


Satu jam kemudian, akhirnya setelah Nenek yang tidak sabaran ingin pulang ke Bogor, kami pun mengantarkan teh Eli dan Nenek ke mobil mereka, yang akan membawa nya pulang, aku pun memberi pelukan perpisahan ke teh Eli dan membisikan nya kata-kata padanya.


"Jangan betah yah di sana."


Teh Eli tertawa mendengar perkataan ku lalu menempel kan jari tengah di bibir nya.


"Sssttt nanti kedengeran Nenek."

__ADS_1


Ucap teh Eli kami pun tertawa.


"Ada apa Eli..., Liya bilang apa sama kamu udah ayo masuk mobil jangan dengerin omongan Liya."


Ucap Nenek membuat kami makin tertawa.


"Insting Nenek kuat ya."


Ucap ku lagi, teh Eli mengangguk sambil tertawa, dan segera masuk ke mobil, karena Nenek memanggil-manggil nya terus untuk segera masuk kedalam mobil, berangkat lah mobil mereka teh Eli melambaikan tangan nya pada ku sambil tersenyum.


Setelah mobil itu berlalu, dan tidak terlihat oleh pandangan kami lagi, kami pun masuk kembali ke rumah tante Ana, kami, aku, Mamah, Julian dan kedua adik ku neng Yeni, dan Aziz, pulang Sore dari rumah tante Ana, tanpa teh Eli rumah akan terasa sepi khusus nya buat aku, aku kehilangan teman mengobrol bercanda menggosip dan kehilangan teman bergadang.


Aku tidak bisa tidur malam itu, tadi sekitar jam 5 sore teh Eli menelpon, katanya udah sampai d Bogor di rumah Nenek, kami akan ketemu lagi nanti mungkin ketika lebaran, biasanya kami akan mudik ke Bogor, malam begitu Hening biasanya kalo aku tidak bisa tidur, aku akan mengetuk dinding kamar teh Eli.


Dan kalau teh Eli belum tidur dia juga akan membalas ketukan ku, menandakan dia juga belum tidur, lalu aku akan mengetuk dinding kamar ku lagi tiga kali, tanda nya meminta teh Eli ke kamar ku, kalau teh Eli membalas mengetuk satu kali berarti dia bilang iya, kalau dua kali berarti aku yang harus pergi ke kamar nya.


Yah begitu lah, kami punya kode rahasia, kami juga punya bahasa rahasia yang kami ucap kan, ketika banyak orang, dan kami tak ingin orang lain mengerti ucapan kami, kami menggunakan bahasa rahasia kami yang hanya bisa di mengerti oleh kami.


Aku yang iseng, aku menempel jari ku ke dinding kamar ku, aku mengetuk dinding kamar ku yang memisahkan kamar teh Eli dan kamar ku, aku mengetuk dinding kamar itu tiga kali, seperti biasa ketika teh Eli masih menempati kamar itu, aku tak berharap ada jawaban dari kamar Kakak ku itu, karena aku tau kamar itu kosong tak ada teh Eli di sana, hanya tersimpan beberapa sisa barang nya, seperti buku, boneka, dan beberapa potong baju nya yang tersimpan di lemari.


Aku mengetuk nya tiga kali dengan nada cepat, jari ku ini entah mengapa ingin mengetuk nya lagi, aku mengetuk nya lagi kedua kali nya, tiga kali ketukan dengan nada lambat, ketika aku akan mengetuk dinding itu lagi untuk yang ketiga kali nya.


Belum juga jari ku menempel pada dinding untuk mengetuk dinding, terdengar suara ketukan balasan dari kamar teh Eli, Aku tersenyum senang pikir ku oohh teh Eli belum tidur, ketika aku akan membalas lagi ketukkan balasan dari kamar teh Eli, aku teringat, teh Eli gak ada di kamar nya, kamar itu kosong, lalu siapa yang membalas ketukan ku di dinding kamar teh Eli tadi?.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2