RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo

RUMAH BEKAS PESUGIHAN BUTA IJo
Bab 57 Si belang 2


__ADS_3

"Hati-hati yaa..".


Ucap Papah, sambil mengusap rambut ku, aku mencium tangan nya, lalu Papah pun pulang, aku pamit ke Ibu warung itu, dan kembali ke teman teman ku yang sedang menyalakan api unggun.


Kami bercerita, dan merencanakan kemping selanjutnya ke tempat yang belum pernah kami datangi, tapi masih di daerah Lembang, karena di daerah Lembang masih banyak tempat tempat yang belum kami datangi, yang alam nya masih terlindung, hutan nya masih perawan.


Kami menikmati malam itu menyatu dengan alam di tengah malam menikmati indah nya langit malam, mensyukuri anugrah Tuhan, dan keagungan ciptaan nya, sampai larut malam jam 1:30, kami masuk ke dalam tenda untuk beristirahat dan tidur.


Tapi kami terbangun kan oleh seorang pria yang berteriak teriak di depan tenda kami.


"Mauung... Mauungg aya Mauungg... ( Harimau.. Harimau... ada Harimau..)".


Di luar tenda terdengar ramai orang-orang menenangkan pria itu.


"Maung naon dimana, tenang tenang... maeunya aya Maung, ucing meureun ( Hariamu apa, dimana, tenang-tenang masa ada Harimau, kucing mungkin)".


Terdengar salah satu dari mereka menenangkan, sekaligus tidak percaya dengan perkataan pria itu.


"Demi Allah Maung gede pisan... belang hideung bodas.. tah di Tenda budak awewe didinya, ( demi Allah Harimau besar sekali, belang hitam putih.. tuh di tenda anak perempuan disana)".


Kata pria yang ketakutan itu, kami pun penasaran, apa yang dia maksud di tenda kami ada Harimau?, Kami pun keluar, teman ku ipana, yang pertama kali keluar dari tenda.


"Ada apa sih ko ribut ribut di depan tenda kita, maksud nya apa tuh ada Harimau? kita lihat yuk".


Kata Ipana, aku dan Rini teman ku satu nya lagi mengangguk, lalu mengikuti nya keluar tenda.


" Ada apa sih ribut-ribut, ada Harimau dimana di tenda siapa?".


Ucap Ipana ketika menghampiri mereka, ketika aku keluar pria itu langsung menunjuk ke padaku.


"Tah...jeung budak awewe eta anu make jaket hideng, budak awewe eta sare di tungguan ku Maung belang di gigireun na( nah.. sama anak perempuan itu yang pake jaket hitam anak perempuan itu tidur di tungguin sama Harimau belang di sebelah nya)".


Ucap pria itu sambil mundur seperti ketakutan ketika melihat ku, aku merenggut kan kening ku dan menghampiri nya.


"Mau apa kamu ke tenda kami? mu ngapain pake masuk ke tenda cewek kamu siapa?kamu bukan yang kemping kan?".


Kata ku ke pria itu, pria itu tak bisa menjawab hanya celingukan, kaya maling yang ketahuan, teman ku yang laki-laki mereka yang sudah duluan di sana terpancing emosi nya.


Mendengar ucapan ku, memang benar ucapan ku ngapain ini orang ke tenda perempuan, mereka saja teman laki laki kami, walaupun teman kami, tapi tidak berani masuk, atau hanya mengintip kami tidur, kami saling menghargai dan saling melindungi.

__ADS_1


"Menta di gebugan ieu mah.. saha sia a****g rek naon sia ka tenda awewe, (minta di gebukin ini mah siapa kamu? Mau ngapain kamu ke tenda perempuan)".


Ucap indra teman ku, dan menghampiri nya hendak meninju muka nya, tapi di tahan oleh orang-orang di sana.


"Sabar.. sabar kang ini teman saya kang... kami mancing di sini tadi kami mau pulang, ari maneh atuh rek naon ka tenda awewe nyieun gara gara wae, (Kamu juga ngapain ke tenda perempuan bikin masalah aja) ".


Ucap salah seorang dari mereka, ternyata mereka orang-orang yang baru beres mancing, ketika mau pulang teman nya itu iseng ngintipin kami yang sedang tidur entah apa dipikiran nya, mau ngapain, memang dari tadi orang-orang yang mancing itu, yang tentu saja semua nya pria, mereka ngegodain kami.


"Cewe hey cewe dingin gak sini biar anget".


Ucap salah seorang dari mereka saat itu kami tak menghiraukan mereka, memang tempat kemping kami tenda nya deket dengan tempat pemancingan.


"Babaturan sia kudu di hajar rek mesum mun teu ningali Maung sigana rek ngeteyeup ngagadabah ka babaturan aing cabul sia an***g, ( temen kamu harus di hajar dia mesum kalo gak lihat Harimau dia mau ngerjain temen kami cabul an***g)".


Ucap Arip, teman kami indra dan arip emosi, menghampiri pria itu dan terjadi keributan, yang memisahkan, dan yang lagi emosi ingin menghajar untung ada satpam di sana yang memisahkan.


"Udah-udah kang... kami tau akang-akang emosi, gak Terima temen nya mau di kerjain ma nih orang, kita bawa aja nih orang ke pos, akang akang nya ikut ke post kita bicarakan baik-baik, gak boleh main hakim sendiri begini, nanti urusan nya lebih panjang, kalian yang perempuan silahkan masuk tenda lagi kembali tidur".


Ucap satpam itu menengahi, dia minta kami masuk tenda lagi untuk tidur, mana bisa kami kembali tidur setelah kejadian ini.


"Udah gak bisa tidur lagi pak kalo kaya gini, ko bisa sih Bapak kecolongan mestinya gak ada kejadian kaya gini, bisa jelek nama tempat ini, kalo orang-orang tau di sini kemanan nya gak di jamin, gak akan ada yang mau kemping lagi di sini".


"Yuk kita nyalain api unggun lagi, Indra, Arip, kita nungguin di Api unggun ya"


Ucap ku, Indra dan Arip mengangguk menyetujui lalu mereka mengikuti satpam dan orang-orang itu ke pos sebagai wakil dari kami, aku dan teman-teman wanita ku menyalakan api unggun lagi


"Liya apa bener yang di bilang pria tadi ada Harimau di sebelah kamu nungguin kamu tidur?".


Ucap rini teman ku, aku yang sedang sibuk menyalakan api unggun kembali menoleh ke pada nya.


"Emang kamu tadi pas bangun lihat ada Harimau di sebelah aku?".


Aku balik bertanya ke Rini, Rini menggelengkan kepala nya.


"Tapi tadi dia keliatan ketakutan banget loh liya".


Ucap Rini lagi.


"Mabok kali, jadi berhalusinasi, kalo gak mabok ngapain dia ke tenda kita?".

__ADS_1


Ucap ku, walaupun sebenarnya aku juga memikirkan hal yang sama dengan Rini, apa benar pria itu melihat Harimau di sebelah ku saat aku tertidur, tapi setidak nya Harimau itu menghentikan pria itu, manakuti pria itu, mungkin kalo dia tidak melihat Harimau, entah apa yang akan pria itu lakukan pada kami.


Sampai pagi Indra dan Arip belum juga kembali, kami malam itu tidak bisa tidur lagi, kami ke mushola yang berada tidak jauh di tempat itu, mushola kecil yang di sediakan oleh pengurus tempat itu untuk pengunjung.


setelah selesai solat kami melihat Indra, dan Arip berada di luar mushola, sedang menunggu kami, kami menghampiri Indra dan Arip.


"Gimana udah beres? apa keputusan nya?".


Ucap Rini, Indra dan Arip mengangguk.


"Tenang udah dapet bogem mentah juga dari kita, enak aja mu pergi seenaknya, kita gak bayar sewa kemping ma makan ntar kita dapat makan gratis , tadi nya mu di bawa ke kantor polisi tapi temen-temen nya mohon-mohon, trus bilang boleh lakuin apa aja asal jangan lapor polisi, ya udah kita bilang mau nonjok dia, mereka Terima, ya udah kita tonjok aku dua kali, kamu rip tadi tiga kali ya".


Ucap Indra sambil ketawa, ketawa.


"Eh Liya tuh orang kaya nya beneran deh lihat Harimau di sebelah kamu waktu kamu tidur".


Ucap Arip


" Iya dia sampe sumpah sumpah Demi Allah segala".


Ucap Indra menambahi.


"Mabok kali jadi berhalusinasi, lah kalo ada Harimau di sebelah aku, ya aku udah mati di makan Harimau".


Kata ku mencari alasan yang logis.


"Gak liya... tuh orang sehat gak ada di bawah pengaruh minuman beralkohol atau obat obatan, sadar se sadar sadar nya, bukan Harimau beneran juga kali maksud nya".


Kata Indra menjelaskan.


"Terus Harimau apaan? Harimau jadi-jadian gitu?, udah ah kalian tuh pada ngaur, kalian dah pada solat subuh belum? solat dulu sana".


Aku mengalihkan pembicaraan tak ingin membahas nya, karena aku juga belum siap mengetahui kebenaran nya.


Setelah kejadian itu, beberapa tahun kemudian terjadi lagi, kali ini benar-benar aku harus menerima nya bahwa si belang memang mengikuti ku.


Waktu itu aku kuliah, dan mendapat tugas KKN di sebuah desa di kota Sumedang, aku bersama teman-teman se team KKN ku berjumlah Enam orang Dua pria dan Empat perempuan termasuk aku.


(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2