
Papah, dan Mamah tersontak kaget, pandangan mereka langsung tertuju ke jendela kamar depan.
"Apa itu Pah?."
Sepontan Mamah berkata, dan memalingkan wajah nya ke arah jendela kamar.
"Tidak tau Mah, biar Papah periksa."
Papah bangkit, dan berdiri berjalan menuju jendela kamar, di singkapkan nya tirai jendela,. Papah melihat seorang wanita berdiri di halaman rumah dengan expresi marah menatap Papah.
"Wanita itu...!."
Mendengar kata wanita itu dari bibir Papah, Mamah yang sedang berjalan menghampiri Papah mendengar ucapan Papah mengatakan wanita itu tentu merasa keheranan wanita itu siapa yang Papah maksud?.
"Wanita siapa Pah? maksud Papah?."
Mamah menyingkap tirai jendela, di lihat di luar halaman rumah tak ada siapa pun.
"Bukan siapa siapa Mah."
Papah kebingungan Mendengar pertanyaan Mamah,Papah segera menutup tirai jendela nya lagi.
"Trus tadi apa?, suaranya jelas dari jendela ini, masa angin tapi jendela masih terkunci kok."
Mamah memeriksa jendela yang masih tertutup, dan terkunci dengan raut muka yang keheranan, dan penasaran.
"Pah.. Papah menyembunyikan sesuatu dari Mamah?, tadi Mamah jelas sekali denger Papah bilang wanita itu, wanita itu wanita yang mana Pah? siapa Pah?."
Mamah masih penasaran, karena jelas sekali dia mendengar suami nya mengatakan wanita itu, ketika Papah hendak memberi alasan, terdengar suara anak-anak mereka memanggil dari balik pintu.
"Pah.. Mah.. tadi suara apa?."
Ternyata anak-anak pun mendengar suara jendela yang di banting keras tadi.
"Bukan apa-apa itu hanya angin."
Kata Papah menjawab pertanyaan anak anak, lalu melirik Mamah.
"Mah.. Pah bukain pintunya, Papah Mamah gak apa-apa?, tadi keras sekali loh suaranya."
Kata Kakak ku Eli, sambil mengetuk pintu beberapa kali, kami khawatir karena suaranya begitu keras, kami yang sedang dj kamar Kakak sulung ku langsung tersontak kaget mendengar suara keras dari kamar orang tua kami, dan langsung berlari menuju kamar orang tua kami.
"Bukain pintunya Mah..."
Kata Papah meminta Mamah membuka kan pintu kamar untuk anak-anak nya, Mamah yang masih penasaran belum terjawab pertanyaan nya melirik ke Papah.
"Tapi... "
Kata Mamah dengan nada kesal.
__ADS_1
"Nanti Papah jelas kan."
Kata Papah sambil mengisyaratkan untuk membuka pintu kamar, Mamah berjalan menuju pintu kamar, dan membuka pintu kamar, ketika Mamah membuka pintu kamar nya sudah berdiri aku, Adik ku julian dan Teh Eli, kami langsung masuk ke kamar ingin mengetahui apa yang terjadi.
" Gak apa- apa tadi itu cuman angiinn..."
Papah yang masih berdiri di depan jendela kamar menghampiri kami.
"Mamah mau bikin sarapan dulu, ayo Teh Eli bantu Mamah di dapur, Liya jagain Julian ya."
Setelah berkata itu Mamah berjalan menuju dapur, kami menghampiri jendela memeriksa jendela, masih penasaran karena tadi suaranya keras sekali, tapi jendela itu tidak apa-apa, tidak pecah, suara apa tadi pikir kami keheranan.
"Teh Eli, ayo cepat sana bantuin Mamah di dapur, Teteh kan lagi sakit gak bisa bantuin."
Kata Papah membuyarkan pkiran kami, yang masih penasaran dengan apa yang terjadi, Papah menggendong Julian, dan berjalan ke luar kamar, aku dan Teh Eli menyusul dari belakang.
"Papah gak tidur?."
Teh Eli yang melihat Papah keluar kamar dengan menggendong Julian menanyakan, karena biasanya Papah pulang menjaga vila sesudah solat subuh lalu tidur.
"Gak, nanti aja udah sarapan tidur nya, Papah mau bantuin Mamah dulu beresin rumah, jagain Julian sama Liya."
Mendengar penjelasan Papah Teh Eli langsung berjalan ke dapur menyusul Mamah, Papah menurunkan Julian di ruang keluarga, menyalakan tivi memberi Julian mainan nya.
"Liya tungguin Julian yah, Papah mu bantuin Mamah beres beres rumah, Julian tungguin Andri yah, bentar lagi juga Andri bangun nanti main sama Andri."
Ujar Papah, lalu Papah pergi menuju ruang tamu membuka semua tirai, membuka kan pintu ruang utama agar udara pagi hari masuk ke dalam rumah, lalu membawa sapu, Papah menyapu semua ruangan di dalam, dan halaman rumah, lalu mengepel, seperti itulah Papah tidak segan tidak malas untuk membantu meringankan pekerjaan rumah.
"Nanti yah tungguin Mamah dulu."
Pinta Papah, meminta kami untuk menunggu Mamah yang sedang menyuapi Kakak sulung ku di kamar nya, beberapa menit kemudian terlihat Mamah berjalan menghampiri kami, Mamah tidak banyak bicara saat itu, seperti nya Mamah sedang memikirkan sesuatu, ketika kami sedang sarapan Andri datang mengajak Julian main.
"Julian... Julian main yuk..."
Andri berjalan menghampiri kami, yang sedang sarapan duduk di meja makan.
"Sebentar ya Andri, Julian nya habisin sarapan nya dulu, Andri udah sarapan?."
Andri yang di tanya hanya mengangguk, dan tersenyum lalu menghampiri Julian.
"Udah yah Mah..."
Julian yang di hampiri Andri melirik ke mamah, dengan wajah memelas sudah tidak sabar ingin bermain.
"Sesuap lagi, terus di minum susu nya."
Pinta Mamah dengan nada yang tegas, lalu Julian melahap suapan terakhir nya, dan meminum susunya, lalu berdiri meraih tangan Andri, dan pergi bermain.
"Papah anterin Eli kesekolah bisa gak?, Eli sekolah jalan sendiri."
__ADS_1
Kakak ku teh Eli meminta Papah mengantar nya kesekolah, Papah mengangguk tanda mengiyakan.
"Iya nanti Papah pinjam motor nya Mas Ami buat antar kamu kesekolah ya."
Kata Papah setelah meminum Segelas air putih, Teh Eli tersnyum senang, lalu Papah berdiri berjalan ke ruang garasi menemui Mas Ami.
"Mas bisa pinjem motor nya sebentar ya, saya mau antar anak kesekolah kasian pergi sendiri, Kakak nya kan lagi sakit."
Mas Ami yang sedang membersihkan gerobak jualan nya, menghentikan pekerjaan nya, dan mengiyakan permintaan Papah.
"Iya Pak silahkan, ini kunci nya."
Mas Ami Merogoh saku celana nya, dan memberikan kunci motor nya ke Papah.
"Sebentar ko Mas, belum mau pergi ke pasar kan?."
Kata Papah lagi.
"Belum Pak, ini beresin dulu gerobak, nanti udah beresin ini baru ke pasar."
Sambil melanjutkan lagi pekerjaan nya Mas Ami menjawab Papah.
"Sebelum Mas Ami beres, Motor nya udah balik ko."
Kata Papah berjanji.
" Nyantai aja Pak."
Mas Ami tersenyum, lalu Papah memanggil Teh Eli.
"Ayo Teh, nanti kesiangan."
Teh Eli langsung menghampiri Papah.
"Mas Ami makasih yah..."
Teh Eli sambil tersenyum ke Mas Ami,.
"Iyaa hati-hati."
Kata Mas Ami sambil membalas senyum teh Eli, lalu Papah dan teh Eli pergi menaiki motor Mas Ami ke sekolah, aku bermain bersama Julian, dan Andri menjaga mereka, Mamah menyuci pakaian di kamar mandi, setelah pulang dari sekolah Papah masuk kamar dan tidur, lalu Mamah setelah beres menyuci pakaian menyuci piring lalu Mamah mandi, setelah itu pergi ke kamar Kakak sulung ku, untuk menyeka nya karena belum kuat berjalan.
Setelah selesai mengurus segala kebutuhan Kakak sulung ku dan memberi obat, Mamah menitipkan aku, dan Julian ke istrinya Mas Ami, karena Papah sedang tidur di kamar nya.
"Mba nitip anak-anak dulu sebentar ya?, saya mau kedepan dulu sebentar."
Kata Mamah, istrinya Mas Ami mengangguk.
"Iya Buk."
__ADS_1
Karena kami sedang bermain di ruang keluarga bareng Andri, jadi sekalian Mamah nya Andri hanya sekedar menemani sambil menonton tivi, Mamah keluar rumah, menuju vila tempat Papah bekerja, Mamah berjalan menghampiri pintu gerbang vila lalu sesampainya di depan pintu gerbang, Mamah menekan bell pintu vila itu...
( Bersambung)