S'SMK

S'SMK
~Bayar Dulu Woy~


__ADS_3

"Cukup Diy gue kecewa sama lo, gue kecewa, lo ternyata nggak lebih dari cewek murahan" Zahra dan Viara pun ikut meninggalkan Diah.


Ayu yang masih terdiam diposisinya tak bisa berpikir jernih ia merasa gagal menjadi seorang sahabat. Ayu bangkit dari duduknya ia menghampiri Diah yang sedang menangis sesegukan.


" Ngapain lo disini Yu.....hiks? lo mau ngatain gue apapun gue udah nggak peduli, gue udah sakit, gue hancur,...hiks gue nggak pantes sahabatan sama kalian, gue kotor" Ucap Diah yang masih menangis.


Ayu yang tak tega melihat Diah seperti ini dia langsung memeluk hangat sahabatnya itu Ayu minta maaf selama ini ia tidak begitu memperhatikan tingkah sahabatnya hingga salah satu sahabatnya terjerumus kejalan yang salah. " Lo jangan ngomong gitu lagi masih ada gue disamping lo, gue siap bantu lo, jadi lo nggak usah khawatir ok".


Diah yang mendengar perkataan Ayu mulai tenang setidaknya salah satu sahabatnya masih ada yang peduli dengannya. Tak lama Ibu Diah pun datang karena pihak sekolah telah menghubungi dan mengatakan apa yang terjadi, Ibunya pun langsung memeluk erat Diah ia tidak menyangka putrinya bisa berbuat hal itu.


Ayu pun lebih memilih menepi membiarkan Ibu dan Anak itu melepaskan rasa sedihnya.Tiba-tiba Ayah Diah datang dengan raut wajahnya yang memerah, ia menarik sang istri dan langsung menampar putrinya dia sangat kecewa dengan putri kecilnya yang sangat ia sayangi, Diah pun hanya menangis menerima dan mendengar kata-kata kekecewaan sang ayah yang selama ini ia banggakan.


Ayu yang tak tega melihat Diah menerima perlakuan seperti itu ia pun mendekat pada Diah dan langsung mendekap Diah mencoba menghentikan Ayah Diah yang mau memukulnya lagi.


"Cukup om kasian Diah" Ayu memberanikan diri membela Diah.


" Ini bukan urusan kamu Ayu, ini urusan keluarga saya kamu nggak ada hak untuk mencampuri urusan saya dengan anak tidak tau diuntung ini" Nada Pak Burhan semakun meninggi.


Ayu tak percaya mendengar Pak Burhan melontarkan kata-kata itu "Anak tidak tau di untung kata om? Om nggak sadar anak tidak tau diuntung dihadapan om ini putri kesayangan om sendiri, putri kecil om yang dulu om timang, gendong, dan om rela berbuat apapun demi kebahagiaan putri kecil om cuma gara-gara lelaki brengsek itu semua kasih sayang om hilang?"


Kata- kata Ayu membuat Pak Burhan mengingat kenangannya bersama Diah tak terasa bulir air matanya terjatuh ia pun langsung memeluk dua gadis yang ada dihadpannya itu " Maafin Ayah sayang, maafin om Ayu kamu benar, om salah, om sangat menyayangi putri kecil om ini".


Bu Burhan yang melihat itu pun tersenyum lalu ia juga ikut berpelukan.


Dan dibalik jendela ada dua sosok pemuda yang mengintip drama di UKS.


"Ndree lo nangis?" Fa yang masih mengamati keadaan UKS.


"Kagak mata gue kelilipan" Andree mengelak.

__ADS_1


Sebenarnya mereka berdua tidak tau apa yang terjadi mereka hanya mengikuti Ayu,Zahra,dan Viara yang menggotong Diah ke UKS, mereka kaget dengan berita kehamilan Diah setau mereka Diah adalah orang yang cukup berhati-hati, tapi kenapa dia bisa hamil yang tak kalah mengagetkan mereka adalah sifat Ayu yang begitu dewasa menghadapi masalah yang ada dihadapannya.


Diah dan keluarganya memutuskan untuk pulang Diah sudah tidak berani lagi meluruskan pandangannya ia hanya bisa tertunduk dipegangi oleh orang tuanya tubuhnya masih lemas karena belum makan dari tadi pagi.


Merasa tidak ada lagi yang dikerjakannya di UKS Ayu pun keluar. Dia tertegun melihat Fauzi dan Andree yang sudah didepan pintu."Ngapain kalian disini?" krucuk ...krucuk.... (suwara perut Ayu berbunyi nyaring)


Andree dsn Fa mendengar suwara itu.


"Kantin yuk" tawar Andree.


" Kita tau lo belon makan kan" timpal Fauzi.


Ayu yang memang sudah lapar karena tadi belum sempat makan ia pun mengangguk dan berjalan dibelakang Fauzi dan Andree .


Disana sudah ada Dimas raut wajahnya yang tadi ceria berubah kusam melihat Fauzi dan Andree tapi ada yang berbeda, dibelakang mereka ada Ayu sebenarnya apa yang terjadi.


"Mau makan apa hari ini" tanya Dimas malas


" Nggak usah gue bisa pesen ndiri" Kata Ayu yang duduk disamping Andree.


Fauzi yang membantu Dimas sudah membawa nampan berisi makanan pun datang " Nggak usah nanti mubazir ni makanan" Fauzi meletakkan mangkok berisi makanan dan Dimas meletakkan minumannya.


Fauzi pun duduk disamping Dimas tepatnya didepan Ayu mereka berempat menyantap makanan itu.


" Lo bertiga kok bisa bareng kesini?" Dimas memulai pembicaraan.


"Siapa...?" jawab ketiganya kompak.


"Ya siapa lagi kalo bukan kalian lo Fa, lo Ay, dan lo Ndree biasanya kalian mana bisa akur"Dimas yang masih menikmati makanannya.

__ADS_1


" Tauk ni sepupu gue kesambet apaan ngajak ni cewek sepet kesini" Andree menyalahkan Fauzi.


"Kan lo duluan yang ajak dia kesini pake nyalahin gue" Fauzi tak terima.


"La lo juga ikut andil ****" Andree sewot.


"Brisiiiik!!!!! intinya ya Dim ni anak dua yang ajak gue kesini. " Ayu geram.


" Ooo gitu, terus hubungan emak lo sama Fa apaan?"tanya Dimas kembali


" Nggak ada hubungan apa-apa" Fauzi dan Ayu kompak.


"Jadi Fa bukan pacar emak lo?"


"Bukan...." Jawab mereka berdua kompak lagi.


"Kok lo berdua kompakan si jangan-jangan kalo lo jadi bapak mudanya Ayu lo malah ngelonin anaknya terus, dari pada emaknya hhaaahaa"


"Nggak Lucu Dim...." jawab mereka berdua kompak lagi.


"Terus nanti emak sama anaknya sama-sama punya anak dari lo, terus anaknya Ayu manggil lo apaan dong Bapak apa kakek?" Dimas terus aja nrocos nggak henti-hentinya.


Ayu yang geram tak main-main melemparkan sedok yang ada ditangannya tepat mengenai jidatnya hingga ada bekas kemerahan lalu pergi sedangkan Fauzi ia menyiram Dimas dengaan es teh yang sedang ia minum lalu pergi tanpa dosa.Andree yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini mengambil makuk dan menaruhnya diatas kepala Dimas lengkap sudah penderiraannya hari ini.


"Lo diem dulu Dim" Andree mengeluarkan ponsel dari sakunya dan memotret Dimas dengan keadaan yang mengenaskan ia pun lari menyusul Fauzi dan Ayu.


"Kampreeet lo Ndree, sialan lo semua" Dimas berteriak seisi kantin pun memandang Dimas ada juga yang mengabadikan momen langka itu dengan kamera ponselnya.


Dimas yang menyadari menaruh mangkuk itu kemeja dan ingin pergi karena ia sangat malu dengan kejadian ini.

__ADS_1


"Woy Bayar Dulu" suwara Bu Kantin menggelegar menatap tajam Dimas.


__ADS_2