
"Pagi Bidadari mungilku, gimana bagus nggak pemandangannya?"
Ayu memandang sekelilingnya begitu indah dan asri lalu ia menatap pemuda yang berada disampingnya. Pemuda yang tidak begitu jelas wajahnya.
" Bagaimana Bidadari Mungil kamu suka?" tanya pemuda itu.
Ayu hanya menganggukinya masih penasaran dengan pemuda itu, hingga pemuda itu mengeluarkan 2 kalung berliontin R dan A, pemuda itu memberikan kalung berliontin R, menyimpan kembali kalung berliontin A, " Jaga dan simpan baik-baik bidadari mungilku singga saat tiba waktunya nanti".
" Gue nggak ngrti semua ini" Ayu bertanya pada pemuda itu tapi sang pemuda malah berjalan menjauhi Ayu, Ayu berusaha mengenarnya namun kakinya tersandung.
BRUUUKK.......
" Aawwww......." Ringisnya kesakitan " Lah gue kok dirumah, jadi tadi cuma mimpi dong tapi kok kaya nyata banget y?" heran Ayu langsung melihat selimut yang masih lekat ditubuhnya " Perasaan tadi malem gue nggak pake slimut kenapa ni slimut disini.
" Udah bangun lo?" swara pemuda yang bersumber dari meja makan.
" Lo kok lo ada disini? Lo semalem nginep Fa?" tanya Ayu curiga.
Fauzi yang melihat kekhawatiran di wajah Ayu semakin ingin menjailinya. " Emang lo nggak inget semalem kita abis ngapain aja?".
" Looo, tadi malem nglakuin itu?" wajah Ayu semakin pucat.
__ADS_1
" Nglakuin apa? kita nggak nglakuin apa-apa, no yanh resek no, masa dia yang pesen makan masa gue yang seruh bayar" Celetuk Dimas dari arah pintu.
" Lo sejak kapan disini Dim?" ucap Ayu yanh semakin dibuat bingung.
" La lo ngapa nanya ama gue lo kan bisa nanya yang lagi nangkring di meja makan, tadi pagi kan gue bereng dia ma Andree kesini berhubung Andree lagi jemput cewek-cewek dia pesen makanan, lah malah gue disuruh bayar semuanya, tekor gue", Dimas menuju meja makan.
Ayu yang mendengar perkataan Dimas menatap Fauzi seperti singa yang ingin menerkam mangsanya." Awas lo Fa udah bikin gue sport jantung" batinnya." Lo berdua juga nggak minta izin gue main masuk kerumah orang nylonong aja!"
" Eh kita dah salam, udah nge bel, udah gedor-gedor rumah lo, berbagai macam cara gue lakuin buat dibukain pintu ama lo , ampe gue ditimpuk sapu ama tangga samping rumah lo kan nggak lucu kegantengan gue ternodai sama timpukan sapu, eh ternyata Fauzi nemuin kuncinya, terus kita masuk deh. Pas kita masuk eh lo nya malah masih ngebo, mana dibangininnya susah banget lagi" Ucap Dimas panjang kali lebar kali tinggi.
" Oooo" respon Ayu ikut nimbrung dimeja makan ikutan makan.
" Siap-siap kesekolah pasih pagi juga" Jawabnya yang masih menikmati santapannya.
" Pagi-pagi mata lo soak no liat jam uadah jam setengah sembilan siang" Dimas melemparkan bungkus makanan ke arah Ayu.
" Whats telat dong gue kesekolah'' Ayu panik.
Tingkah Ayu membuat Fauzi geram hingga ia memberi jitak an sendok pada kening Ayu " Lo bener-bener udah pikun ya hari ini tu tanggal merah libur kali"
" Terus ngapain lo nyuruh gue siap-siap" Ayu kembali bertanya pada keduanya.
__ADS_1
" Lo bener-bener ya, sono siap-siap ntar Andree dateng, lo belon siap makin panjang urusannya" Dimas Frustasi.
" Emang ada cowok sok cool juga" tanya Ayu lagi membuat Fauzi dan Dimas merasa gemas sendiri.
" Astaghfirllah, Ya Allah tolonglah hamba mu ini, Sekarang lo mau gue mandiin apa mandi sendiri?" Jawaban Fa sukses membuat Ayu langsung bebersih diri.
" Kalo dari tadi lo kek gitu urusannya nggak bakal ribet Fa" mengacungkan jempolnya.
Andree, Zahra, dan Viara sudah tiba Ayu yang sudah rapih semakin bingung mengapa semua orang ada dirumahnya. Tanpa banyak komentar mereka berenam langsung menuju Mobil yang akan ditumpanginya ke Surabaya dimana Diah berada.
Mengingat hari ini adalah hari Jumat, perjalanan jauh tak membuat mereka berenam lupa akan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Andree menghentikan mobilnya dihalaman Masjid yang letaknya tak jauh dari jalan raya. Sementara Para para pria Sholat Jumat, Para Wanita pun lebih memilih kekedai makan yang tak jauh dari kompleks masjid itu, setelah menunaikan kewajibannya, dan mengisi perutnya mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Akhirnya mereka pun tiba dirumah Diah dan Daniel mereka lebih memilih tinggal sendiri dari pada bersama orang tua mereka.
Diah terkejut mendapati sahabat dan temannya datang menemuinya. Wajah ibu hamil iti nampak berseri..... melihat sahabatnya datang
"Yaampun kok nggak ngabarin kalo mau dateng tau gitukan gue masakin yanh spesial buat kalian" ucap Diah sembari menyuruh mereka masuk.
" Udah gede aja perut lo Diy, boleh pegang nggaak" Ayu yang masih melirik perut buncit Diah sampai akhirnya mendapat anggukan dari Diah " Diy bayi lo gerak-gerak, pengen deh" wajahnya sumringah
" Lo pengin punya beby nanti kita bikin yaa"
Bersambung.....
__ADS_1