S'SMK

S'SMK
~Hujan~


__ADS_3

Suasana yang hening dan sepi sekolah membuat langkah kaki terdengar jelas. Kedua gadis berjalan beriringan menuju gerbang sekolah yang pintunya sudah di tutup setengah oleh Pak Satpam.


"Ay aku pulang dulu ya udah dijemput" Berlari meninggalkan Ayu.


"Ok Titi DJ" Jawabnya menaiki sepedanya.


Zahra yang tadi berlari berhenti membalikkan badannya menghadap Ayu " Kamu nggak ada niatan dugem bareng Titi Dj kan?"


''Ati-ati di jalan lola" Ayu menggoes sepeda dan berlalu meninggalkan Zahra.


"Ok....." Zahra berjalan menuju jemputannya " Eh tadi Ayu ngapain bilang Titi Dj ya? mmm mungkin dia ngefans sama Titi Dj".


Tidak ada tanda-tanda akan turun hujan, tetapi awan yang semula putih lama-kelamaan kian menggelap tak lama kemudian gerimis melanda hati eh bumi maksudnya.


Andree yang sedang asik mengendarai motor dan bersenandung ria tersadar ada tetesan benda cair dilengannya " Anjiir siapa yang kencingin gue ni?" Andree mendongak tiba-tiba hujan turun dengan lebat." Kampreet ujan nggak bisa nego bentar apa ya pedes mata gue".


Andree langsung memilih berteduh di sebuah ruko yang sudah tutup. Disana ternyata sudah ada seorang gadis yang menadahkan tangannya menyentuh dinginnya air hujan yang jatuh dari atap ruko.


Gadis yang mendengar swara motor mendekat langsung membalikkan badannya " Elo cowok tengil sok cool, lo ngapain ke sini, lo buntutin gue?" menunjuk wajah Andree.


"Dasar bocah sepet, kalo gue tau lo disini nggak bakal gue mau kesini" Andree turun dari motornya menghampiri Ayu si bocah sepet menurutnya, dan berdiri dihadapan gadis yang tingginya tidak lebih tinggi dari bahunya.


" Hm.....Bilang aja lo nggak tahan sama air hujan karena sampe lo kena itu air lo bakal MERIANG minimal 3 hari" ucap Ayu memalingkan wajahnya kearah lain.


Andree yang mendengar perkataan Ayu hanya diam " Si sepet kok tau si kelemahan gue? jangan-jangan dia bisa ngeramal lagi tadi aja pas si kelas dia juga tau kalau gue diem-diem ngeliatin dia"


Ayu yang melihat Andree diem langsung membuka tasnya dan mengeluarkan mantol dan tas kresek yang cukup besar. Ayu membuka tas kresek itu dimasukkanlah tas yang biasa dipakai kesekolah dan tak luput sepatu beserta kaus kakinya.


Andree yang melihat kelakuan Ayu hanya menyunggingkan bibirnya " Cewek Sepet, ngapain lo bungkus tas ama sepatu lo? itu mau lo gadein?"


"Brisik lo" Ayu menaruh kresek yang sudah di bungkus rapih ke kerangjang sepedanya.


"Mau kemana lo" tanya Andree yang melihat Ayu menaiki sepedanya.


"Pulanglah gue males lama-lama deket lo, btw tu mantol buat lo" Pergi menyapa rintikan hujan yang masih mengguyur.


Tak sadar Andree tersenyum kecil melihat Ayu seperti anak kecil yang hujan-hujanan " Ternyata si sepet baik juga minjemin gue mantolnya, eh mantolnya tadi mana ya?" batinnya.


Andree melihat sekitarnya mencari mantol yang dikasih Ayu seketika pandangannya tertuju pada tas plastik hitam yang ada diatas tangki bahan bakar motormya itu " Nah pasti itu" berjalan menuju motor dan membuka tas plastik itu.


Pas di buka " Hah Cewek Sepet, Kampret, Anjiir, gue? Pink? Polkadot? nggak salah ni gue pake ni mantel" langsung membelalakkan matannya.


Andree mengusap wajahnya kasar "Pake, enggak, pake, enggak kalo nggak gue pake nanti gue sakit ,kalo dipake apa kata orang ,sial jaket gue ada acara ketinggalan dikelas lagi" batin Andree.


"Bodo deh apa kata orang, penting gue nggak sakit kalo gue sakit gue nggak bisa nagih utang gue sama bocah sepet" gumam Andree.


Dengan berat hati Andree yang cool memakai Mantol warna pink polkadot,. warna kesayangan cewek.

__ADS_1


Tatapan aneh yang sulit diartikan pengendara lain pun mulai tertuju pada Andree bukan apa-apa laki-laki yang gagah mau-maunya memakai mantol pink,sungguh di luar dugaan.


Di tempat lain gadis yang menikmati rintikan air hujan pun senyum-senyum membayangkan cowok sok cool, idaman para cewek disekolahnya memakai jas hujan polkadot


" Ini baru awal permainan kita Andree Adrian Baskoro" ucapnya di tengah guyuran hujan yang tak henti-hentinya mengguyur.


*Rumah Andree*


"Assalamu'alaikum......" Andree memasuki membuka pintu.


Keluarga Andree sedang berkumpul di ruang tamu . "Hahhahahhaa............" tawa keluarganya pecah saat melihat Andree memasuki rumah.


" Apa sih bukannya salam di jawab malah pada ketawa, ngetawain apa si?" ucapnya.


"Lo sejak kapan jadi feminim bang hhhh?'' tanya Reina Angel Baskoro adik Andre sekaligus putri dari Indra Baskoro dan Yuliana Baskoro."


" Maksud lo apaan ngomong gitu na?" Andree kembali bertanya pada Reina.


" Sayang, sejak kapan kamu suka warna pink?" tanya Yuliana sang mama menahan tawa melihat Putra nya.


" Ha Pink, Andree nggak suka pink ma, mama kan tau ka........" ucapannya terpotong ketika ia melihat cermin di depannya menampakkan dirinya yang masih memakai mantel pink poladot.


" HAHHAHAHAHAHA..........." Tawa keluarga Baskoro pun langsung pecah lagi.


Sedangkan Andree yang sudah malu setengah mati berlalu menuju kamarnya. Dibuka mantel yang dikenakan dan diletakkan di atas meja samping tempat tidur Andree.


" Ini semua gara-hara lo, gara-gara lo cewek sepet gara-gara lo, awas aja besok gue bales". ucapan Andree frustasi saking malunya dari mulai jalanan hingga sampai dirumahnya sendiri.


"Assalamu'alaikum......" Ayu memarkirkan sepedanya di teras rumahnya.


"Wa'alukumussalam...... kebiasaan deh hujan-hujanan kan kamu setiap hari bawa jas hujan, kamu nggak pake?" ucap Mirani ibu Ayu.


Ayu berjalan masuk kerumah " Ibuuuk ujan-ujanan itu asik, bisa main air" menunjukkan cengir kudanya agar tidak di marahi ibunya. " Yaudah buk Ayu mandi dulu ya".


Ibu Ayu pun mengangguk, sebenarnya ia tau bahwa anaknya itu suka hujan tetapi tetap saja ia merasa khawatir dengan keadaan kesehatan anak semata wayangnya. Apalagi sejak kehilangan ayahnya karena hujan, Ayu yang dulunya periang, ceria, hangat, sekarang menjadi gadis yang dingin didepan semua orang, kecuali ibunya karena ia tak mau melihat ibunya sedih.


***Chaat Group Srikandi**


Viara : gaees gue punya kabar gembira buat kita semua.


Zahra: Kabar apa Vi jangan bilang kamu mau ghibah.


Diah : lo tu y ra nggak papa lagi sekali-kali ghibah dikit.


Viara : Ih apaan si Zah nggak baik suudzon ama gue tauk.


Ayu : Kabar apaan si.

__ADS_1


Viara : Gue tadi liat cogan cool sekolah


Diah: lah biasa kali mata lo kan mata cogan orang aki-aki aja lo bilang cogan.


Viara: Bukan itu dodol beritanya, lo, lo pasti nggak nyangka kalo Andree Perfect cool school pakai mantel ping polkadokt wkwwkwkw.


Zahra : Kamu jangan gitu Vi nggak baik tau ngetawain orang.


Diah: Apaa gue nggak salah baca Vi? gilaak ini mah kabar besar kalo seisi sekolah tau pasti jadi trending topik di sekolahan.


Diah : lo kenapa si Zah dari tadi kayaknya lo sewot banget*.


Ayu hanya menyimak ocehan para sahabatnya ia tak memperdulikan berita receh. Bukan karena tak peduli dengan sahabatnya tetapi ia males berurusan dengan pria sok cool itu.


Ayu berjalan keluar rumah duduk di teras melihat Bintang yang ada dilangit. Ia diam menatap langit " Bapak Aku kangen " batinnya. Tak terasa bulir bening dari matanya jatuh dipipi Ayu.


" Ayu udah malem, tidur besok sekolah" Ibunya yang berteriak dari dalam rumah.


Ayu yang mendengar kata ibunya langsung masuk ke dalam dan mengunci pintu.


Surya mulai bersinar waktu menunjukkan pukul 07.30 sudah banyak siswa yang datang kesekolahan salah satunya Andree, seperti biasa ia kesekolah menaiki motor sport kesayanyannya semua siswi pun mengalih kan pandangannya kearah Andree.


Andree turun dari motornya tak lama Dimas kawan karibnya datang " Bro gawat...." memegang bahu Andree.


" Apasi Pagi-pagi udah kawat-kawat gue tau gigi lo baru buka pager kawat kemarin" Andree menyindir Dimas yang baru lepas behel karena tidak bebas makan.


" Ih ini tu bener-bener gawat lo tau nggak kenapa cewek-cewek mandangin lo" Dimas mengimbangi langkah Andree yang cukup cepat.


" Taulah karana gue Ganteng ****, makannya cewek cewek liat gue" Ucap Andree.


" Gue nggak **** lo yang ****, ****...... no liat seisi koridor terpampang foto lo pake mantel ping polkadot" Geram Dimas menunjukan foto yang terpampang jelas di hadapan mereka.


Ayu dan Zahra yang tiba-tiba di samping Dimas ikut melihat foto Andree. "Bagus juga buat sensasi" ucapan Ayu berhasil mengalihkan pandangan semua orang ke dirinya.


"Brani banget si Ayu sama Andree".


"Ngapan si ikut-ikutan diomelin Andree baru tau rasa tu anak".


"Nggak salah denger ni ada yang brani bangunin singa tidur"


"Kita liat aja keseruan ini"


Seisi koridor ramai dengan bisikan-bisikan siswa.


Zahra, Dimas, dan Andree pun serentak menengok ke arah Ayu yang berucap tanpa dosa dan Ayu hanya berlalu meninggalkan ketiganya tanpa basa-basi.


" Ceweekkk Sepeet pasti ini gara-ga......" ucapan Andree terpotong

__ADS_1


" Dua-satu" ucap Ayu tanpa mengembalikan badan dan mengkode dengan jari tangannya dan pergi ke kelas.


Andree mengusap rambutnya kasar "Dasar Cewek Sepeet"


__ADS_2