S'SMK

S'SMK
Bab 41


__ADS_3

"Iya gue udah jadian sama Qila kenapa?" jawab Andree mantab.


" Kenapa urusannya jadi runyem gini si, lo nggak tau Ndree kalo sekarang Viara pacaran ama Rendy" mendengar Fa, Andree mencerna ucapan Fa yang ia tau Rendy adalah orang yang merebut Rasya dari Dimas terus apa hubungannya sama Qila pikirnya.


Geram dengan perilaku Andree yang belum bisa memahami kalimat keduanya Fa langsung menjelaskan secara detail " Sampe kapan gob**k lo di pelihara si, gini ya Viara sekarang pacaran sama Rendy orang yang udah ngrebut Rasya dari Dimas, sedangkan Qila itu kakaknya Rasya dan sekarang dia (Qila) nggak cuma ngejalin hubungan sama lo tapi sama Rendy dan hubungannya sama elo, sory Bro dia udah ngehianatin elo"


Andree hanya terdiam sembari menatap langit yang sedikit mendung dia bukan orang yang gegabah untuk menyimpulkan sesuatu apalagi hanya omongan walaupun dari orang-orang terdekatnya.


" Eh kucai lo nggak lagi kesambet kan?" celetuk Dimas duduk disamping Andree


" Gue mau bukti" sarkas Andree masih menatap langit yang kian menggelap.


" Lo nanti ikut kita aja pulang sekolah"Fa menepuk pundak Andree ia tau bahwa sepupunya saat ini sedang bad mood gara-gara dirinya.


Teeeet.........Teeeett......Teeet (Bel Pulang Sekolah)


Seperti rencana awal Fa, Ayu dan Dimas untuk membongkar kedok Rendy sebelumnya mereka telah mencari info tentang Rendy dan Qila terlebih dahulu dan akhirnya mereka mengetahui bahwa keduanya malam ini ketemuan disalah satu Resto yang tak jauh dari sekolah mereka.


"Halo Ay lo dimana?" tanya Dimas melalui ponselnya karena ia belum menemukan keberadaan Ayu.


" Dirumah kenapa si?"


" Dasar lo tu bener-bener TUA ya "


"Apa lo ngatain gue tua? gue masih muda keles"


"Udah deh jangan banyak ba*ot lo, lo lupa apa hari ini kita mau bongkar kedok Rendy pikun banget si jadi orang"


"Yaampun Dim gue lupa suer"


"Nggak usah banyak komentar sekarang lo cepet kesini "


"Tap....."Tuuuuut sambungan diakhiri sepihak oleh Dimas.


"Aduh kenapa bisa kelupaan gini si" gumamnya tak lama ia menerima pesan dari Viara dan Zahra bahwa mereka telah sampai ke resto yang sudah direncanakan, Ia bingung karena ia sudah diwanti-wanti oleh ibunya agar tidak keluar malam ini ia berusaha mbujuk ibunya agar memberinya izin untuk keluar tapi tetap saja Ibunya kekeuh agar Ayu tetap dirumah. Ayu pun menuruti dan akhirnya ia ngerem di kamarnya.


Tok....tok...tok swara ketukan pintu kamar Ayu.

__ADS_1


Ayu membukakan pintunya dengan mata yang sedikit tertutup karena ia ketiduran " Kenapa ketok pintu bu? Biasanya ibu juga langsung masuk"


"Oh jadi besok langsung masuk boleh ni?"Swara berat pemuda itu sudah tak asing lagi buat Ayu langsung membuka matanya." Malah tidur udah ditungguin dari tadi juga".


" Fa lo kok ada disini?" Ayu masih mengira bahwa dirinya sedang bermimpi.


" Udah mending lo ganti baju sekarang!" perintahnya.


"Tapi Gu...." Ucapnya terputus


"Ganti baju sendiri apa mau gue yang gantiin?" godanya.


" Ih ogah, lagian gue nggak diijinin Ibu Keluar"nadanya meninggi.


Bu Mira mendengar swara Ayu dan menghampirinya " Kamu nggak bilang kalo pergi sama Nak Fa yaudah sekarang kamu ganti baju terus pergi nggak papa" tuturnya lalu pergi kekamarnya.


Ayu pun berganti pakaian ia mengenakan gamis navy dipadukan dengan hijaab pashmina baby pink, mengoleskan bedak tipis dipipinya membuat ia sangat anggun apalagi ia jarang memakai gamis palingan hanya kaos lengan panjang dan rok itupun ia selalu memakai hijab instan.


Fauzi yang melihatnya tersenyum sekilas lalu segera berangkat mengingat semua temannya sudah ada disana hanya mereka berdua yang belum nampak batang hidungnya.


Setelah mereka sampai didepan pintu resto mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana ketika Fa melepaskan jaketnya dan berjalan sejajar bersama Ayu seperti pasangan kekasih, pasalnya Fa mengenakan kaos yang berwarna sama dengan gamis yang Ayu kenakan tanpa mereka sadari.


" Makasih udah dibulang cantik" jawab Ayu kepedean dibilang cantik oleh Dimas.


" Mau lo dandan secantik apapun lo tetep aja sepet dimata gue" celetuk Andree yang langsung menerima sambaran kotak tissu dari Ayu.


" Eh cowok tengil kucai dasar lo..... awww" jawabnya terputus ketika ujung hijabnya ditarik oleh Dimas yang mana memberikan kode untuk duduk dan tidak lagi berdebat dengan Andree.


" Yaampun Ayu kamu cantik banget , seterusnya kaya gini aja ya" ucap Zahra yang berasa disampingnya pas.


" Iya Zah tapi gue nggak pd pake kaya gini,"


Tak lama mereka berbincang-bincang target yang mereka incar sudah datang. Viara melihat Rendy bersama dengan perempuan lain membuatnya merasa ingin langsung menghajar perempuan itu tapi ketika ia beranjak tangannya langsung ditahan oleh Ayu, Ayu mengatakan untuk menunggu waktu yang tepat untuknya menghajar sang Bajin*** itu. Emosi bukan hanya dirasakan oleh Viara namun juga oleh Andree tapi ia memilih untuk meredam emosinya. Sedangkan Zahra yanh tak tahu menahu lebih memilih menikmati hidangan yang telah dipesannya tadi sungguh tidak tahu sikond ia masih melanjutkan aktivitasnya tak sadar semua temannya sedang mengamati sesuatu.


"Kira-kira dalam hitungan berapa kedoknya terbongkar?" tanya Fa kepada Ayu dan Dimas.


"So pasti setelah nona manis menginginkan pertunjukan drama lah" jawab Dimas seraya melihat kearah Ayu, Ayu pun tersenyum dan mengerti ucapan Dimas.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Ayu menjentikkan Jarinya "Ctik...." " kita mulai menonton drama guys"


"Maksud lo apa Ay?'' tanya Viara tak dipedulikan oleh Ayu. " Tu liat aja dramanya"


Setelah Ayu menjentikkan jari tak lama ada seorang perempuan menghampiri meja Rendy menyiramkan minuman pada mukanya sontak membuat Rendy marah tapi tak berselang lama sebelum Rendy memarahi sang perempuan, ada perempuan yang lain melemparkan tamparan tepat dipipinya meninggalkan cap lima jari disana, hingga kejadian itu terulang sebanyak 14 kali mungkin akan menjadi 15 kali jika viara ikut menamparnya. Hingga wajah Rendy kini telah dipenuhi puluhan cap jari.


Kejadian itu sontak mengundang perhatian semua orang yang ada disana banyak dari mereka mentertawakan Rendy tak terkecuali Fa Ayu dan Dimas mereka tertawa terbahak-bahak. Viara yang tak tahan melihat itu ia mendekat ke meja Rendy dan Qila.


"Rendy....!!!!" Plak......Viara menamparnya kembali " Maksudnya ini apa coba lo bisa-bisanya jalan ama cewek lain elo anggep gue apa selama ini bangs*t" teriak Viara.


Rendy mengusap 15 bekas tamparan diwajahnya ia sangat merasa dipermalukan emosinya memuncak ketika ia menerima tamparan Viara ia tersenyum sinis memandang semua perempuan yang telah menamparnya.


" Eh Vi lo tanya gue nganggep lo apa? gue cuma nganggep lo mainan gue bukan hanya elo tapu semua cewek yang udah nampar gue" jelasnya.


Dimas emosi mendengar pernyataan Rendy ia langsung menghajar Rendy secara tiba-tiba.


Bak...


Bik...


Buk..


Dimas menghajat sampa Rendy tersungkur jatuh ke lantai. Rendy tidak bisa berkutik ketika Dimas mengunci pertahanannya. " Brengs*k lo dasar Bangs*t berani-braninya lo mainin hati cewek seenak jidat lo setelah apa yang lo lakuin ke Rasya dulu ha?"


" Apa lo bilang Rasya? adek gue? bukannya dia nggak ada gara-gara lo, sekarang gue minta lo lepasin Rendy sekarang, gue bilang lepasin sekarang atau gue akan bikin perhitungan ama lo Dimas" ancam Qila


" Lo yang berurusan sama gue Qila" swara berat Andree mengheningkan seketika suasana.


Tubuh Qila bergetar " A... Andree"


" Kenapa? lo tu udah dimanfaatin sama cowok buaya ini, yang bikin adek lo frustasi dan milih ngakhirin hidupnya bukan karena dimas tapi karena Rendy" ucapnya penuh kekecewaan, Andree pun bergegas meninggalkan resto itu disusul oleh Zahra.


"Udah Dim jangan ngotorin tangan lo buat ngehajar si ******** nggak bermoral itu" ucap Ayu yang langsung diangguki oleh Dimas.


Mereka berempat pun memilih untuk mencari keberadaan Andree dan Zahra.


Bersambung.....

__ADS_1


Hy Readers jangan lupa like, koment, Vote


__ADS_2