
" Hai kakel" ucap Ayu menyunggingkan senyum nya. Bella hanya menatapnya datar tapi tetap saja rasa khawatir nampak jelas diwajahnya setelah melihat Ayu " Jangan kaget gitu dong gue kesini mau ngasih selamat atas kelulusan elo kok" Ayu mengulurkan tangannya namun tak kunjung di balas oleh Bella.
Ayu kembali menarik tangannya menggembungkan pipi, peka terhadap sifat lawan bicaranya itu. Bella dan Laura beranjak meninggalkan Ayu, berjalan menuju aula tempat diselenggarakannya acara.
Kebahagiaan dan kesedihan bercampur aduk, menyelimuti semua orang yang berada diruangan yang cukup luas ini. Sambutan demi sambutan dan salam perpisahan dari wakil kelas XII telah disampaikan kini saatnya pertunjukkan menampilkan perjuangan kelas XII saat pertama kali menginjakkan kaki di sekolah sampai pada saat ini. Sungguh momen yang sangat mengharukan.
Dimas yang baru datang langsung duduk disamping Ayu, menonton acara wisuda kakak tingkatan mereka lewat LCD kelas yang terhubung langsung ruang Aula. Suasana seketika hening ketika melihat cuplikan akhir video yang menampilkan mengenai pertengkaran Ayu dan Bella dirooftop.
Diluar dugaan video itu juga memperlihatkan ketika Bella mendorong Ayu dari tangga tak ada kejadian yang terpotong sedikitpun dari video itu, berbeda dengan video yang disebarkan oleh Bella.
" Lo yang nglakuin ini Ay?" tanya Dimas penasaran. Ayu tak bergeming mendapat pertanyaan dari Dimas bukan hanya Dimas semua temannya kini melihat kearahnya ingin mengetahui kejadian sebenarnya.
Dilain sisi kini Bella ditarik keluar oleh Ayahnya 'Plak....' Bella diam ketika mendapat tamparan dari sang Ayah " Anak bod*h kamu tau apa yang kamu lakuin itu, hanya membuang waktu Ayah dengan hal yang nggak berguna kaya gini" dengan nada tinggi Hendry meluapkan kekesalannya pada Bella. Bella masih terdiam mencerna kaliamat ayahnya " dan apa-apaan tadi kamu bisa-bisanya mau nyelakain orang kamu sudah gila apa"
Bella menatap sang ayah menampakkan senyum getirnya mendengar pernyataan yang menyakitkan hatinya" Apa? ayah bilang kelulusan aku nggak penting, oh ya itu karena Ayah terlalu disibukkan dengan harta kekayaan iya kan, ayah selalu kerja sampai nggak ada waktu buat aku" Bella mengusap kasar air matanya " dan untuk yang aku lakuin itu belum ada apa-apanya dubanding perbuatan ayah dulu" ucapnya histeris.
" Apa kamu bilang" Hendri ingin melayangkan tamparannya lagi namun Ayu segera mengehentikan aksinya itu. " jangan kau ikut campur urusan ku dengan putriku"
" Saya tidak akan ikut campur jika anda tidak melakukan penganiayaan terhadap putri anda" tegas Ayu yang berada di antara ayah dan putri.
" Bukan kah kau gadis yang ada divideo tadi" ucap Hendry memastikan.
" Ya anda benar, saya gadis itu" ucapnya datar.
" Lalu kenapa kau membela orang yang ingin mencelakakanmu, apa kau ingin mengambil keuntungan dari kejadian ini agar saya berbelas kasih bersedekah denganmu?"
"Ayaaahhh....." kali ini Bella memberanikan diri menentaang sang ayah namun ditahan Ayu.
__ADS_1
" Anda tenang saja harta anda tidak akan berkurang secuil kuku pun, saya tidak tertarik dengan harta saya hanya menyayangkan sikap anda terhadap putri anda sendiri, apa ini yang selalu anda lakukan jika berhadapan dengan putri anda?" Ucap Ayu lalu pergi menyusul Dimas keruang Aula.
Mereka ingin mengetahui siapa yang telah mengungkap fakta ini, karena tak satupun dari Ayu dan Dimas bisa mengungkapnya bahkan mereka tidak mendapatkan rekaman utuh CCTV yang mungkin telah dihapus sebagian oleh Bella.
"Lo yakin nggak ada orang masukin cuplikan Video itu ?" tanya Dimas pada salah satu panitia penyelenggara.
" Gue yakin bro nggak ada yang bisa buka laptop ini kecuali panitia penyelenggara jadi udah pasti kalo nggak ada orang yang nyisipin rekaman itu, tapi gue heran tadi malam pas gue cek semuanya aman bahkan nggak ada tu rekaman itu" ucap panitia yang menangani pertunjukan
" Masak iya setan yang nyisipin" timpal Ayu menenggelamkan wajahnya ditekukan tangan.
" Syukurin aja lah, jadi lo nggak harus pusing sama masalah Bella" ujar Dimas.
Ayu semakin pusing dibuatnya ia kembali kesekolah untuk menyelesaikan masalahnya dengan Bella namun kesalahpahaman pasti akan memperburuk masalah.
**
WA
Pesan tak bertuan itu hanya diabaikan oleh Ayu. Ia membuka satu persatu foto yang berada diponselnya menggeser setiap foto yang kebanyakan gambar Viara hingga jempolnya berhenti di foto dirinya dan Fa yang saat itu diambil ketika momen tahlilan satu tahun kepergian sang ayah.
" cowok sok ganteng" gumamnya.
tersenyum mengingat kembali akan hal konyol yang selalu dilalui bersamanya.
WA
Dimas : Gue tunggu lo di cafe biasa, GPL
__ADS_1
Ayu mendengus kesal baru saja ia akan mengistirahatkan jiwa raganya, tanpa pikir panjang Ayu segera menemui Dimas.
"Apa" ketusnya saat berada dihadapan Dimas.
"Anjiir salam kek, kaget tau nggak" Dimas mengeluarkan sebuah artikel dan menaruhnya dihadapan Ayu" ni"
" Apa ni" sontak Dimas kesal lalu ia menunjuk judul yang ada pada artikel itu. " Iya gue tau ini kasus satu tahun lalu dari sekolahnya Fa dulu kan, maksudnya lo ngapain nunjukkin ini ke gue?"
" Elo tau kenapa Bella nglakuin itu ke elo?" Dimas melirihkan swaranya dan lebih dekat dengan Ayu.
" Enggak, yang gue tau dia suka sama cowok tengil tapi gue nggak tau kenapa dia bisa nglakuin hal sebodoh itu ke gue" jujurnya ia mengambil buku menu dan memesannya karena kebetulan ia juga belum makan malam.
Dimas menarik napas dan menghembuskannya"Ok gue kasih tau yang sebenernya, Cewek ini mantan Fauzi, dan yang ini adalah sahabatnya, singkatnya mereka berantem merebutkan Fa karena Fa udah tau yang sebenernya jadi dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya namun cewek ini psikopat dia nggak mau sahabatnya bisa dapetin Fa makannya ia menarik sahabatnya untuk mengakhiri hidup bersama terjun dari rooftop agar salah satu dari mereka nggak ada yang bisa dapetin Fa"
Ayu terkejut mendengar apa yang barusan didengarnya tubuhnya berasa lemas " terus, apa yang terjadi"
'' Gue nggak tau selanjutnya keadaan mereka, tapi yang pasti cewek ini adalah adiknya Bella, gue tau setelah dapet informasi dari Andree ketika dia menunjukkan foto kecil mereka, orang tuanya pisah saat mereka SMP Bella sama Ayahnya pindah kesini, Ibu dan Adeknya pindah ke Jakarta, aslinya mereka tinggal di Surabaya. Jadi kesumpulannya Bella ngelakuin itu ke lo mau balas dendam adiknya ke Fa lewat elo, pinterkan gue" dengan PD nya Dimas membanggakan diri.
" Karena lo tau dari gue, bangs*t" suara yang paling dibenci oleh Ayu kini sedang ada dihadapannya.
" Ngapain si lo balik lagi, udah bagus gue nggak liat lo seminggu ini"
Like, komen & vote
Ni bonus buat readers Visual Andree Adrian Baskoro.
__ADS_1