
" Maaf kata lo?" sarkas Bella.
" La terus?" Ayu menaikkan satu alisnya.
Bella geram dengan ekspresi yang ditunjuukkan Ayu menurutnya ekspresi Ayu menyebalkan " Eh cewek miskin lo tu nggak ada sopan-sopannya ya sama kakak kelas " tutur Bella menekankan kata miskin.
Ayu tersenyum miring mendengar perkataan Bella " Hm..... buat apa sopan sama orang yang nggak bisa ngehargain orang lain"
" Lo emang nggak punya urat malu ya, udah miskin belagu lagi" Bella masih tak henti-hentinya mencela Ayu tak mepedulikan semua orang yang berada di perpus menatap keduanya.
Ayu mengembangkan senyum lalu tertawa membuat semua orang heran tak terkecuali Bella yang sedari tadi mencelanya " Yang nggak punya urat malu itu gue apa lo?"
Bella membelalakkan mata tak terima dengan jawaban Ayu " Lo ngatain gue nggak punya malu? Yang harusnya malu tu elo kismin, susah ya ngomong sama orang miskin kaya elo" Bella sedikit membentak Ayu sontak Andree langsung menghampiri keduanya.
" Eh nenek lampir lo bisa nggak jaga mulut uler lo itu!" Tutur Andree dengan tatapan elangnya membuat nyali Bella menciut.
" An- Andree nggak-nggak gitu, aku cuma mau ngasih pelajaran aja sama si kismin dan.... " ucapnya terpotong oleh Andree. " Yang nggak punya urat malu itu lo bukan Ayu!" nadanya sedikit membentak.
__ADS_1
Bella melirik Ayu" Eh lo kismin!" Ayu hanya meliriknya sekilas lalu beranjak pergi meninggalkan perpus, sedangakan Bella ia sudah sangat kesal dibuatnya " Tunggu aja tanggal mainnya kismin" batinnya.
Ayu berjalan menyusuri koridor ia berjalan sesuai arah kakinya melangkah pandangannya memang lurus kedepan tetapi tatapannya kosong kearah pohon rindang yang berada di tamang belakang sekolah. Ia duduk termenung membolak-balikan lemabaran novel yang ia bawa.
"Lo masih kepikiran sama ucapan nenek sihir tadi?" Swara berat yang langsung Ayu tau siapa empunya. Ayu melirik sekilas netra hitamnya memicing memastikan tebakannya itu benar.
" Gue lupak" tuturnya.
" Nggak usah bohong gitu, gue tau lo masih kepikiran kan" ujarnya yang hanya dibalas senyum tipis oleh Ayu.
" Gue tau lo udah lupa, nanti malem gue jemput lo jam delapan malam nggak ada penolakan ok"
" Mau kemana Fa, gue mager?" tanyanya penasaran bukannya mendapat jawaban eh malah ia ditinggal pergi, Ayu mengerutkan dahinya " Ini kenapa si nggak biasanya" gumam Ayu.
∆°∆
Jam delapan tepat, sesuai perjanjian Fa sudah berada di pelataran rumah Ayu yang disambut hangat oleh Bu Mira, Fa mengucapkan salam lalu mencium tangan Bu Mira. Tak lama Ayu keluar dengan tampilan casual. Tak ingin menunda waktu lebih lama mereka langsung berpamitan kepada Bu Mira.
__ADS_1
Didalam mobil hanya suwasana hening yang menyelimuti tak ada yang memulai pembicaraan. Hingga mobil Fa terpakir di halaman rumah mewah bernuansa putih dengan absen emas. Ayu memperhatikan sekelilingnya nampak tak asing baginya. Fa membuka Pintu rumah itu seraya mengucap salam. Ayu mengekor dibelakang Fa, ia mengedarkan pandangannya ia merasa canggung ternyata disana banyak orang dengan tampilan formal ia melihat ke arah Fa " Lo ngapain bawa gue kesini, ini acara apa coba" Bisiknya.
" Ini tu rumah gue, Gue bawa lo kesini cuma mau ngenalin lo ke bokap gue biar gue nggak di jodoh-jodohin lagi dan satu lagi ini acara ulang tahun bokap gue" jawab Fa datar.
" Ngapain juga lo nyeret- nyeret gue ke masalah lo?" ujar Ayu yang dibalas cengir kuda oleh Fa." cukup lo aja, lagian ibu nganggep kita pacaran kan biar sekalian"
" Liat dong tampilan gue, nggak pantes banget"
" Lo pake apapun tetep cantik kok" tutur Fa, yang berhasil membuat pipi Ayu merah kek udang rebus.
Ayu berusaha menegakkan pandangannya kembali hingga netra hitamnya mengarah pada pria paruh baya bersetelan jas hitam berdasi kupu-kupu " Di....diiia......" ucapnya terbata-bata tubuhnya bergetar.
Bersambung.......
¶**Aduh siapa yang dilihat Ayu ya kok sampe gemeteran gitu ya.
¶Jangan lupa like vote & koment readers**
__ADS_1