
Byuuuur....... Air menhenai wajah Ayu " Eh kenapa ni bocor ya" tuturnya masih menutup kedua matanya.
'' Udah jam setengah tujuh kamu nggak sekolah?" ucap Bu Mira yang sudah frustasi sedari tadi membangunkan Ayu namun tak kunjung bangun akhirnya Bu Mira menyiramnya agar Ayu segera bangun.
"Apa? setengah tujuh" Ayu membelalakkan matanya menatap jam dan jadwal secara bergantian " ****** gue ada Pak Sar " Ia bergegas mengambil handuk berlari kekamar mandi untuk mencuci mukanya, memakai seragamnya dan mengambil tasnya.
" Lho kamu nggak mandi?" teriak Bu Mira ketika Ayu berjalan keluar kamarnya.
" Nggak keburu buk " jawabnya menyemprotkan minyak wangi diberbagai arah. " Yaudah Buk Ayu berangkat Assalamu'alaikum.
"Wa'alaikumsalam, nggak bapak nggak anak sama aja kelakuannya"
"Huh kurang lima menit lagi" Ayu mengecek jam tangannya ia melihat pintu gerbang akan ditutup oleh Pak Satpam ia melajukan sepedanya hingga ia berhasil masuk sebelum pintu gerbang tertutup "Assalamu'alaikum Pak Bon ganteng banget hari ini" Pak Bono jadi salting mendengar pujian dari Ayu.
Ayu berjalan dikoridur yang sudah sepi karena bel masuk telah dari tadi berbunyi. " Coba aja tadi malem nggak ikut sampe pagi pasti nasib gue nggak bakal kaya gini"
Bruuuuk...... Ayu terjatuh setelah ada kaki yang tiba-tiba menyandung kakinya. " Awwwwh " Ayu bangkit dari posisinya.
" Ups Sory kismin gue nggak sengaja, sakit ya?" ucap Bella penuh kebencian.
" Lo, ...?" pekiknya masih mengelus lututnya yang sakit.
" Iya ini gue kenapa? kemarin lo sok brani tapi sekarang lo mlempem gini hahaa" ucap Bella masih dengan sorotan kebencian di matanya.
Ayu menyunggingkan senyun miring " Sory kakak kelas yang terhormat gue nggak punya waktu buat ngladenin orang sarap kayak elo".
Bela tersulut emosi ketika ia dikatai oleh Ayu tanpa basa-basi ia ingin menampar Ayu tapi niatnya tak berhasil ketika tangan kekar menahan tangan Bella. " Andree..... "
" Dasar uler, brani-braninya lo mau nampar dia?" ucap Andree melepaskan tangan Bella.
" Andree.... yang uler tu dia, dia pasti udah melet kamu jadi kamu belain dia terus" tukas Bella yang langsung diberi tamparan oleh Ayu " Ups sory kakel gue kelepasan" Andree pun terkekeh melihat ekspresi Bella yang lucu.
" Satu lagi, gue nggak selemah yang lo kira" celetuk Ayu dengan penuh penekanan.
" Udah pet nggak guna ngomong sama uler" Andree menarik tas Ayu dan pergi meninggalkan Bella.
__ADS_1
"Lepasin kalik, moduskan lo buat deket-deket sama gue?"
" Bisa nggak si sehari aja lo nggak debat ama gue, gue pusing denger ocehan lo'' jawab Andree santuy " Kok pintunya ketutup si?"
"Ya karena nggak dibuka gobl*k" Tiba tiba Dimas dan Fa sudah berada dibelakang Ayu dan Andree.
" Ooo, lho lo berdua ada disini?" tanya Andree bingung.
" Ya karena kita nggak ada di kelas somplak" jawab Dimas
" Jawab lo nggak mutu tau nggak" Fa menjitak kepala Dimas.
" Brisik tau nggak, Lo nggak inget inikan mapelnya Pak Sar gimana dong"
Ayu menghela napas.
"Pak Sar?" tanya Dimas.
" Iya *****, ini tu jadwal guru killer super ngeselin, njengkelin, dan mbosenin" jawab Ayu dengan nada berapi-api.
" Lo bedua kenapa si, aneh banget lo berdua pasti udah kesel banget kan sama tu orang coba aja kalo disini gue..." Andree menyenggol siku Ayu mengkode untuk melihat kebelakang, Ayu melirik kearah Fa dan Dimas merekapun juga sama mengkode untuk melihat kebelakang, belum juga ia menoleh swara berat terdengar.
" Kalian berempat ikut saya" swaraa Pak Sar menggelegar hingga terdengar sampai semua siswi yang berada di lantai dua keluar ingin melihat sasaran amukan Pak Sar.
" Kemana Pak?" tanya Ayu. Mendapat tatapan tajam dari Pak Sar " Ke kantin"
" Yaudah ayo pak" jawab Ayu kembali dengan dengan wajah sumringah.
Pak sar tak habis fikir dengan jawaban Ayu " Ayu Widyawati saya ini guru BK bukan tukang kantin!"
" Iya saya tau bapak guru BK, siapa yang bilang bapak tukang kantin kita kan nggak ada yang bilang" pernyataan Ayu membuat Pak Sar semakin geram berbeda dengan para murid yang terhibur dengan drama kolosal dipagi hari apalagi menyangkut dengan Guru Killer kesayangan mereka.
" Cukuuuup sekarang kalian ikut sata ke ruang BK" sarkas Pak Sar.
" Eh Ay ada hiburan apa lagi ni" tukas Dimas mengerlingkan matanya.
__ADS_1
" Uuuh gue juga penasaran yaudah yuk" jawab Ayu bersemangat tidak mengikuti jam pelajaran selanjutnya.
¶|•
" Ayu Widyawati, Andree adrian Baskoro, Fauzi Ahmad Renanda, dan Dimas Aryanka Putra,"
" Iya kami Pak" keempatnya kompak.
" Kalian tau kesalahan kalian apa?"
" Telat Pak" serempak.
" Kalian tu idola di sekolah, tapi kelakuan kalian nggak sebanding dengan kepopuleran kalian, maj sampai kapan kalian seperti ini?"
" Yang benet pak dari kapan kita terkenal kok kita nggak tau kalo kita terkenal, nggak ada yang minta tanda tangan kekita tu Pak" Ucap Ayu membuat keempat pria diruangan itu memijit pelipisnya yang tiba-tiba pening.
" Saya spicles ngadepin kalian sekarang kalian keluar dari sini!" perintah Pak Sar.
" Lah tadi Bapak yang minta kita kesini sekarang Bapak malah ngusir kita?"
" Hiiiiiii, keeeeluuuuuaaaarrr" Pak Sar murka mereka berempat pun langsung bergegas keluar, Dimas yang berada paling belakang ia mendekat kepada Pak Sar
" Awas pak nggak baik marah-marah udah udzur" tukas Dimas yang langsung mendapat lemparan tempat pensil dijidatnya dan langsung bergegas menyusul ketiga temannya.
" Sableng lo pet, pasti nama kita dilingkar merah tu sama Pak Sar" ucap Andree menetralkan kembali nafasnya sedangkan Ayu lebih memilih memesan mie ayam dan es teh kesukaannya.
Ayu meminum es teh itu sampai habis " Huh nggak nyangka ngladenin orang tua bisa secapek ini"
" Anjiir lo nggak inget yang buat tu orang marah itu elo somplak" ucap Fa yang baru memesan minuman dan duduk didepan Ayu.
" Mana gue tau reaksinya jadi sampai segitunya" ia menjeda ucapannya " eh tadi Pak Sar bilang kalo kita populer disekolah emang kita terkanal gara-gara apa?"
"Auk, mungkin gara-gara kontes Putri Sekolah setelah bikin malu lawan Zahra terus lo nglemparin anak orang dengan tempat sampah ampe tu anak mandi kembang tujuh rupa hahaah"
Bersambung.......
__ADS_1
**JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE READERS **