S'SMK

S'SMK
~Makanan~


__ADS_3

Pagi yang cerah mengawali aktivitas semua orang tak terkecuali Ayu entah kenapa hari ini ia sangat bahagia. Dia sedang bersiap-siap dikamarnya memoles sedikit wajahnya dengan bedak tipis, memakai jilbab hijau sesuai jurusannya. Ia begitu anggun walau hanya memakai bedak tipis diwajahnya kerena memang kulitnya juga putih. Setelah selesai ia menuju meja makan untuk sarapan bersama ibunya.


"Nduk kamu mau langsung sarapan apa bawa bekal?"


Ayu duduk dikursi tepat depan Bu Mira "Hari Ini Ayu mau sarapan bareng Ibu" Ayu mengambil piring dihadapannya menyendok nasi goreng yang telah Bu Mira siapkan.


"Itu pacarmu siapa namanya Ibu lupa?"


" Uhuk...... Uhuk......Ibuk Fauzi bukan pacar Ayu" Ayu kaget dengan pertanyaan Ibunya yang menganggap bahwa Fauzi benar-benar pacarnya.


" Kamu udah ketauan juga masih malu-malu sama ibuk, Ooo namanya Fauzi"


"Yaudah Buu Ayu berangkat dulu" Ayu beranjak dari kursinya.


"Eh tunggu ni kamu bawa ya buat Fauzi" Bu Mira menyodorkan kotak makan.


"La kok cuma satu buat Ayu?" Ayu mengambil kotak itu.


"Tadi kamu bilang sendiri kan mau sarapan dirumah dan nggak bawa bekal, sana pergi nanti telat!"


Ayu tidak menjawab, dia mencium tangan ibunya dan berpamitan pergi kesekolah. Ayu berjalan keluar menuntun sepedanya dengan ekspresi dinginnya.


Bu Bambang yang sedang menyapu halaman rumahnya melihat Ayu ia teringat pada kejadian tadi malam ia pun menyapa Ayu. Ayu pun membalas sapaan Bu Bambang.


" Eh Ay denger-denger udah dapet pacar ni, selamat ya, pacar kamu ganteng ya, kalau ada temennya buat ibuk satu buat cadangan kalo Pak Bambang kenapa-napa gitu" atusias Bu Bambang.


Ayu sebenarnya ingin membalas perkataan Bu Bambang tetapi ia melihat Pak Bambang dibelakang Bu Bambang, dari pada ia ikut kena semprot Pak Bambang mending ia berengkat kesekolah.


" Eh ni anak nggak ada sopan-sopannya ya ama orang tua gue ngomong belon selesai dia malah nylonong aja".

__ADS_1


"Lo yang nggak sopan Ina Aminah Binti Romlan lo mau pisah ama gue ha jangan harap bulan ini bulanan lo kekuar".


SEKOLAH


Ayu memarkirkan sepedanya diparkiran sekolah dia melihat Diah diujung parkiran bersama pacarnya yang beda sekolah Ayu memang biasa melihat itu tapi kali ini berbeda mereka seperti sedang memperdebatkan sesuatu, Ayu tak ambil pusing dengan masalah orang lain ia menghampiri Diah ketika pacarnya sudah pergi.


Diah yang melihat kedatangan Ayu pun tersenyum mereka berjalan menuju kelasnya yang ada di lantai dua. Ayu agak penasaran dengan Diah yang beberapa bulan ini sering murung, melamun, bahkan Diah yang dulu sering makan sekarang tidak begitu, mungkin Diah sedang diet. Tapi kenapa badannya sekarang gemukan. Banyak pertanyaan dikepala Ayu tapi ia menghempaskan jauh-jauh fikiran negatifnya.


Mereka memasuki kelas yang sudah agak ramai, sudah duduklah disana Zahra dengan Viara mereka memang suka datang lebih awal ke sekolah, berbeda dengan Ayu dan Diah yang mepet kalo kesekolah.


"Kamu kenapa Diy, kok mata kamu merah?" Zahra penasaran.


" Nggak papa kok ini tadi kelilipan pas sama Daniel". (sory gue bohong ama kalian gue nggak mau ditinggalin kalian gue sayang ama kalian)


Ayu sedikit ragu dengan ucapan Diah ia tau watak, sikap, dan perbuatan para sahabatnya walaupun ia jarang sekali bercanda dan berkumpul ia sangat memahami mana yang benar dan tidak . Ayu pun langsung duduk di sebelah Zahra.


Masuklah Adree, Fauzi, dan Dimas, semua sorot mata tertuju pada ketiga cogan itu kecuali Ayu yang ingin memakan bekal dari ibunya untuk Fauzi tadi.


Andree yang bingung dengan sikap Ayu pun berusaha untuk menjahilinya lagi ia merebut makanan yang hendak di makan Ayu.Tapi Ayu tak menghiraukannya.


" Eh sepet kenapa, kesambet apa hari ini?" bingun Andree.


" Gue kagak kesambet *****" jawabnya santai.


" Biasanya lo kesel kalo gue ambil barang milik lo"


" Itu bukan punya gue itu punya Fa" Ayu menatap Andree


Semua orang menatap bingung kearah Ayu. Sebenarnya ada hubungan apa Fa dengan Ayu.

__ADS_1


" Denger tu ini milik gue" Fauzi yang girang langsung mengambil kotak makan itu dari Andree.


"Sepet lo kok bawain itu buat dia si bukan buat gue"


" Itu dari emak gue, males banget gue bawain buat dia apalagi bawain buat lo" jawab Ayu.


"Jangan-jangan emak lo naksir lagi sama Fa" dengan cengir kudanya Dimas mulai mengeluarkan komentarnya.


Fauzi yang tak terima dengan perkataan Dimas langsung melepaskan kotak makan itu dan menjitak kepala Dimas.


Fauzi pun berbalik kearah Ayu " Mau lo apa si, lo bawa-bawa Bu Mira buat alesan lo aja kan buat deketin gue?"


"Kenapa lo nggak bisa deketin gue terus lo mau deketin sepupu gue gitu?" timpal Andree


Ayu hanya menyunggungkan senyumnya hatinya sakit mendengar ucapan Andree tapi ia berusaha tegar " Denger ya cowok sok ganteng sama cowok sok cool lo berdua bukan selera gue" Ayu pergi menenangkan dirinya.


" Gila lo broo ucapan lo tajem setajem silet" Fauzi berbisik pada Andree mereka berdua terkekeh dan mereka baru ingat dengan makanan tadi mereka berdua berbalik dan mendapati kotak makan itu sudah kosong tak bersisa.


" Lho kok kosong?" Andree menatap kotak makanan itu.


" Tadi masih penuh" Fauzi menatap Andree.


Andree pun menatap Fauzi pandangan mereka bertemu dan menatap Dimas yang duduk mengelus-ngelus perutnya, mereka berdua menatap tajam Dimas


"DIMAAS ARYAA PUTRAAA" mereka berteriak di depan Dimas


Dimas hanya membalas dengan anggukan dan senyuman " Ndree,Fa no makanannya" Dimas menunjuk Zahra dan berlari.


Andree dan Fauzi melihat ke arah Zahra merasa di bihongi mereka kembali kearah Dimas tapi hanya bangku kosong yang ada, mereka pun mengejar Dimas.

__ADS_1


Sebelum itu Andree dan Fauzi membalikkan kotak makan dan tutupnya itu di meja Zahra dan titipan trimakasih buat Ayu.


__ADS_2