S'SMK

S'SMK
Bab 57


__ADS_3

" Diyy lo bangun napa, kasian anak lo udah laper tu" ucap Ayu sebisa mungkin tegar mendapati sahabatnya terbaring dengan alat bantu pernafasan, keadaan Diah kritis ia mengalami pendarahan hebat saat persalinan beruntung bayinya selamat.


Daniel yang berada disisi Diah tak berhenti memanjatkan do'a untuk kesembuhan sang istri merutuki dirinya sendiri yang sedikit terlambat mengantar kerumah sakit. Digenggam erat tangan sang istri, menatap wajah pucatnya, terbayang akan perjuangannya melahirkan buah hati mereka. Sedangkan Dimas kini berada di ruang bayi melihat mahkluk mungil yang baru saja dilahirkan. Bayi tampan dengan bobot 3,2 kg itu nampak sangat tenang dalam dekapannya, ya Dimas sangat menyukai anak kecil dibalik kepribadiannya yang diatas rata-rata orang normal.


Orang tua Diah langsung datang ke Surabaya setelah mendapat kabar dari Daniel begitu pula Zahra dan Viara apa lagi mereka tahu Ayu dan Dimas sudah ada di Surabaya tanpa sepengetahuan mereka bisa-bisanya mereka berdua pergi tanpa mengajak Viara dan Zahra.


Ayu yang mendapati kedua sahabatnya datang, sudah menduga bahwa hari ini akan kena semprot ia langsung menghampiri keduanya menarik kedua ujung hijab sahabatnya berjalan dikoridor rumah sakit tak memperdulikan semua orang menatap mereka berhenti diruang bayi yang sudah berada Dimas.


" Liat tu beby nya lucu" ucap Ayu menunjukkan bayi yang berada gendongan Dimas dibalik jendela kaca besar. Zahra dan Viara mengalihkan antensi mereka namun tak lama, kini keduanya nampak serius.


" Nggak usah ngalihin pembicaraan Ay, kamu nggak tahu dua hari ini kita kelimpungan nyariin kalian berdua ditelfon nggak bisa dichat nggak dibales tanya sama Bu Mira nggak dijawab, kamu nggak tau satu sekolahan gempar gara-gara kamu" tegas Zahra agak lirih menyadari bahwa mereka sedang ada dirumah sakit.


" Yaampun kalo elo kemarin ada disekolah pasti udah mati bediri deh, Pak Sar aja sampe pingsan gilak" timpal Viara.

__ADS_1


" Apaan lagi si emang paling kena hukum sama Pak Sar kan?" jawab Ayu santai.


" Ih gemes gue ngadepin lo bisa-bisanya elo nanggepin apa-apa sesantai ini" geram Viara menepok jidat dengan tangannya " Pliss sekali ini aja lo serius jangan main santai mulu gue tau lo amnesia tapiii....mmmm..." Ayu pusing dengan celotehan Viara dengan sigap ia menyumpal mulut sahabatnya itu dengan tissue.


Mengalihkan pandangannya ke Zahra " Ada apa?"


Viara membuang tissue yanga ada dimulutnya "Bbbuah....beah dasar sahabat luknut tega bet ama gue lu" tak dipedulikan oleh Ayu.


"Dasar Psikopat tu orang jelas-jelas dia yang udah mau bunuh gue kenapa kebalik gini si" celetuk Ayu mengalihkan perhatian Viara dan Zahra.


" Lo udah inget ?" tanya Viara yang masih setia menyandarkan tubuhnya ditembok. Ayu mengangguk, Zahra langsung memeluknya merasa bahagia berbeda dengan Zahra, Viara malah memukulinya.


Bak " Kamvret lo gila, bege,"

__ADS_1


Bik " Lo udah nggak nganggep kita ada, sukanya nyimpen rahasia sendiri, lo udah nggak ngebutuhin kita lagi apa gimana?"


Buk " Gue udah cukup sabar ngadepin tingkah pola lu tapi sekarang kesabaran gue udah habis"


" Gu-gue mau bicara ama lu berdua tapi nunggu waktu yang pas" cicitnya merasakan perih di wajahnya yang sudah bonyok oleh Viara tapi ia tak melawan sedikitpun.


Tak peduli dengan lalu lalang orang yang berada di rumah sakit viara yang masih mengembangkan ilmu bela dirinya itu, membabi buta menghajar Ayu hingga satpam turun tangan.


" Dasar Kamvret" kali ini satpam lah yang jadi amukan Viara maklum lah lagi PMS hehe.


" HENTIKAN....." Swara berat itu mengheningkan suwasana dan menghentikan aktivitas orang dihadapannya itu, tubuh tegap dengan jas dokter ditentengnya.


jangan lupa like,like,like

__ADS_1


__ADS_2