S'SMK

S'SMK
Bab 61


__ADS_3

Kedua pemuda tampan itu berjalan mendekati meja makan memastikan bahwa yang mereka lihat bukanlah mimpi, tak menghiraukan keluarganya yang menatap aneh keduanya.


" Biasa aja kali bang liatinnya" Tak memperdulikan Reina Andree dan Dimas masih terdiam menatap gadis yang berada disamping Reina. Melirik sekilas kepada Baskoro yang menyuruh keduanya duduk dengan tenang, mereka menunduk ketika berada di hadapan Ayu, ya semalam ia menginap dirumah Andree.


Ayu meletakkan alat makannya " Om saya pamit "


" Yah jangan pamit dulu dong kak, nggak asik ni Bang Andree sama Bang Dimas" sarkas Reina yang masih ingin bersama Ayu walau baru mengenalnya.


" Apa hubungannya sama kita?" jawab Dimas menegakkan pandangannya.


" Yaiyalah coba aja kalian nggak disini, pasti kak Ayu nggak pamit duluan" Reina melirik Ayu.

__ADS_1


Andree berdiri mengerjapkan mata beberapa kali " Pet gue minta maaf, gue nggak maksud buat nyakitin lo, plis jangan kek gini gue trima lo mau ngapain aja, mau ngehajar gue pun gue siap. Asal lo tau gue sama Dimas semaleman nyari elo, tapi....."


" Lebay lo ah, gue mules banget ogeb dah nggak tahan" Belum selesai Andree berucap Ayu sudah memotongnya dan bergegas ke kamar mandi.


" harap sabar-harap sabar ini ujian" ledek Reina setelah melihat wajah Andree yang memerah karena kesal. Dimas mendongakkan kepalanya " nasib brooo" tuturnya memelas


" Djanc*k" Sarkas Andree yang sudah kesal akan kelakuan Ayu.


**


" Gimana nggak capek lo olahraga apa mau buka lapak? semuanya dibawa" gadis berponi itu melihat dirinya sendiri yang terlalu membawa banyak bawaan, dari pada beli makanan yang diragukan kebersihannya mending bawa makanan sendiri, membawa tikar untuk duduk jika tidak kebagian tempat duduk, dan tenda barang terpenting yang tak boleh ketinggalan untuk kesejahteraan bersama berjaga-jaga saat hujan tiba. Pikir Reina.

__ADS_1


Ayu tertawa geli melihat tingkah Reina diluar dugaannya yang mengira sifat Reina tak jauh beda dari Andree tetapi ia salah sifat mereka sangat bertolak belakang ia adalah gadis yang ceria dan supel kesemua orang tak seperti Andree yang menyebalkan baginya.


" Bang Dimas bantuin Na pasang tendanya, Na nggak bisa" Rengek Reina yang ingin selalu dekat dengan Dimas, tak bisa dipungkiri bahwa gadis itu telah menempatkan Dimas dihatinya sejak pandangan pertama bertemu. Dimas langsung membantunya ia sudah hafal betul jika kemauan adik dari sahabatnya itu tidak terpenuhi gadis akan menggegerkan satu kota dengan kelakuan absurdnya.


" Ini namanya si camping bukan olahraga jadinya" keluh Andree ia melanjutkan lari paginya meninggalkan adik dan kedua temannya.


"Ay lo kok bisa ada di rumah Andree" tanya Dimas penasaran, Reina yang berada didekat Dimas menghentikan aktivitasnya, menaikkan satu alis, mendengarkan percakapan teman kakaknya.


Ayu terdiam memalingkan wajah kearah lain " kepo lu"


Bukanlah kebohongan yang Ayu sembunyikan namun ia juga tak bisa mengungkapkan yang sebenarnya. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah tersenyum menampakkan kebahagiaan bukan kenyataan kepahitan. Mungkin berpura-pura bahagia adalah jalan yang terbaik menutupi masalah yang ada.

__ADS_1


Pendapat orang berbeda-beda tapi yakinlah bahwa tak ada yang mengenal diri lebih baik selain diri sendiri.Mendengarkan kata orang tak akan ada habisnya, membayangkan apa yang akan terjadi tidak akan sesempurna ekspetasi. Menikmati alur hidup akan lebih menyenangkan dibabanding melawan arus. Sadarlah kehidupan nyata tak seindah drama korea:v.


Sedikit catatan Ayu yang dituliskan dalam ingatan.


__ADS_2