S'SMK

S'SMK
Bab 56


__ADS_3

"Eh mak kambing!!!!" panggil Varo Ayu menoleh karena ia tahu panggilan itu ditujukan kepadanya.


Ayu menghampiri Varo yang berada diluar ruangan, menyenderkan badannya didaun pintu merasa kelelahan karena adegan lari berjama'ah. Varo tersentak kaget saat Ayu sudah berada dibelakangnya, pria bertubuh tegap itu memberi kode untuk mengikutinya. Sampai dihalaman klinik mereka berhenti.


" Mau ngomong apa si?'' tanya Ayu dengan nada tinggi.


" Gue mau nanya elo......." Varo menjeda kalimatnya berfikir apakah yang mau ia tanyakan benar atau salah.


Ayu mengamati Varo memicingkan matanya ingin menebak apa yang Varo tanyakan hingga kedua netra mereka bertubrukan merasakan perasaan yang sedikit berbeda, suara keramaian dan lalu lalang orang yang keluar masuk klinik pun tak mengalihkan perhatian keduanya. Varo mencoba melangkah lebih dekat perlahan tapi pasti langkah Varo mengikis jarak keduanya. Tangan Ayu meraih wajah Varo, membelainya dengan lembut, Varo menggenggam tangan Ayu


"Kamu cantik kalo lagi kaya gini" ucap Varo yang masih menggenggam tangan Ayu.


Ayu tersenyum mendengar pujian Varo ia mendekat ketelinga Varo sedikit berjinjit, berbisik " Woyyyy mas bangunnn!!!!!


Swara menggelegar itu membuat Varo terkejut langsung menutup telinga dan menggoyangkannya jangan sampai gendang telinganya pecah gegara mimpi konyol. " Hah lho kok gue disini" menaikkan pandangannya mendapati seorang perawat pria dihadapannya " Elo ngapain disini?"


" Saya yang harus tanya sama mas kenapa tidur disini pake pegang-pegang tangan saya, sama bilang saya cantik emang saya cowok apaan? kalo mau tidur dirumah jangan disini ini udah malem kliniknya mau ditutup" ucap sang perawat merapihkan alat-alat yang sedang dibawanya karena klinik ini tidak buka 24 jam.

__ADS_1


Varo bearanjak dari duduknya melihat ruangan Dimas dirawat " Pasien yang tadi kemana?" tanya Varo kepada sang perawat, ia menyatakan bahwa Dimas telah pulang sedari tadi karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Varo memutuskan untuk pulang.


Dilain sisi Dimas dan Ayu kini telah berada dirumah menikmati berbagai hidangan yang telah di sediakan oleh Diah. Memakan dengan lahap tak bersisa seperti ayam kurang pangan.


"Besok gue mau ke pesantren ada yang mau ikut?" tawar Daniel kepada Ayu dan Dimas.


"Wiiih ikut donk, Ayok Dim siapa tau ntar disana ketemu akhi cogan sama ukhtea-ukhtea" jawab Ayu bersemangat.


"Ogah gue kagak mau kena sial lagi gegara deket-deket ama loe, cukup kejadian tadi jadi pelajaran paling berharga dalam hidup gue'' Dimas menyambar susu yang ada dihadapannya meminumnya.


" Kampret lo Dim main minum aja" ucap Diah kesal.


" Yaelah dasar bayi bongsornya emak " tutur Ayu yang hanya diberi delikan oleh Dimas.


" Gue si kagak masalah, kalo mau susu bilang nggak main comot, yang tadi lo minum tu susu buat kesuburan gobl*k" Setelah mendengar pernyataan dari Diah susu yang tinggal tegukan terakhir berada dimulunya langsung ia semburkan tanpa sengaja mengenai wajah Ayu.


Ayu terdiam memejamkan mata, menarik napasnya dalam " Dimas kamvret bege..., awas lo" Ayu mengelap wajah membuka matanya sudah tak mendapati Dimas didepannya 'ckiiiit bbrrk' swara bantingan pintu yang tak lain adalah ulah Dimas menghindari amukan Ayu.

__ADS_1


***


Paras cantik Ayu memang tak memungkiri kharismanya menjadikan semua orang yang berada diasrama menatapnya tapi ada juga sebagian yang menatap tidak suka dengan kedekatan Ayu bersama Daniel menjadikan rumor tak enak didengar menyebar dengan hitungan detik mereka menganggap bahwa Daniel poligami dan Ayu adalah istri keduanya.


Ayu berjalan beriiringan dengan Daniel, ia berjalan santai tak memperdulikan tatapan sinis santriwati yang memeng mengagumi Daniel dari dulu, terlebih yang seangkatan dengan Daniel.


Berkunjung dikediaman sang abah, Daniel memperkenalakan Ayu kepada orang tuanya ia menceritakan kembalinya Daniel menjadi sosok yang dulu adalah berkat Ayu yang menyadarkan dirinya dari kesalahan yang telah ia perbuat.


Ponsel Daniel berbunyi ternyata Dimas yang menelfon dan menyuruhnya agar cepat pulang, tak mau mengulur waktu Daniel dan Ayu memutuskan untuk segera menemui Dimas takut terjadi apa-apa padanya ditambah lagi swara Dimas yang bergetar membuat mereka berdua khawatir


Dilain sisi Dimas sedang menahan perih bukan karena si uwwu tetapi karena Diah. " Duuuh lepasin Diyy sakit tauk ntar rambut gue pada rontok Aww ishhh"


" Aaaaaa....., sakit Dim gue nggak tahannnn" teriak Diah menahan rasa sakit luar biasa, semakin mengencangkan jambakannya kepada Dimas tak hanya jambakan ia meraih apapun yang bisa ia raih untuk melampiskan rasa sakitnya.


" Aduh duh duhh a...e lahh kecekek leher gue diyyy ogeb, auuuww tangan gue jangan dicakar dong liar lu main cakar-cakaran" ringisannya bisa didengar sampai jarak 7 rumah.


Keringat dingin sudah mengucur di seluruh tibuh Diah tak tega melihat Diah teringat kepada sang ibu yang telah bertaruh nyawa mengandung, melahirkan dan merawatnya, tak terasa Dimas menangis tersedu-sedu tak menghiraukan rasa sakit yang diperbuat Diah ia merelakan tubuhnya penuh luka cakaran.

__ADS_1


" Yah mewek anak emak hahhaa"


__ADS_2