
Ayu mendongakan kepalanya " Lho elo kan yang tadi nabrak gue".
"Ha, lo kan cewek nggak tau terimakasih", Varo mendengus kesal.
" Bodok, lagian yang salah tu lo, kan lo yang nabrak gue tadi" memalingkan pandangannya.
" Kalian sudah saling kenal?" lerai wanita paruh baya itu.
" Ibu emang kenal sama cowok ini?" tanya Ayu mendekati wanita itu.
" Iya ini Varo anak Ibuk, O.... ya ndhuk namamu siapa?"
" Nama saya Ayu Widyawati, panggil saja Ayu... Bu......" Ayu tak tau nama wanita itu.
Seakan tau Ibu itu langsung menyauti Ayu." Panggil saja Ibu Indi, nama ibu Indiarti Fatmawati, Nama kamu cantik secantik orangnya"
Muka Ayu seketika memerah ia salah tingkah sendiri mendengar orang yang memujinya" Ah Bu Indi bisa aja, emang saya udah cantik dari lair........ hee" cengengesan.
" Kek gini bilang cantik, cantikkan juga kambingku dirumah" celetuk Varo berhasil membuat dia mendapat delikan tajam dari Ayu.
"Jadi lo samaain gue sama kambing lo?" Ayu tak terima.
__ADS_1
" Bagus deh kalo nyadar, malah kayaknya kambing gue nggak pantes dibandingin sama lo, kambing gur jauh lebih anggun dari pada lo tau nggak" cibir Varo.
" Eh cowok tengil, emang lo rasa lo ganteng apa sampek brani-braninya nyamain gue ama kambing'' memicingkan tatapannya.
" Kalo gue si nggak usah ditanyain lo bisa liat ketampanan gue nggak ada yang nandingin kaliiii"
" Emang si lo tampan,"
"Betuul"
" Nggak ada yang nandingin ketampanan lo"
" Tu lo tau hm"
" Looo tu ya......." geram Varo
" E udah, kamu tu tak suruh Ibu buat nganterin Nduk Ayu bukan malah berantem kek gini!" Lerai Bu Indi.
Ayu yang merasa menang menaik turunkan alisnya kearah Varo, Varo tak bisa beruat apa-apa ketika ibunya sudah memutuskan sesuatu karena ia sangat menyayangi Ibunya itu.
" Iya bu, ini juga mau dianterin, cepet jalan" menyuruh Ayu jalan terlebih dahulu.
__ADS_1
" Kan gue nggak tau jalannya orang gue tadi nyasar ampe sini"
'' Yaudah, lo jalan dibelakang gue, ikutin gue"
" Ck, nggak ah nanti kalo gue diculik ama orang gimana terus lo nya nggak tau?"
" hiiihhh, terus mau lo apa sekarang, yaudah gini aja lo jalan disamping gue."
" Kita bukan mukhrim nggak boleh deket-deket"
" Ya Allah ampuni hambamu ini, terserah lo aja lah, intinya gue nganterin lo sampe dirumah Daniel" Daniel berjalan terlebih dahulu.
Ayu yang tak mau tertinggal lagi, ia mencium tangan Bu Indi dan berpamitan lalu menyusul Varo yang sudah berjalan didepan.
" Ndhuuk- Ndhuuk kamu mirip sekali dengan ayahmu" Bu Indi tersenyum tipis memandang punggung Varo dan Ayu.
Sementara ditempat lain teman-teman Ayu yang tersadar bahwa Ayu tidak bersama rombongan, mereka mencari-cari Ayu beberapa kali mereka menghubungi Ayu tapi tak ada hasil Zahra mengatakan percuma jika menghubungi anak itu karena ia selalu meninggalkan ponselnya dirumah jika kemana-mana membuat semua orang gemas, ditambah dengan sifat rada pikunnya itu. Tak berhasil menemukannya diPasar malam mereka memutuskan pulang kerumah siapa tau Ayu sudah pulang.
Ketika mereka sedang berada di jalan mereka mendengar swara yang tak asing bagi mereka terlihat diujung jalan ada dua sosok yang sedang berjalan hingga Andree memutuskan untuk menghampirinya. Dan benar dugaan Andree itu adalah Ayu.
" Eh sepet lo kemana aja si, bisanya nyusain aja,"
__ADS_1
Bersambung.......