
" Udah nggak usah kesel gitu mukanya, makasih udah mau bantuin gue" ujar Ayu masih fokus menatap jalanan yang nampak agak ramai ia pun langsung menerima tatapan dari Fauzi yang tak habis fikir Ayu tau isi batinnya sampai ia tidak memperhatikan keadaan jalan didepannya.
Ayu yang merasa risih oleh tatapan Fauzi pun langsung memberikan tatapan tajam kepadanya hingga ia melirik sekilas ke arah jalanan " Fa awaass!!!'' teriaknya, Fauzi pun langsung reflek menginjak rem.
Ckiitt....
Brrukk....
Fauzi tanpa sengaja menyerempet seorang pemuda yang hendak menyebrang.
" Astaghfirllahal'adzim Fa lo udah gilak apa?" Ayu memegang wajahnya takut terjadi apa-apa dengan pemuda itu.
" Udah jangan banya omong yuk turun" Fauzi langsung turun dari mobilnya disusul oleh Ayu yang ingin memastikan bahwa pemuda itu tidak apa-apa.
Pemuda itu duduk tersungkur memegangi lengannya yang terluka " Kamvret kenapa gue bisa croboh gini si, sial"
Fauzi dan Ayu hanya saling tatap takut jika pemuda itu kenapa-napa, akhirnya Ayu memberanikan diri mendekati pemuda itu, ia jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan pemuda tersebut " Ma.....mas nggak papa kan?" tanyanya ragu.
" Nggak papa nggak papa mata lo buta?" pemuda itu masih tertunduk sembari memegangi luka dilengannya.
Ayu tersentak kaget mendengar swara pemuda itu tapi sepertinya dia hafal dengan logatnya, Ayu pun lebih menunduk ingin melihat wajah pemuda itu " Dimasss......."
Dimas yang merasa namanya disebut ia pun agak mendongak melihat siapa yang memenggilnya, ia pun terkejut ketika gadis yang didepannya adalah Ayu "Eh .... Ayu ....Hehe" Dimas hanya cengengesan. Ia pun sekilas mendongak lebih tinggi dan mendapati Fa yang ada disebelahnya "****** gue " batinnya.
Mereka bertiga pun menepi disalah satu halte tak jauh dari letak mereka.
Luka Dimas langsung diobati oleh Fa sedangkan Ayu pergi mencari air minum tak lama Ayu kembali dengan tiga botol air mineral ditangannya.
__ADS_1
" Perhatian banget si lo Ay" ucapnya tersenyum genit. Fa yang sedang mengobati luka Dimas pun terlintas difikirannya menjahili Dimas, ia sengaja menekan agak keras dibagian luka Dimas hingga sang empunya meringis kesakitan.
Ayu memutar bola matanya jengah " Idiih ni utang, bayar" jawabannya seraya duduk beberapa senti di samping Dimas. " Lo tadi kenapa si lari-lari sampe nggak sadar ada mobil?" terusnya.
" Eh iya ... itu... anu apa....... anu" ucap Dimas terbata-bata.
" Ona anu ona anu bilang aja lo lagi ribut ama Viara kan" celetuk Fa yang langsung diberi tatapan tajam oleh Dimas. Sedangkan Ayu hanya mengernyitkan dahinya bukankah itu memang sering terjadi sama mereka berdua bahkan nggak pernah akur kalo ketemu fikirnya.
" Ribut gimana maksudnya?" Ayu memastikan. " Terus apa hubungannya sama lo lari-lari tadi?"
" Ok gue jelasin tapi janji kalian bakal bantuin gue gimana?" tawar Dimas dan hanya diangguki oleh Fauzi dan Ayu.
" Ok jadi gini critanya gue kemarin liat Viara sama cowok, dan cowok itu udah nggak asing lagi buat gue namanya Rendy lo pasti tau Ay secara dia juga satu regu pas lo sama Viara muncak kemarin". Dimas bertanya kepada Ayu.
" Ok gue inget terus hubungannya sama lo apa?" Ayu mengintrogasi lebih dalam.
" Masalahnya Rendy tu Bangs*t" raut muka Dimas semakin emosi.
" Yaellaah lo Fa dengerin dulu ngapa main nyimpulin gue kayak dia lagi jelas beda lah gue nggak bangs*t kayak dia yang ngrebut cewek orang terus ditinggalin gitu aja demi cewek lain sampe cewek itu frustasi dan akhirnya bunuh diri dan lo berdua tau siapa cewek itu? dia cewek gue Rasya, cinta pertama gue sampe detik ini nggak ada yang bisa ngegantiin dia dalam hidup gue. Makanya gue bilang sama Viara biar dia nggak jadi korban selanjutnya buaya darat itu tapi dia malah nyangka kalo gue iti cuma ngarang cerita, gue berusaha ngejar dia tadi tapi, gue nggak liat ada mobil jadinya gue kesrempet deh" tutur Dimas panjang kali lebar bin tinggi.
" Terus langkah selanjutnya lo mau apa?" tanya Fa yang tak tega mendengar penuturan Dimas.
" Kita susul Viara langsung jelasin" ucap Dimas semangat membongkar kedok Rendy.
" Dasar be*ok, lo disekolahin berapa tahun si tu otak nggak jalan-jalan?" celetuk Ayu menenggak minuman yang dibelinya tadi.
" Whattt? Anjjjiir lo brani ngatain gue be*ok?" Dimas tak terima.
__ADS_1
"Iya emang kenapa? makanya punya otak tu buat mikir lo tadi udah ngejelasin sama Viara kan? dan hasilnya apa nihil bro kalo lo langsung nyusul Viara lagi lo bisa dapet kejadian kaya tadi lagi bray" tutur Ayu.
" Terus kita mau gimana lagi?" jawab Dimas pasrah.
"Plis deh kalo **** jangan dipelihara, ya kita cari bukti dulu lah kalo Rendy itu emang bang*at" ujar Fa yanh diberikan dua jempol oleh Ayu.
Hari telah sore mereka pun bergegas untuk pulang dan membicarakan rencana selanjutnya dirumah Ayu.
" Ay lo beneran mau bantu si Dimas masalah lo aja belon kelar" tanya Fa memastikan ketika mereka sedang menunggu Dimas yang tadi pulang kerumahnya sebentar untuk bebersih.
Sedangkan Fa ia langsung kerumah Ayu karena permintaan Bu Mira untuk makan malam bersama yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri dan sebaliknya karena sebenarnya Bu Mira menginginkan anak laki-laki malah yang keluar perempuan alhasil jadilah sosok mahkluk seperti Ayu, yang luarnya saja cantik dan anggun tapi isinya barbar.
" Gue nggak tega kalo terjadi apa-apa sama sahabat gue lagi cukup Diah yang kecolongan karena gue terlalu cuek bebek sama mereka" Jawabnya yang mana matanya masih terfokus pada layar televisi.
"Kalian ngomongin apa si kok serius banget?" tanya Bu Mira yang membawa Sepiring kue coklat yang ia bikin sendiri.
" Bukan apa-apa kok bu kita cuma ngomongin masa depan kita, hehe" jawab Fa mengambil kue yang disodotkan oleh Bu Mira kepadanya.
" Besok kalo punya anak cowok ya! ibukan pengin rasain gimana nggendong bayi cowok" ujar Bu Mira ngasal ingin menggoda keduanya.
" Ih Ibuk apaan si buk kita masih kecil masih sekolah buuk" jawab Ayu tak terima jika nanti punya anak bersama Fa.
Sedangan Fa hanya kerkekeh "Tenang aja bu itu urusan kita, pokoknya requestan Ibu beres serahin aja sama aku ,hehe?"
Ayu melirik kearah Fauzi " Dasar otak somplak lo"
Tak lama Dimas datang dengan membawa beberapa data tentang Rendy mereka langsung menyusun rencana untuk membongkar kedok Rendy.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like dan koment!