S'SMK

S'SMK
~Wasiat~


__ADS_3

Aaaawwwww......... Ia terbangun dari lamunannya dan benar ini bukan mimpi, semua ini nyata ia menyeka air matanya, Ayu masih mematung pada posisinya hingga Viara dan Zahra menghampiri dirinya membawakan Kue Ulang lengkap dengan lilin angka 17.


" Nggak usah lebay deh, pake nangis-nangis segala" celetuk Viara sukses membuat Ayu yang sedang bahagia kembali merasa dongkol dibuatnya.


" Et dah lo bukannya ngasih kado apa gimana, mana kado buat gue" Ayu membalas dengan menyodorkan tangannya kearah Viara.


Viara hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ia bahkan lupa dengan hari ulang tahun sahabatnya itu, untung Zahra menyodorkan kado mengatasnamakan dirinya dan Viara." selamet lo Vi kali ini kalo Zahra nggak ngasih kado itu siap-siap deh kemakan ama Mis Judes (Ayu)" batin Viara.


Tak lama ketiga pemuda itu bergabung dengan para gadis " Widiiih Cantik banget lo malem ini" puji Dimas yang ditujukan pada Ayu karena ia jarang tampil dengan polesan make up dalam kesehariannya.


" Ck, lo baru nyadar kalo gue cantik apa" Sarkas Ayu dengan PD nya membanggakan diri.


" Iya lo cantik tapi bar-bar" celetuk Andree memotong kue ulang tahun yang Zahra bawa dan memakannya bersama Fauzi.

__ADS_1


" Yang penting lo ngakuin kalo gue emang cantik" pernyataan itu sontak membuat Andree tersedak, ia berusaha mencari air, Dimas menyodorkan gelas berisi air pada Andree.


Andree meminum air itu ada rasa aneh dimulutnya " Air apaan ni Dim?"


" Auk gue cuma ngambil di teras deket ember?" jawab Dimas jujur.


"Lo ngambil gelas deket ember yang ada diteras Dim?, itu aer bekas cucian piring buat nyiram taneman sama ibu......" timpal Ayu membuat semua orang terkekeh kecuali Andree yang berusaha memuntahkan air yang terlanjur diminumnya tadi. " Dasar Sepeeeeet"


" Udah jangan sedih ni gue ganti kue lo" Entah kapan Fauzi datang yang pasti ia sudah ada di samping Ayu membawa kue ditangannya membuat senyum Ayu kembali mengembang.


" Yaudah ni potong sebelum gue motong duluan terus gue abisin juga ni kue" Ayu langsung menatap dinis Fauzi ia tak mau kuenya habis lagi bahkan tadi ia belum mencicipi kuenya.


Bu Mira datang membawa amplop tak mau mengganngu keduanya ia hanya memberikan amplop itu kepada Ayu ia berkata bahwa itu adalah kado dari sang Ayah kepada Ayu jika usianya sudah 17 tahun dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberikan kado itu kepada Ayu. Bu Mira tersenyum manis pada Ayu dan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Ayu membuka amplop itu membuka surat yang ada didalamnya membacanya dengan seksama tak terasa air matanya jatuh, Fa mengambil surat itu dari tangan Ayu dan membacanya yang bertuliskan.


*Assalamu'alaikum wr.wb


Bagaimana kabarmu sanyang, Putri kecil Ayah sekarang telah menjadi gadis yang kuat dan tangguh. Selamat ulang tahun yang ke-17 sayang. Ayah harap kamu tidak akan bersedih dengan kenyataan yang ada sayang. Di usiamu sekarang ini kamu harus mengetahui tentang kebenarannya. Carilah sahabat-sahabat Ayah maka kamu akan menemukan kebenarannya, dan temukan kalung berhurufkan "A", "R", "B", dan "I" dengan model yang sama persis dengan kalung ini. Sayang berjanjilah kau akan menemukan semuanya dan mengungkap kebenarannya rebut hak yang menjadi milikmu dan tetaplah menjadi gadis yang periang, gadis yang hangat seperti putri kecil ayah mu ini.


Wassalamu'alaikum wr.wb*.


Fauzi kembali menatap Ayu " Gue bakal bantuin lo, Ay gue janji".


Ayu menyeka air matanya mengeluarkan kalung yang berada dalam amplop itu, menggenggam erat dan berjanji akan mengungkap semuanya baik cepat atau lambat


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2