
"Ha, gue? gue bukan maling masa tampang ganteng gini dibilang maling" Fauzi pun kabur melihat kerumunan warga yang siap menggebukinya "Anjiir mending gue kabur".
Tapi belum sempat Fauzi kabur ia sudah tertangkap oleh salah satu warga, tanpa aba-aba warga itu langsung menghajarnya.
"Buuk....." Pukulan pertama tepat mengenai wajah tampan Fauzi. Fauzi berusaha menjelaskannya lagi tapi warga tidak mau mendengarnya."Buuk...." satu pukulan lagi mengenai sudut bibirnya. Fauzi yang habis kesabarannya langsung bangkit dan menghajar warga itu "bak..., biiik...bukk...."
Bu Mira yang mendengar ada keributan didepan rumahnya pun keluar membawa sapu ditangannya" He ngapain lo tong?" teriaknya pada pemuda yang sedang berkelahi.
Fauzi dan pemuda itu berhenti berkelahi. Pemuda itu adalah Angga" E camer, ini mer ada maling" cengengesan melihat ada Bu Mira disana.
"Enak aja gue bukan maling ****, gue......" ucapnya terpotong.
"Terus kalo bukan maling lo ngapain disini ngintip-ngintip rumah camer gue?" Angga sewot.
"G-Gue......." ucapannya terhrnti"(Aduuuh alesan apa coba, biar curut satu ni nggak curiga)" batinnya.
Angga yang semakin curiga " Nah lo glagepan kan jawab per tanyaan gue, jadi bener lo tu maling, bapak-bapak ni bener maling ni bawa kebalai warga sekarang!"
Warga terhasut omongan Angga mereka langsung memegang dan membawa kebalai warga tapi sebelum mereka membawa Fauzi kebalai warga " Dia bukan maling Pak dia Pacar saya" swara gadis memnghentikan langkah para warga, mereka berbalik untuk mengetahui siapa yang bersuwara.
Betapa terkejutnya semua warga melihat sosok gadis itu mereka membelalakkan mata dan sedikit membuka mulutnya.
Fauzi sebenarnya juga kaget dengan gadis yang brani-braninya mengakui dirinya sebagai kekasih tetapi ia malah tertarik dengan ekspresi lucu Bapak-bapak yang disebelahnya " Pak awas mulutnya kemasukan laler" candaan Fauzi membuat warga tersadar.
" Bebeb Ayu kamu bercandakan, becandanya jelek" Angga menghampiri Ayu dengan gaya sok manis, garis bawahi sok manis.
Ayu memutar bola matanya jengah " Lo budek apa, gue tadi udah bilang dia pacar gue dan gue mau lo pergi dari sini."
__ADS_1
Angga yang tak percaya dengan kejadian ini, dia memutuskan untuk pergi meninggalkan semua orang.
Fauzi beranjak mendekati Ayu dan Bu Mira ia menggapai dan mencium tangan Bu Mira "Assalamu'alaikum Bu saya Fauzi"
"Wa'alaikumsalam wah ternyata calon mantu Ibu ganteng banget" mengelus kepala Fauzi.
Fauzi lalu berdiri disamping Bu Mira entah apa yang telah difikir oleh warga, warga pun menyalami dan mengucapkan ucapan selamat kepada Bu Mira, Fauzi dan tentu saja Ayu mereka turut berbahagia melihat Ayu yang cukup menderita setelah kepergian ayahnya dan kini ia mendapat kebahagiaan kembali.
Fauzi yang meneria ucapan selamat dia tak berkata apa-apa dalam hatinya ia malah terhibur dengan kelakuan bapak-bapak yang lebay ini, itung-itung menghapus kekesalannya terhadap Angga tadi.
"Selamat ya Yu semoga kamu bahagia" Ucap Pak Bambang tetangga Ayu
Ayu hanya tersenyum melihat kelakuan para tetangganya ini " Idih siapa juga yang mau ma dia orang gue males sama Angga yang ngejar-ngejar gue terus, kok kaya berasa dipelaminan yak hehehe anggep aja latihan besok dipelaminan yang pasti bukan ma cowok sok ganteng ini"
Setelah semua warga pulang Bu Mira menyuruh Fauzi untuk masuk kedalam rumahnya ia sangat gembira anaknya yang dingin ini ternyata pintar cari pacar.
"Apaan si lo" Ucapnya ketus
"Lo yang apa-apaan ngaku-ngaku jadi pacar gue lagi" nunjuk muka Ayu.
"Lo tu sama aja ya sama sodara lo itu sama-sama nggak tau trimakasih"
"Lo kok banding-bandingin gue sama Andree si jelas beda lah"
"Iya juga dia cowok sok cool dan lo cowok sok ganteng hahahahah" Ayu tertawa lepas didepan Fauzi jarang-jarang ia sebahagia ini. Bu Mira yang mengintip dari balik jendela pun tersenyum melihat putrinya yang jarang sekali senyum, dihadapan pria itu dia bisa tertawa lepas.
Fauzi tak membalas perkataan Ayu ia tertegun melihat wajah Ayu yang berseri sudah satu minggu ia bersama Ayu dikelas baru kali ini ia melihat tawa indahnya " Yaampun cantik banget si lo, pas banget sama nama lo Ayu, kenapa gue jarang banget liat senyum lo si, apa senyum lo kemahalan nggak ada diskon gitu buat murahin senyum" batin Fa memperhatikan Ayu yang masih tertawa.
__ADS_1
Ayu yang merasa dirinya diperhatikan pun menghentikan tawanya ia risih dengan tatapan Fauzi yang sedari tadi menatap dirinya. "Ngapain lo liatin gue kaya gitu?"
"Makasih..." jawaban singkat dari Fa yang membuat Ayu mengerti maksudnya.
"Ayu...... suruh Fauzi masuk nak". Ucap Bu Mira dari dalam rumah.
" Lo denger sendirikan". Ayu masuk meninggalkan Fa.
" Lo tega ama pacar sendiri apa, masak pacarnya ditinggalin nggak digandeng" Fauzi yang geli sendiri dengan ucapannya.
"Pacar-pacar sejak kapan lo jadi pacar gue?" Ayu membalikkan badannya .
Fauzi yang senang melihat Ayu kesal membuatnya semakin menjadi-jadi untuk menggodanya " Sayang masa kamu lupa si tadi kan kamu bilang sendiri didepan warga kita juga disalamin biar cepet halal masa lupa" ucap Fauzi yang bertentangan keras dengan hatinya.
"Bodoamat...." Ayu langsung masuk kedalam rumah.
"Sialan ni cewek, kirain luluh malah b aja, tapi kok bisa gue omong kaya tadi ya" gumamnya, ia pun bergegas masuk menyusul Ayu.
Setelah berada didepan Bu Mira Fauzi disuguhi banya makanan Fauzi yang tadi tak sempat makan pun langsung mencoba makanan itu ia terbuai akan rasa masakan itu, Bu Mira pun menjelaskan bahwa masakan itu Ayu yang buat, Fauzi berfikir masa Bocah dingin kaya Ayu pinter masak si.
Hari pun sudah larut malam Fauzi yang telah menghabiskan semua makanan itu sampai ludes tak bersisa pamit pulang " Bu makasih ya Fauzi udah kenyang pamit dulu mau pulang"
"Nggak punya adab banget si abis ngabisin makanan langsung pulang" gumam Ayu yang di dengar Bu Mira
"Udah nggak papa kok Fa besok jangan kapok main kesini". Ucap Bu Mira membereskan piring bekas makanan.
"Masa kapok si main ke rumah pacar sendiri" menekankan kata Pacar dan menatap Ayu." Yaudah Bu, Fauzi pulang ya bu Assalamungalaikum" mencum tangan Bu Mira.
__ADS_1