
Hari ini Ayu memantabkan tekad untuk kembali ke- Surabaya menuntaskan tugasnya yang sempat tertunda. Kali ini ia pergi sendiri tanpa Dimas dan Andree yang menemani. Ayu tidak mau melibatkan orang lain dalam misinya ini, ia tidak mau kehilangan orang orang-orang yang ia sayangi.
Sebelum memutuskan pergi, Ayu sudah mencari sedikit info tentang perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan sang Ayah, dan colega-colega yang pernah menjalin hubungan dengan Ayahnya.
Seakan memori terulang kembali ia mengingat saat-saat indah bersama orang-orang yang selalu ada untuknya. Berat memang mengambil langkah sebesar ini sendiri. Mungkin masa-masa ini tidak akan terulang kembali.
**
" Lho Ay lo kok balik kesini lagi? Lo sendiri kesini?" Tanya Diah kaget saat melihat Ayu datang dimalam hari sendirian. Ibu muda itu menyuruhnya masuk dan duduk diruang tamu.
" Nggak papa gue cuma kangen aja sama si kecil mana dia?" Ayu terpaksa bohong untuk menutupi segala hal buruk yang mungkin akan terjadi nantinya.
__ADS_1
" Oh ada tu sama ayahnya udah tidur, mendingan lo juga istirahat udah malam!" ujar Diah. Ayu tersenyum dan masuk kekamar tamu. Membaringkan tubuhnya yang lelah diatas kasur, " ini baru awal jejak langkah gue".
' Kamu tidak akan bisa menghancurkan saya ' pesan dari nomor tak dikenal itu lagi.
Pagi- pagi sekali Ayu sudah bersiap mencari alamat Bu Indiarti yang diberikan Daniel, tak membutuhkan waktu lama untuk Ayu mencarinya karena letak rumahnya yang sangat seterategis.
" Assa......" Belum Ayu menyelesaikan salamnya, pintu bercat putih itu sudah terbuka.
" Iya gue ada perlu ama nyokap lo, nyokap lo ada kan?" tanya Ayu tak mau membuang-buang waktu.
Belum Varo memanggil sang Ibu, kini Bu Indiarti sudah berada dibelakangnya menghampiri Ayu dan menyuruhnya duduk bersama seakan tau tujuan Ayu datang, Bu Indi mengeluarkan kalung berliontin 'I' " Kamu masih sangat muda ndhuk, buat bisa menghadapi semua ini'' tuturnya menggenggam tangan Ayu. Sedangkan Varo yang memang hari ini cuti ia memilih ikut bergabung, walaupun ia tidak tahu-menahu masalah yang terjadi.
__ADS_1
Ayu menarik sudut bibirnya menampakkan senyum getir " Setidaknya saya bisa jadi anak yang dapat diandalkan"
" Kamu tahu sejak awal ibu melihat kamu, ibu yakin kalau dugaan ibu tidak salah, kamu memang benar putri Arbian Noviantoro Aquino"
"Aquino?" tanya Ayu bingung setaunya Aquino tidak ada dalam nama ayahnya.Ia juga teringat dengan ayahnya Bella yang mempunyai nama yang sama.
" Sebenarnya dulu ayahmu mempunyai saudara tiri, Ibu dari ayahmu meninggal sejak usia ayahmu masih 15 tahun dan kakekmu menikah lagi dengan wanita yamg mempunyai anak laki-laki bernama Hendri David Aquino, dan mereka mempunyai dua anak perempuan dari hasil pernikahannya.Banyak sekali perbedaan antara Arbi dengan Hendry. Ayahmu adalah anak yang cerdas dan penurut berbeda dengan Hendri yang serakah. Ayahmu tidak tahan dengan perlakuan ibu dan saudara tirinya yang kejam jadi ia memutuskan untuk pindah ke kota mu. Hingga akhirnya saya menemukan sekolah ayahmu dan ikut pindah kesana. Setelah lulus sekolah, kami memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang ada disini".
" Tapi siapa pelaku pembunuhan keluarga Ayah?" tanya Ayu yang masih penasaran.
" Semua ini belum berakhir ndhuk"
__ADS_1