
Dilain sisi Andree sudah beranjak pergi dari resto itu ia sedikit berlari hingga berhenti disalah satu taman yang indah dengan berbagai lampu menghiasi taman itu ia duduk menunduk " kenapa si disaat gue buka hati buat seseorang gue malah dihianatin gini"
Terlihat jelas kekecewaan diwajahnya Zahra yang sedari tadi mengikuti Andree ia termenung mengumpulkan keberanian untuk menenangkan Andree. Ia mulai melangkah lalu duduk berjarak 40 cm dari Andree, Zahra mengeluarkan coklat dan memberikannya pada Andree.
Andree tersenyum getir menatap coklat dan Zahra secara betgantian "Gue bukan anak kecil yang dikasih terus ceria" tuturnya.
"Siapa yang bilang kamu anak kecil kata orang coklat itu bisa ngilangin rasa kesel makanya aku kasih coklat ini kekamu" tulus Zahra yang mengulurkan coklat itu yang hanya dilirik oleh Andree sekilas " Kamu nggak suka coklat ya?"
Andree tersenyum menatap Zahra dan mengambil coklat itu " Thanks"
"Ya Allah senyumnya manis banget ini beneran dia, aku jarang banget lihat senyuman Zahra masih setia menatap Andree.
Hingga lamunannya terganggu ketika Ayu and the geng dateng dengan swara khasnya " Eh cowok tengil nggak malu apa sama badan keker lo cuma gara-gara cewek aja jadi melo" ia masih belum mendapatkan jawaban dari Andree matanya melirik ke arah coklat yang di pegang Andree ia langsung mengambil coklatnya " Yaampun cowok tengil ternyata lo lebih parah dibanding anak kecil ya" sindir Ayu.
Andree merasa tidak terima ia berdiri sedikit menunduk karena lawan bicaranya lebih pendek darinya " maksud lo apa bilang gitu dasar cewek sepet, kecil, cebol?" Andree menekannkan kata cebol. Sontak Ayu geram ia segera menaiki kursi taman semua temannya hanya menggeleng melihat perilaku Ayu yang jarang ditebak.
" Lo ngapain naik-naik segala si Ay bahaya?" Dimas memijat pelipisnya.
"Gue mau buktiin kalo gue nggak cebol nyatanya gue lebih tinggi dari pada kalian.....wekk (menjulurkan lidahnya)" ucapannya terjeda " gue baru inget kemarin lo berdua (menunjuk Fa dan Andree) masih punya utang nurutin kemauan gue jadi gue mau lo berdua baikan sekarang!" perintahnya.
" Baikan emang kita ada masalah apa?"ngeles Fa.
"Eh Kamvret emang gue nggak tau lo berdua habis berantem tadi sore gegara lo mau buktiin penghianatan si Qila" ujarnya turun dari bangku.
"maksudnya apa si pet gue nggak ngerti" celetuk Andree.
" udah deh nggak usah bulshit tu bonyok-bonyok di muka lo berdua udah jadi bukti autentik, gilak ya, lo berdua tu saudara bisa-binya adu jotos ama sodara ndiri rugi bray " cicitnya masih dengan swasana hening krik.....krik. kriiik.....kriiiik " Wooooy ngopi ngapa ngopi, masih aja pada ndomblong, baikan coy!!!'' meninggikan volume swaranya, tak tau swasana memang Ayu bertetiak seakan hanya mereka berenam yang ada disana membuat semua orang yang berada di taman itu tersentak kaget .
Akhirnya Ayu dan Fa pun berpelukan menyadari kesalahan mereka tak lama ada emak-emak yang ngomel-ngomel menghampiri mereka " woi bocil siapa yang udah treak-treak tadi ha? nggak tau ada orang mau enak apa?'' matanya menatap sadis setiap wajah mereka berenam.
Mereka berenam hanya saling tatap tak ada yang berani berbicara hingga semua menatap kearah Ayu, ia hanya bisa menunjukkan cengir kudanya " Kenapa ujung-ujungnya jadi gue lagi si" batinnya.
__ADS_1
" Oh jadi elo yang udah treak-treak tadi ha?" tanya emak itu lagi.
Ayu mengatur napasnya " Astaghfirllahal'adzim ibu jangan suudzon nggak baik, coba ibu lihat saya apakah menurut ibu saya yang melakukan hal itu?" Ayu menhikuti nada Zahra berbicara.
sang Emak melihat Ayu dari atas hingga bawah tak yakin jika ayu yang melakukan " terus tadi yang treak-treak siapa?"
" Maaf bu tadi orang gila, tapi udah pergi kok tenang aja" ujar Ayu, emak itu pun langsung pergi meninggalkan mereka.
HaHahahhaa..........
Setelah dirasa aman mereka tertawa terbahak-bahak bukan karena akan kena marah sak emak-emak yang lagi pacaran sama brondong tetapi karena ucapan Ayu yang berusaha menirukan Zahra.
" Hahah..... gilak pet nggak ada pantes-pantesnya lo niruin Zahra muka lo lucu hahahaha" tutur Andree.
" Anjai bomat intinya gue udah nylametin kalian dari semprotan singa" ujar Ayu berjalan pulang meninggalkan teman-temannya.
semua masih saja tertawa apalagi Andree yang tak luput dari perhatian Zahra. " Ternyata aku salah, kamu lebih bahagia dengan yang dilakukan Ayu dari pada aku Ndree" batin Zahra.
"Woy Brisiiik!!!!" ujar emak-emak kembali berswara.
chat WA
" Sepettt......" Andree.
"Hm..." Ayu
"Singkat amat" Andree
"Terus?" Ayu
"Lo udah tidur?"Andree
__ADS_1
"Hm kenapa"Ayu
"Makasih " andree
"Buat?'' Ayu
" Buat yang lo lakuin ke gue tadi makasih banget"Andree
" Jangan GR deh cowok tengil gue bantuin Dimas bukan bantu elo kucai" Ayu
(read) Andree
" Nyesel kan lo, udah makasih ke gue heheh" Ayu
¥¥¥¥¥¥
"Ayu aku boleh ngomong sama kamu?" Zahra memulai pembicaraan ketika mereka berdua di perpustakaan.
" lo mau ngomong apa?" jawabnya masih setia dengan novel ditangannya.
" Emm Itu..... ka.. kaa" ucapannya terputus melihat kedatangan Andree dan Fa.
" Sepet Gue mau ngomong sama lo" sarkas Andree tak juga Ayu menjawab bahkan meliriknya pun tidak iamenarik Novel yang dipegang Ayu.
Ayu reflek ingin mengambil novel itu kembali tapi ia tersandung kaki meja dan membuatnya jatuh.
Tapi tidak sepenuhnya jatuh ketika tangan kekar Andree menahan tubuh mungil Ayu. Fa yang melihat itu entah kenapa rasanya panas begitupun Zahra.
Ayu langsung menegakkan tubuhnya kembali mengambil novelnya dan pergi. Ketika ia mau keluar dari pintu ia tak sengaja menyenggol lengan Bella siswi kelas 12 yang cukup terkenal akan kecangikannya. " Maaf Kak" jawabnya singkat lalu berenjak.
" Maaf Kata Elo" sarkas Bella.
__ADS_1
Bersambung........
Hay Readers author cuma mau mengingatkan jangan lupa like, koment dan vote ya karena sesungguhnya itu geratis, hehe