
" lho kalian kok cuma bertiga?" Tanya Baskoro setelah melihat Ayu tak bersama mereka ketika memasuki rumah. Bukannya menjawab pertanyaan dari Baskoro Andree malah memberinya permen yang bertuliskan 'kepo' dan pergi menuju kamarnya.
Baskoro menaikkan satu alis merasa dongkol dengan perilaku putranya. Mrngalihkan pandangannya pada Reina, belum juga Baskoro bertanya Reina lebih dulu memakai aerphone menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.
Baskoro menaikkan kedua pundaknya merasa aneh dengan sikap anak-anaknya. Hanya Dimas yang bisa diharapkan saat ini namun Baskoro mengurungkan niatnya saat melihat Dimas tengah kerepotan dengan berbagai barang ditubuhnya yang sudah dipastikan itu adalah ulah anak bungsunya.
" Permisi om" ujar Dimas melewati Baskoro dengan susah payah berjalan membawa tumpukan barang. Baskoro menghembuskan napasnya kasar.
" Pa, ada apa si?" tanya Yuliana saat melihat suaminya tengah kebingungan. Bukannya menjawab pertanyaan sang istri, Baskoro memberikan permen yang dikasih Andree tadi dan beranjak duduk menonton tv disebelah Reina. " kepo, yeee mama nggak kepo tapi cuma pengin tau aja. Lumayan juga ni permen habis makan pete :v"
**
Mentari bersinar, Menampakkan cahaya, Menerangi bumi, Menghangatkan hati,
Mengingat memori,Menimbulkan perih,Apakah semua ini adil? Semua yang telah terjadi sudah takdir.
__ADS_1
Hari demi hari telah berganti, masih menunggu yang belum pasti. Sudah dua minggu, namun Fa belum juga datang jangankan datang Fa bahkan tidak ada kabar sama sekali. Hanya tersisa waktu satu minggu lagi untuk Ayu mengukap kebenaran masa lalu ayahnya.
Flash Back On
Ayu POV
Pas waktu gue keluar dari cafe ninggalin Andree dan Dimas, ada pesan masuk dari nomor tak dikenal yang menyatakan bahwa Ayah adalah penghianat. Orang itu mengancam kalau gue masih tetep nerusin semuanya, Ibu yang bakal jadi korban selanjutnya dalam batas waktu satu minggu. Jadi malem itu gue nggak pulang, gue juga wanti-wanti buat ibuk pulang kerumah nenek sementara waktu. Gue takut terjadi apa-apa sama ibu, tapi gue juga nggak bisa buat berhenti ngungkap kasus ini.
Berhenti di Alfamart membeli air meneral pas mau bayar gue ngecek kedalem tas ternyata ada gelang berliontin bulan bintang. Gue inget geleng itu gelang yang ditemu oleh tengil dekat tangga. Gue yakin gelang itu bukan punya Laura ataupun Bella tapi " Mbak.... mbak.... maaf udah antree" swara teguran dari kasir, masih kurang percaya gue nengok kebelakang gilak antreeannya panjang bet.
Gue cuma bisa nelen ludah " Eng- enggak Bu"
" Eh lo pikir gue emak lo apa? panggil gue sist, nggak tau orang cantik sejagat apa" swara cempreng wanita itu buat kepala semua orang pening apalagi gue yang ada didepannya pas, berasa gendang telinga mau pecah rasanya.
" Iya sist cantik banget, pokoknya nggak ada yang ngalahin deh jangankan saya Ratu Agung Sejagat juga kalah cantik sama sist, tapi sist tau nggak ada yang nggak kalah cantik dari sist" bodo gue panas-panasin aja tu orang yang lupa umur.
__ADS_1
"Emang ada siapa?" tanyanya, wanita bertubuh gempal itu masih memakan kripik ditangannya.
" Sister ngesot ......HAHAHAHAAA" tawa semua orang pecah seketika tetapi tidak dengan wanita didepan gue, dia meremas bungkus kripiknya, tatapannya duh gue nggak tahan liatnya buru-buru gue bayar dan keluar. Gue kira bakal sampe situ doang ternyata enggak dia ngejar gue, yaampun mimpi apa gue semalem sama dikejar-kejar orang sarap kaya gitu.
Untung aja dia gemuk jadi gue bisa cepet ngehindar dari dia. "Bruuuukkk" gue nabrak orang sampai nyungsrup. Pas gue bantu dia ternyata itu Rani gue jadi inget gelang bulan bintang. " Kenapa lo bantu gue?" spontan pertanyaan itu keluar dari mulut gue.
" Karena gue tau elo nggak salah, dan ya Zahra bener lo adalah sosok sahabat sejati, nggak kaya Fira dia cuma manfaatin gue demi keuntungannya sendiri, gue bisa nyimpulin karena gue liat pake mata gue seniri pas elo nglakuin apa aja demi Zahra dan sebaliknya" Tutur Rani. Gue jadi terhura deh nggak nyangka anak yang gue lemparin tong sampah ternyata juga peduli ama gue.
Tanpa aba-aba Rani langsung peluk sontak gue kaget tapi gue liat pancaran matanya yang nampak tulus " Makasih" lirihnya. Gue ngelepasin pelukannya, dan mengembalikan gelang miliknya.
"Ayu..... Ayo pulang ibu kamu nggak ada dirumah jadi kamu pulang kerumah om ya"
"Om Bas"
Flash Back Of
__ADS_1