S'SMK

S'SMK
Bab 55


__ADS_3

" Gerah banget Dim, nyalain AC nya ngapa!" Tukas Ayu mengibaskan tangannya didepan wajah menetralisir kegerahan melanda.


Pemuda berkaos navy itu mengacak rambut hitam legamnya asal sedikit brantakan namun tetap keren dimata para gadis. Menyalakan AC mobil sedang, mengklakson kendaraan yang ada didepannya.


Jalanan saat ini sangat padat ditambah swara klakson yang saling bertautan membuat pening kepala.


Setelah berjibaku dengan jalanan yang padat akhirnya mereka sampai juga dikediaman Diah dan Daniel. Dimas memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Diah yang cukup luas.


Wanita dengan perut buncit itu sedang duduk diteras rumah bersama sang suami, ia berdiri dari duduknya untuk mengetahui siapa yang datang sedangkan sang suami lebih memilih menyeruput kopi yang telah dibuatkan oleh istrinya.


Ayu dan Dimas turun dari mobilnya menghampiri Diah yang sudah kesusahan untuk berjalan.


" Lho kalian kok cuma berdua yang lainnya mana?" tanya Diah setelah mengetahiu salah satu sahabatnya datang, Daniel yang tadinya cuek kini beranjak dari posisinya dan menghampiri sang istri.


Dimas menurunkan barang bawaannya, Ayu memeluk Diah melepaskan rindu kepada sahabatnya, menurunkan pandangannya tepat diperut besar Diah mengelusnya, mengukir senyum diwajah cantik itu.


"Ada urusan pribadi yang mesti gue selesain disini Diy" ucap Ayu menoleh kesisi Dimas yang kesusahan membawa barang bawaannya, Ayu gercep membantunya.


" Wah tambah subur aja lo Diy, pasti dikasih vitamin terus ya tiap malam sama Daniel" celetuk Dimas saat berada dihadapan Diyah dan Daniel.


" so pasti dong, pokoknya Dim behhh manteb" Daniel mengacungkan jempol kehadapan Dimas yang langsung diberi sikutan oleh Diah.

__ADS_1


Dimas memutar bola matanya jengah " Sae lu mentang-mentang udah kawin" Daniel terkekeh merangkul pundak sang istri " Sirik aja lu jomblo lampu merah"


Dimas menunjukkan seringainya namun buru-buru Ayu menempelkan tisu diwajah Dimas sontak sang empu tambah kesal dibuatnya " Kamvret lo Ay, Bekas apa ni?"


Ayu menunjukkan cengir kudanya " Bekas ingus gue hee" Ayu segera lari menghindari amukan Dimas.


"Apa lu kata? eeuuh sableng emang lo Anji**g" Sarkas Dimas mengejar Ayu.


Ayu terus berlari tak tentu arah yang ia pikirkan hanya bisa lolos dari kejaran Dimas. Dimas mulai kelelahan ia mengambil sepeda onta yang berada disisi tepian jalan dekat persawahan.


Dimas mulai menggoes, namun sang pemilik mengetahui jika ada yang mengambil sepeda berharganya sontak ia langsung menteriaki Dimas maling.


Sang pemilik sepeda bukanlah orang muda melainkan sudah sepuh tak heran si embah tertatih-tatih saat mengejar Dimas. Semua orang yang berada disawah turut membantu sang embah mengambil sepedanya. Terjadilah aksi kejar-kejaran dimana Dimas mengejar Ayu, warga mengejar Dimas dan tentu saja sang embah menjadi penggiringnya.


" Lho mak kambing" ucap Varo setelah melihat Ayu dengan jelas.


" Curutt.....lepasin" Ayu mengibaskan tangannya agak kasar hingga terlepas dari genggaman Varo.


Jalanan yang menurun membuat Dimas kewalahan mengendalikan sepedanya, dipikirnya bahwa tidak ada rem padahal cara mengere sepeda onta tinggal pedalnya ditarik kebelakang (berlawanan arah). Hingga ia mencoba menurunkan badannya supaya sepeda itu berhenti namun apalah daya ia lupa bahwa sepeda onta itu memiliki palang besi yang menghubungkan kerangka setang dan jok yah bisa dibayangkan apa yang terjadi selanjutnya lah ya.


" Aaa' ......masa depan gue" Dimas menahan sakit diarea bawahnya, Ayu segera menutup wajah dengan kedua tangannya, warga berhenti memejamkan satu mata dengan sudut bibir agak ditarik ikut merasakan nyeri yang Dimas alami.

__ADS_1


Dimas dalam posisi mematung, sepeda itu seakan berjalan sendiri ke empang dan Byuuuurr........ Dimas tercebur, "Auwww......''


Warga langsung menolong Dimas yang masih mematung ia segera dibawa ke puskesmas terdekat.


" Lho kok sepi," ucap bingung sang embah baru datang dan menghampiri sepedanya yang terkapar tak berdaya dipinggir empang.


***


" Dim..... si uwwu nggak papa kan?" tanya Ayu menunjuk bagian bawah Dimas menggunakan dagunya.


"Sialan lo Ay untung kata dokter nggak kenapa-napa kalo terjadi apa-apa sama masa depan gue lo harus tanggung jawab titik nggak pake koma" Tegasnya membuat Ayu menjadi merasa bersalah.


"Maaf, ya uwwu gue nggak sengaja lagian gue nggak sepenuhnya salah, yang salah tu Dimas" ucap Ayu.


" Emang gue salah apa?" tanya Dimas bingung.


"Ya lo pake acara nyolong sepeda orang, bangkotan lagi mungkin tu Azab instan yang Allah turunin buat lo tapi yang kena malah si Uwwu, kalo si uwwu kenapa-napa gimana?" sontak Dimas langsung menutupinya dengan selimut.


"Eh Mak Kambing!!!!!"


** Gimana-gimana bikin ngilu nggak?

__ADS_1


Author mau ngasih tebakan ni apa Ayu bisa ngungkap rahasianya atau nggak ya?


yuk isi dikolom komentar


__ADS_2