
" Pria Bajing*an" gumamnya saat melihat Hendry ingin rasanya Ayu meluapkan kekesalannya saat ini juga namun ia tahan karena kondisi Bu Mira yang mengkhawatirkan. " Dasar Pria jahat, kepa*at tega- teganya anda membantai keluarga anda sendiri. Apakah harta sangat berarti sehingga anda bisa berbuat sekeji itu?"
Hendri menarik sudut bibirnya menatap kedua perempuan yang ada dihadapannya. " Jaga bicaramu gadis kecil atas dasar apa kau bisa menuduhku, sudah ku bilang kau tidak akan bisa menghancurkanku?"
" Sudah ku bilang bahwa aku adalah putri Ayahku, dan anda adalah parasit yang hinggap dikeluarga mereka. Sebaiknya anda segera menebus dosa-dosa anda sebelelum terlambat. Karena nyawa harus dibalas dengan nyawa anda mengerti" ucapnya dengan penuh penekanan.
" Apalagi yang kau tau dari ku?" tanya Hendry yang sudah emosi.
" Anda tidak berbakat dalam berpura-pura saya tahu bahwa anda masih mengingat dengan jelas kejadian 23 tahun yang lalu. Selama itu pun sudah banyak yang anda perbuat dan anda masih menutup mata dengan kesalahan anda sendiri?"
Hendry mencoba mencekik leher Ayu" Sudah cukup kau berbicara"
Ayu mencoba melepaskan cengkraman Hendry dengan susah paya " Penggelapan dana perusahaan 23 tahun lalu , Pembantaian keluarga 20 tahun lalu, Pembunuhan terhadap pesaing bisnis terjadi disetiap tahun, pembunuhan berencana terhadap Arbian Noviantoro Aquino putra kandung dari Shadiq Aquino"
Hendry merenggangkan cekikkannya terhadap Ayu, bagaimana mungkin gadis itu mengetahui semua kebusukkannya padahal ia tak luput dari pengawasannya. " Hahahaha.......Itu semua memang benar, saya yang melakukan semua itu dan hari ini saya akan menghabisi keturunan Arbi hingga tidak ada yang bisa menghentikan saya"
Hendry menodongkan pistol kearah Ayu " Bersiaplah untuk menemui ayahmu gadis kecil" Ayu menutup mata nampak bulir bening menetes dipipinya segera ia sapu menggunakan tangannya. Menetralkan detak jantungnya sejenak, dengan gerakkan sigap ia menendang tangan Hendry hingga pistol itu terlempar, mengerahkan semua tenaganya ia berusaha menyerang tanpa ampun. Ayu tak memberinya kesempatan untuk melawan.
" Baaaakkk...... Ini untukmu yang sudah membantai keluarga ayahku.
__ADS_1
Biiiiiiikkkk........ini untuk penculikan ibuku. Buuuukkkk....... ini atas penghinaanmu terhadap ku" Belum selesai Ayu melayangkan tendangan mautnya ke wajah Hendry " Dan ini untuk kematian Ayahku".
Merasa Hendry sudah tak berdaya Ayu kembali kepada Bu Mira melepaskan ikatan yang melilit tubuhnya. Hendry yang sudah bersimpah darah mencoba mengambil pistol yang berada disudut ruangan tanpa sepengetahuan Ayu. Dengan susah payah ia meraih pistol itu dan membidikan kearah Ayu.
Dor.....Dor swara letupan senjata tajam terdengar.
" Andreee .......Ayaaaahhh......."
Teriak Bella ia datang bersama Andree dan Dimas. Hendry dan Ayu terkena timah panas secara bersamaan karena polisi juga menembakkan peluru ke arah Hendry guna menghentikan aksinya namun terlambat.
Ayu terdiam melihat kearah luka tembakan dibahu sebelah kiri Andree, menahan sakit dan kehilangan keseimbangan. Bersyukur karena Dimas langsung menangkapnya " Andree...."
" Gue nggak suka denger lo panggil nama asli gue pet" ujarnya yang tak menghiraukan darah segar mengucur deras dari lukanya.
**
" Dim gu-gue minta maaf " ucap Ayu, mereka kini berada di depan UGD. Dimas tersenyum menandakan tidak akan terjadi apa-apa, Dimas tidak bisa menyalahkan Ayu sepenuhnya karena ia tahu apa yang dialami oleh Ayu lebih berat dibanding dirinya.
" Gue udah kalah Dim, seharusnya pria itu dihukum setimpal dengan perbuatannya" Ayu menangkup wajah menyembunyikan dilipatan sikunya.
__ADS_1
" Lo harus bisa terima kenyataan Ay, kali ini lo nggak kalah" jawab Dimas datar.
" Ya gue nggak ka...... a--- hah?" Gadis berkaos maroon itu mendongakkan wajahnya " Gue nggak kalah? maksud lo.
Flash Back On
Andree dan Dimas masih terus mencari Ayu setelah mereka menemukan data tentang Aquino Group di laptop Ayu dan pembelian tiket online mereka berdua yakin bahwa Ayu pergi ke-Surabaya. Sesampainya di Surabaya, Diah mengatakan bahwa Ayu belum juga kembali dari semalam membuat mereka tambah khawatir.
Pada saat Diah membereskan ruang tamu ia menemukan Flashdisk dan memberikannya ke Dimas dan Andree ternya isi flashdisk itu adalah bukti-bukti kebusukkan Hendry dari foto, video dan berbagai dikumen penggelapan dana sedah tersusun rapih. Akhirnya Andree dan Dimas kekantor polisi untuk menyerahkan bukti beserta meminta bantuan mencari Ayu.
Flash Back Of
Setelah insiden itu dan Andree dinyatakan pulih Ayu menemui pengacara keluarga Aquino. Sedikit perdebatan alot namun tak menggoyahkan pendirian Ayu.
" Senang bekerja sama dengan anda" ujar pengacara kepada Ayu.
" Saya lebih senang dari pada anda" gadis mungil itu mengerlingkan sebelah matanya menampakkan kebahagiaan.
Kini hari-harinya seakan lebih bewarna. Beban berat sudah tak lagi dipanggulnya. Ayu dan Bu Mira lebih memilih hidup sederhana dan menghibahkan hartanya kepada anak yatim hanya ada satu perusahaan yang dipertahankannya. Perusahaan keluarga Aquino Ayu mempercayakannya kepada Varo karena ia takin bahwa Varo bisa diandalkan.
__ADS_1
Semua yang telah terjadi hanyalah kehendak Tuhan manusia hanya bisa menjalaninya. Mengubah nasib hidup tak semudah membalikkan telapak tangan. Percayalah bahwa semua sudah diatur tinggal menikmati saja alurnya. Memilih tinggal atau pergi menjadi salah satu keputusan. Baik pohon menggugurkan daunnya atau daun melepaskan diri dari tangkai tak ada yang salah mereka sama-sama berpisah karena memang sudah jalannya. Jadikan semua hanyalah angin lalu dan fokuslah pada tujuan hidupmu berdiri sampai dititik ini.
~~***Selesai***~~