
Zahra hanya menganggukinya, ia berharap salah satu dari mereka bisa ikut perlombaan itu. Entah apa yang membuatnya antusias mengikuti lomba seperti itu setau Ayu dan Viara Zahra jarang bahkan bisa dibilang ia sama sekali tidak tertarik dengan kontes seperti itu.
Ayu dan Viara saling melempar pandang, mereka bingung sikap Zahra yang berubah. Mungkin ada sesuatu yang Zahra sembunyikan. Zahra yang dari tadi duduk ditepi tempat tidur beranjak dari tempatnya, ia berdiri didepan cermin besar yang ada di kamar Ayu, ditataplah wajah nya sendiri dan merapih kan sedikit hijabnya yang sedikit brantakan tak lama ia pamit untuk pulang, sedangkan Viara lebih nemilih menginap dari pada dirumahnya hanya sendirian karena orang tuanya sedang dinas keluar kota.
"Ay lo ngrasa ada yang aneh nggak si ama tu anak?'' Tanya Viara yang tengah sibuk mengedit foto-fotonya untuk di unggah ke Medsosnya.
Ayu merebahkan tubuhnya di samping Viara, " Iya gue juga ngerasa gitu"
Viara meletakkan ponselnya dan menatap Ayu " Jangan-jangan ni ulah....."
"Fira end the geng" Ucap mereka bersamaan.
" Kita akan tau kenyataan ini, Besok". Ucap Ayu yang sudah mulai ngantuk.
Fira Rosliana Dita........
Dia adalah gadis cantik dan pandai anak 11 Akuntansi 1, ia sangat tergila-gila dengan Andree tapi Andree tak pernah menganggapnya, dan ketika ia melihat Fauzi awal pertama masuk Fira menjadi sangat terobsebsi dengan kedua pemuda itu. Lalu apa hubungannya dengan Zahra yang tidak ada sangkut pautnya dengan mereka. Obsesinya terhadap Andree dan Fauzi membuat namanya yang terpampang di jurnal pengumuman sebagai peringkat satu pararel dari kelas 10 tergeser dengan nama Azahra Latif, yang membuatnya lebih geram ketika Zahra ditunjuk oleh guru mewakili sekolah lomba LKS se Kabupaten, yang seharusnya itu adalah Fira. Apalagi saat Zahra menerima bagitu banyak pujian karena bergasil mendapatkan juara 1 LKS ia tambah tak terima semenjak itu Fira memusuhi Zahra.
Keesokan harinya Viara dan Ayu masuk sekolah, mereka berjalan menyusuri koridor yang belum terlalu ramai. Mereka mendapati ada Fira bersama Rani sahabatnya yang selalu setia menemaninya. Ayu dan Viara langsung menghampirinya.
Fira dan Rani yang menyadari keberadaan mereka langsung menyodorkan brosur Putri Sekolah yang akan diadakan dua hari lagi. "Lo berdua pasti udah tau dari anak sok alim itu kan"
" Maksud lo?" Ayu yang sungguh tak mengerti memancing agar Fira mengatakan yang sebenernya.
" Nggak usah pura-pura ***** lo, sahabat lo itu cuma pura-pura alim diluar nyatanya dalemnya busuk" Fira dengan nada sinis.
Plak......" Lo nggak ada hak buat ngejudge sahabat gue emang lo pikir lo cewek baik-baik?" Viara tak tahan mendengar sahabatnya itu dihina ia langsung menampar Fira.
__ADS_1
Fira yang tak terima ia ingin membalas perbuatan Viara tapi tangan Ayu dengan sigap menahannya."Emangnya apa yang dilakuin Zahra sampe lo brani ngomong kalo dia busuk coba?" Ayu mendekatkan wajahnya.
Fira melepaskan cengkeraman Ayu " Asal lo tau dia kamarin peluk-pelukan sama Andree dan sorenya jalan bareng sama Fauzi, dan malemnya dia makan bareng Dimas apa kalo bukan busuk namanya, tampilannya nggak sesuai sama dalemnya".
" Apaaa....." Viara dan Ayu berbarengan.
"Hebat juga ya Zahra dapet tiga sekaligus..... sedangkan lo satu aja nggak ada hhhhh" timpal Viara memanas-manasi Fira.
" Ok kita liat aja siapa yang lebih unggul, gue apa sahabat lo berdua" Fira meninggalkan Ayu dan Viara.
" Ooo jadi itu alesannya" gumam Ayu
Tak lama Tiga Most Wanted banyaka siapa lagi kalo bukan Dimas, Fauzi, dan Andree.
" Pas banget lo ber....." Ucaoan Ayu terpotong.
" Maksudnya?" Ucap Ayu dan Viara bersamaan.
" Tega lo pet, Vii ma Zahra" Timpal Andree membuat Viara dan Ayu tambah tak mengerti.
" Apa si yang sebenernya terjadi? Fa?" Ayu bertanya kembali.
" Gue jelasin tapi nggak disini kita cari tempat dulu.
Hingga mereka memilih taman belakang sekolah yang tidak banyak orang.
" Gue mau tanya sama kalian bertiga, Ndree ngapain lo peluk-peluk Zahra, Fa ngapain lo kemarin jalan sama Zahra dan lo Dim lo tadi malem diner ama Zahra?"
__ADS_1
Ketiga pemuda itu hanya diam mengernyitkan dahi dan saling menautkan pandangannya." Lo tau dari mana Pet?''
" Jadi bener? kalo Kalian brani macem-macem ama Zahra gue nggak akan tinggal diem." Ancam Ayu.
" Wah gesrek ni otak, harusnya lo tu makasih sama kita" Dimas duduk di samping Fauzi.
" Buat apa?" Ayu tambah bingung.
" Makanya tu mulut jangan nrocos mulu kayak kitiran, Gue tu kemarin bukan meluk Zahra tapi nglindungin dia dari mata-mata jahat."
"Mata mata jahat gimana si gue nggak maksud sama lo lo pada" Ayu tambah penasaran ia pun duduk di hadapam tiga pemuda itu Viara hanya menyimak malas ikut berdebat .
" Ok gue minta lo tenang, kita tau lo khawatir gue minta setelah kita crita lo jangan bertindak yang aneh-aneh ok?" Fauzi mencoba memberi ketenangan.
" Ok....." jawabnya singkat.
" Jadi kemarin pas lo berdua nggak ada Fira, nenek lampir itu habis-habisan ngebuly Zahra, sampai dia berani nyiram Zahra hingga pakaiannya basah Andree yang sadar kalo baju Zahra transparan ia langsung memeluk Zahra agar menutupi bagian yang transparan. Terus gue copot jaket buat Zahra pake, mungkin karena dia tergila-gila sama kita dia jadi nggak terima perlakuan kita ke Zahra. Fira ngencem bakal berbuat lebih dari itu" Fauzi yang masih sempat-sempatnya menyombongkan dirinya.
" La terus hubungan sama Putri sekolah apa?" Ayu yang masih menahan emosinya.
" Nah kejadian itu-tu pas banget gue lagi bagiin brosur Putri sekolah karena gue jadi panitianya. Gue yang liat kejadian itu tiba-tiba punya ide buat nawarin mereka bersaing secara fer, dan gue nawarin siapa yang lebih unggul dari mereka adalah yang memengangkan konte Putri Sekolah itu dan ternyata dia mau, sedangkan Zahra awalnya nggak mau tapi kita paksa supaya dia nggak direndahin terus-terusan, Zahra berpikir sejenak dan ia mau ikut kontes itu. Sorenya Fauzi bukan jalan sama Zahra tapi die nemenin Zahra beli keperluan buat kontes itu. Nah yang malemnya gue kagak ada apa-apa sama dia kita ketemu di cave biasa, gue ngasih tau apa aja yang harus dilakuin sama dia di kontes itu nggak lebih.
"Yaampun tega banget gue, kalo aja gue nggak paksa lo Yu mungkin kejadian lo jatuh kejurang dan kejadian ini nggak kena sama Zahra" Viara menyesali perbuatannya lagi.
" Lo kemarin jatuh pet? kenapa nggak langsung mati aja?" candaan Andree sukses membuat bibir Ayu monyong.
Bersambung.......
__ADS_1