
Andree dan Dimas yang mendengar cerita Fauzi pun terdiam mereka tidak bisa berkata-kata lagi.
"Sory bro gue nggak maksud buka luka lo" Dimas menepuk pundak Fauzi.
"Sante aja lah Dim gue juga udah berusaha membuka lembaran baru disini" Ucap Fauzi
"Nah berhubung lo udah disini nanti malem lo berdua kerumah gue ok" ucap Andree mencairkan suasana yang tegang.
Teeet teeeet teeet (bel tanda pulang pun berbunyi)
"Viii Ayu kemana y dari tadi nggak keliatan" Ucap Zahra sembari memasukkan bukunya kedalam tas.
"Yaampun Zah lo tu udah berapa lama sahabatan sama tu anak?........ diakan emang gitu abis adu bacot sama Andree langsung ngilang bak ditelan bumi" Jawab Viara yang masih sibuk dengan efek kamera di Ig nya.
" Tenang aja Ra bentar lagi tu anak juga dateng" Tak lama Ayu pun datang "no kan apa gue bilang"
Ayu yang tak tau apa yang dibicarakan para sahabatnya pun lebih memilih membereskan barang-barangnya. Hari ini ia ingin pulang cepat agar bisa istirahat dirumah.
Diah, Viara, dan Zahra yang heran karena tak biasanya ia ingin pulang cepat padahal masih jam 16.10
"Ay lo mau pulang sekarang?" ucap Diah yang sedari tadi memperhatikannya.
Ayu menggendong tasnya "Iya gue mau istirahat". jawabnya singkat dan berjalan keluar kelas.
Datanglah tiga cowok super cool, mereka mendekati Ayu " Mau kemana lo sepet" Andre menghentikan langkah Ayu.
"Bukan urusan lo minggir!" ucap Ayu malas.
Fauzi dan Dimas tersenyum tipis melihat keduanya. Fauzi memperhatikan wajah Ayu yang sedikit pucat " Kenapa ni anak sakit apa kenapa?" batinnya.
Ayu yang tidak ingin bertengkar hari ini ia memilih untuk pergi meninggalkan ketiga cowok didepannya. Ia merasa sangat pusing, bahkan langkahnya pun agak sempoyongan .Baru beberapa langkah ia pun terjatuh dan tak sadarkan diri tetapi ia tak benar-benar terjatuh ia ditangkap oleh Fauzi.
"Yaelah cewek sepet modus lo ya biar dipegang ama Fauzi" sindir Andree.
"Eh kenapa tu Ayu?" ucap Zahra kepada sahabatnya.
" Ndree jangan aneh-aneh deh lo ini pingsan beneran badannya anget" Fauzi yang berusaha menahan tubuh mungil Ayu.
__ADS_1
Andree yang tak percaya dengan perkataan Fauzi menempelkan tangannya dijidat gadis itu "***** panas banget bawa ke UKS cepetan Fa"
Tanpa basa-basi Fauzi membawa Ayu ke UKS .Zahra yang khawatir dengan keadaan Ayu langsung menyusul ke UKS. Viara dan Diah mereka pulang karena ada urusan keluarga.
"Vi pertunjukkan mulai seru ni"ucap Diah.
"Kita nikmatin aja alurnya" ujar Viara mereka berdua pun langsung pulang
DI UKS
Fauzi dengan hati-hati meletakkan Ayu di kasur yang ada di UKS " Wajahnya pucet dan badannya panas banget"
Zahra yang baru dateng langsung mengecek keadaan Ayu ia membuka kotak obat mencari minyak angin dan obat penurun panas. Zahra mengoleskan minyak angin di hidung, pelipis dan tangan Ayu.
"Eh Zah kenapa si Sepet bisa kaya gini perasaan tadi sehat-sehat aja" ucap Andree.
"Inikan gara-gara kamu" Zahra menghela napas.
"Iya ****** kemarin kan lo pake mantel dia terus dia ujan-ujanan, dasar *****" timpal Dimas.
Ayu pun sadar "Gue ada dimana ni?"
"Akhirnya kamu udah sadar Ay" Zahra tersenyum.
"Kenapa sadar si nggak mati sekalian" Ucap Andree sontak membuat Dimas Fauzi dan Zahra memberikan tatapan tajam kepadanya.
"lo nggak papa?" Tanya Fauzi
Ayu hanya menggeleng ia tak bisa mengucapkan apa-apa badannya lemas tak bertenaga.
Waktu sudah menunjukkan jam 17.30 mereka memutuskan untuk pulang Zahra yang tidak tega melihat Ayu pulang sendiri akhirnya ia mengantarnya.
KEDIAMAN BASKORO
"Ni rumah sepi amat Ndree" ucap Dimas
" Iya nyokap ama bokap gue lagi keluar kota dan adek gue ada acara disekolahannya" jawab Andre yang lagi main game online.
__ADS_1
"Fa lo kenapa si diem-diem bae" tanya Dimas.
"Nggak papa lagi kepikiran aja sama gadis mungil tadi" jawabnya santuy.
"Gadis mungil? siapa? yang mana?" Dimas mulai kepo.
"Itu tadi yang di UKS pikun" Fauzi mulai geram
"Maksud lo Zahra atau Ayu mereka sama-sama mungil tapi beda banget sfatnya gilak " Dimas mulai semangat untuk berghibah.
" Hm bener lo Dim istilah kata ni kalo deket ma Zahra tu adem kaya di surga tapi kalo lagi deket sama sepet dah beeem berasa di neraka" timpal Andree yang tetap asik main gamenya.
"Iya tu kalo deket-deket ma Ayu tu berasa mau di terkem ma singa suer deh gue" timpal Dimas kembali
"ooo namanya Ayu pas sama wajahnya". gumam Fauzi yang bisa didengar oleh Dimas.
"Kenapa lo? lo naksir ama Ayu awas ati-ati no pacarnya ada di depan lo" menunjuk Andree menggunakan dagunya.
"Anjiiir najis gue ama dia, tapi kalo dipikir-pikir ni perasaan tu anak kayak nggak pernah ngeluh gitu bawaannya nyebelin tapi lucu kalo udah marah-marah" Andree mengubah posisi baringnya menjadi duduk.
"Dah malem ni gue cabut dulu" pamit Fauzi.
"Lo nggak mau nginep sini?" tawaran Andree.
"Besok aja pas om sama tante dah pulang, yaudah gue cabut gaes" Fauzi pun berlalu menaiki motornya dan pergi.
Diperjalanan pulang ia melihat gadis yang tak asing baginya sedang duduk ditaman sendirian ia pun berniat menghampiri tetapi gadis itu sudah pergi, Fauzi mengikuti gadis itu diam -diam dan berhentilah didepan sebuah rumah sederhana.
"Oo jadi ini rumahnya" Fauzi mengintip dari balik pohon.
"Eh ngapain lo, lo mau maling ya? ucap salah satu warga yang kebetulan lewat dan tak sengaja melihat Fa.
"Eh maling mana maling?" jawabnya *****.
"Lo malingnya ******" ucap warga itu." Maling....,Malinggg,Malinggg
"Ha gue gue bukan maling masa tampang ganteng gini dibilang maling "Fauzi pun kabur melihat kerumunan warga yang siap menggebukinya " Anjiiir mending kaboooor".
__ADS_1