S'SMK

S'SMK
Bab 44


__ADS_3

"Di.....Diaa...." ucapnya terbata-bata tubuhnya bergetar lidahnya kelu ingin mengucapkan kata-kata. Perasaannya kini takkaruan bercampuraduk bak es campur. Mata indahnya masih setia menatap pria itu tak sadar ia telah ditinggal oleh Fa, Ayu mencoba melangkahkan kaki mendekati pria itu.


Kini ia sudah berada dibelakang pria itu matanya berkaca-kaca mencoba meraih tangan pria itu tapi sebelum ia meraihnya pria itu berbalik terdiam sejenak agak menunduk memandang Ayu " Putri kecil Om" cicitnya langsung memeluk Ayu.


Ayu sudah tak bisa membendung air matanya ia menangis meluapkan kesedihannya cukup lama mereka berpelukkan. Fa yang baru turun dari tangga terkejut melihat sang papa memeluk Ayu yang mau ia kenalkan sebagai calon pendampingnya walau cuma bohongan.


"Pa...... papa ngapain peluk-peluk anak orang" ucap Fa lantang berhasil mengalihkan atensi semua orang tertuju pada Pak Renanda dan Ayu mereka pun langsung melepaskan pelukannya.


"Fa, ini nggak seperti......." belum sang papa menuntaskan ucapannya, Fa sudah kembali berucap.


" Jangan-jangan papa suka ya sama ni cewek" ucapnya kian ngelantur " Nggak pa, Fa nggak mau punya mama muda seumuran sama Fa apalagi yang jadi mamud Ayu, Fa nggak rela" Fa kian frustasi.

__ADS_1


Jangan tanyakan lagi ekspresi Ayu mukanya yang udah memerah menahan amarah apalagi Pak Renanda yang sudah tak tau lagi mau menaruh mukanya dimana ia merasa malu dicurigai oleh anaknya sendiri didepan para rekan bisnisnya.


" Fa, lo apa-apaan si" Ayu sedikit berbisik.


" Lo yang apa-apaan Ay, gue bawa lo kesini buat ngenalin lo sebagai calon pendamping gue bukan calon Mamud gue"ucapan Fa sudah kelewat batas Ayu langsung menarik Fa keluar " Eh apaan si Ay gue kecekek ni elah"


Pak Renanda hanya bisa menggelengkan kepala memijit pelipisnya yang tiba-tiba pening " Bapa-bapak, Ibu-ibu monggo diteruskan kembali aktivitas yang tertunda saya tinggal sebentar, mari" ucapnya bijak lalu menyusul Fa dan Ayu.


" Habisnya lo peluk-pelukan ama bokap gue, sedangkan gue mau gandeng tangan lo aja langsung lo neblok gue. Eh tapi kalo lo jadi mamud gue ada untungnya juga" ujarnya tersenyum dengan tatapan menggoda.


" Maksud lo".

__ADS_1


" Iya lah kalo lo jadi mamud gue setiap hari gue mau minta kelon kalo tidur sama mamah muda gue" ucapan Fa sontak membuat Ayu membelalakkan matanya hingga sepersekian detik Fa merasa sakit dibagian telinga, siapa lagi yang bisa melakukan hal itu kalo bukan sang papah, ya sedari tadi Pak Renanda mengekor di belakang Ayu dan Fa " Aaaa....a...a....a.. sakit pa" pekik Fa.


"Tadi kamu bilang apa Fa?" tanya Rendra melepaskan jewerannya.


"Tu kan jadi bener papa mau nikahin Ayu, Fa nggak rela ya kalo Ayu dinikahi papah?"


" Kamu ini, yang dari tadi ngomong gitu kan kamu bukan Papa Fa, makanya jangan suka nyimpulin sesuatu seenak jidat kamu Fa" Pak Renanda terkekeh melihat ekspresi Fa yang nampak lucu ia bungkam tak bisa berkata apa-apa lagi.


Atensi Pak Renanda tertuju pada Ayu dan Fa bergantian. Pak Renanda memegang kedua pundak Ayu. "Fa, Ayu sudah papah anggep putri papah sendiri karena jasa ayahnya yang sangat berarti bagi papah kalo nggak ada ayahnya mungkin kita udah jadi sampah sekarang" sarkas Pak Renanda.


"so ?"

__ADS_1


__ADS_2