S'SMK

S'SMK
~Nyasar~


__ADS_3

Setelah bebersih dan istirahat mereka kembali ke rencana awal yaitu mengunjungi pasar malam setelah Diah merengek pada Daniel tetap kekeuh ingin ikut. Daniel pun tak biasa mengekang sang istri karena ia sangat keras kepala.


" Udah siap semuanya? yuk berangkat!" Ucap Diah mengelus perut buncitnya.


Semua orang yang sedang berkumpul di Ruang Tengah melongo ketika Diah masih ingin ikut padahal perutnya sudah buncit. Teman-temannya menyuruhnya dirumah saja, mereka takut terjadi apa-apa dengannya. Daniel hanya bisa menuruti maunya ia sudah hafal betul watak istrinya itu, karena kalau tidak dituruti pastilah ngambek sampe tiga hari lamanya.


Tak mau berdebat lebih lama, mereka memutuskan untuk pergi bersama ke pasar malam yang letaknya tak terlalu jauh, hanya memerlukan 10 menit berjalan kaki dari rumah Diah dan Daniel untuk sampai ke pasar malam. Malam itu suasana nampak rame mata ke-empat gadis SMK itu berbinar melihat semua permainan yang ada disana. Mata mereka tertuju pada biang lala mereka langsung lari membeli tiket, kecuali Diah yang ditahan oleh sang suami mengingat kondisinya yang sedang hamil. Diah yang tak bisa ikut dengan ketiga sahabatnya itu hanya bisa memanyunkan bibirnya, membuat Daniel kuwalahan membujuk sang istri karena sedari tadi bibir monyor Diah menjadi pusat tontonan orang yang melewatinya.


" Udah jangan monyor mulu tu bibir ni gue beliin es cim" ucap Dimas mengambil satu es cream itu dan menyodorkan ke Diah dengan sok imut.


Diah yang melihag es cream itu langsung menyaut tas kresek yang ada ditangan Dimas dan memakannya sendiri membuat keempat pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Bagaimana tidak Dimas membeli 8 buah es cream dihabiskan oleh seorang Diah sendiri.


" Gilaaak lo makan es cream sebegitunya emang nggak pernah dibeliin ama laki lo?" ucap Dimas masih melihat tingkah Diah.


" Waow amazing, lo kuat makan segitu banyaknya? bukannya tadi lo di rumah udah makan banyak ya?" Andree menimpali.

__ADS_1


" Jangan heran lo berdua, ini belum ada apa-apanya kalo dirumah sendirian beeh beras sekintal tlatas sesasi ( Beras satu kwintal habis sebulan). Jawab Daniel membelai pucuk kepala Diah.


" Brisik lo semua, gue yang makan ini, Bumil mah bebas" Diah Cuek menghabiskan es creamnya yang terakhir.


" Iye lo yang enak gue yang tekor" Dimas berdecak.


Sedangakn Fauzi hanya asik jadi penonton drama temannya itu. Para gadis sudah selesai dengan permainannya. Tapi saat mereka sedang berjalan menuju tempat dimana temannya berdiri Ayu yang berada dipinggir tertabrak oleh pria yang sedang membawa banyak barang bawaan ditangannya.


" Aooww.......Adooooh......." Ringis Ayu tersungkur ditanah, Viara dan Zahra yang tak tau Ayu tertinggal mereka masih melanjutkan ke tujuannya.


" Mbak-mbak nggak papa?" tanya pria itu mengulurkan tangan untuk membantunya.


Ia beristirahat sejenak di pinggir jalan sampai pandangannya tertuju pada wanita paruh baya yang ingin menyebrang jalan dan deujung jalan ada mobil yang melaju kencang seperti tak terkendali. Ayu langsung menarik Wanita itu hingga dirinya dan wanita itu terjatuh.


" Ibu mboten nopo-nopo?(Ibu tidak apa-apa?)" Tanya Ayu khawatir.

__ADS_1


" Ibu gak popo" Wanita itu melihat Ayu mengusap wajah Ayu " Wajah ini....... E kamu dari mana Ndhuk kok ibu gak tau pethuk?"


Ayu panasaran ketika wanita itu mengusap lembut wajahnya tapi ia hempaskan fikiran itu." Inggih buk sepertinya kulo nyasar.... hee" cengengesan Ayu.


" Lha emang kamu mau kemana toh?"


'' Itu buk saya mau kerumah Diah istrinya anak yang punya pesantren disini"


" Owalah gendhuk......." ucapan wanita itu terpotong.


" Lho Ibuuk? ibuk kenapa dipinggir jalan gini toh buk?" ucao seorang laki-laki menghampiri keduanya.


" Iki cah ayu nyasar.... kamu temanin ya ke rumah Den Daniel!" perintahnya.


Ayu mendongakkan kepalanya " Lho elo kan yang tadi nabrak gue"

__ADS_1


" Ha, lo kan gadis yang nggak tau trimakasih tadi"


Bersambung......


__ADS_2