S'SMK

S'SMK
~Mesum~


__ADS_3

"Bayar dulu woy" Suwara Bu Kantin menggelegar menatap tajam Dimas.


Dimas yang sudah malu kini semakin malu dengan perbuatan teman-temannya ia hanya bisa tersenyum pada Bu Kantin dan menyodorkan uang lembaran seratus ribuan lalu pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket terkena es teh.


Dilain tempat Ayu Fauzi dan Andree sedang ada dikelas. Ayu mendapati kelas yang kosong dan hanya ada kedua sahabatnya sedang menangis. Ayu berusaha tegar ia mendekati Zahra dan Viara.


"Vii, Zah......" Ayu mendekati dua gadis yang masih menangis itu.


Viara dan Zahra yang mengetahui Ayu datang mereka langsung memeluk Ayu mereka meluapkan unek-uneknya betapa mereka sangat kecewa dengan Diah. Ayu berusaha menjelaskan bahwa itu adalah takdir semua itu sudah terjadi dan tidak bisa diulang kembali, yang bisa dilakukan mereka hanyalah membantu Diah bagaimanapun Diah adalah sahabat mereka.


Fauzi dan Andree melihat itu mereka tak menyangka betapa besar arti sahabat bagi ketiga gadis itu mereka berdua mengamati ketiga gadis yang masih berpelukan dihadapannya.


Zahra dan Viara tersadar mereka terkejut melihat ada Andree dan Fauzi


"Sejak kapan kalian disitu?" tanya Zahra melepaskan pelukannya dari Ayu.


"Mereka bareng gue kesini" Ayu menjawab terlebih dahulu.


"Sejak kapan lo akur sama mereka berdua?" Heran Viara.


"Pas lo bertiga bawa Diah ke UKS" jawab Andree.


Mendengar kata UKS Zahra yang teringat Diah kembali menitikkan air matanya. Fauzi yang melihat itu langsung mengatakan bahwa Zahra jelek kalo nangis mulu Zahra pun tersenyum dengan pipinya yang memerah karena baper.


Andree yang tak mau kalah dengan Fauzi pun mengatakan pada Zahra kalo butuh sandaran pundak Andree pun siap jadi sandaran.


Ayu yang mendengar semua itu pun rasanya ingin memuntahkan isi perutnya.


Waktu pulang sekolah pun sudah tiba semua siswa segera berkemas-kemas dan meninggalkan sekolah. Ayu berjalan menuju parkiran dia mengambil dan menaiki sepedanya ia bergegas pulang karena malam ini ada tahlilan tepat setaun kepergian ayahnya.


Pada saat Ayu ada dijalan ada seorang pengendara mobil yang tak sengaja menyerempet Ayu. Ayu pun terjatuh lututnya terluka terlihat jelas lukanya karena rok pada bagian lutut itu sobek. Pengendara mobil itu pun berhenti. Ayu berusaha bangkit tapi kakinya terasa nyeri, tiba-tiba ada uluran tangan dihadapan ayu yang sedang terduduk, Ayu memandang tangan itu dan mendongak untuk mengetahui siapa yang menyerempetnya.


"Maaf, gue nggak sengaja lo nggak papa kan?" tanya Fauzi dengan nada bersalahnya.

__ADS_1


" Nggak papa-nggak papa lo buta apa liat ni kaki gue sakit" Ayu menunjuk lututnya.


"Yaudah sini gue bantuin" Fauzi masih mengulurkan tangannya.


"Jangan harap lo bisa sentuh gue, gue bisa sendiri" Dengan susah payah Ayu bangkit dia berusaha mendirikan sepedanya.


Pas ia sedang memegang setang sepeda itu Teeek......" Hah sepeda guee" teriaknya saat melihat setang sepedanya lepas dari badan sepeda itu, dan tak kalah mengejutkannya lagi kedua ban sepedanya penyok tidak bulat sempurna karena tertelindas oleh ban mobil Fauzi.


Ayu hanya terdiam melihat kondisi sepedanya itu " gimana gue bisa pulang jalan aja kagak bisa".


Fauzi yang merasa bersalah ia berinisiatif untuk mengantarkan Ayu pulang ia tak tega melihat keadaan gadis itu pulang dengan berjalan kaki, awalnya Ayu menolak dengan tawaran Fauzi tetapi ia memikirkan acara tahlilan nanti malam ia pun akhirnya mau diantar pulang oleh Fauzi.


Sesampainya didepan rumah Ayu, para tetangga pun bingung apa ada orang nyasar apa gimana soalnya jarang ada mobil lewat jalan setapakan desanya itu. Bu Mira yang sedang menyapu dihalaman rumahnya itu penasaran kenapa ada mobil parkir didepan rumahnya. Bu Mira terkejut melihat Fauzi dan Ayu yang keluar dari mobil itu. Fauzi dan Ayu pun mencium tangan Bu Mira.


"Lho nduk kaki kamu kenapa pincang, terus sepeda kamu mana kenapa kamu pulangnya diantar sama nak Fa?".


"Ibuk Ayu nggak papa kok, ibuk lupa kalo Fauzi kan pacar Ayu, jadi Fauzi yang antar Ayu pulang soal kaki Ayu tadi dia lari-lari terus jatuh deh" Bohong Fauzi agar Bu Mira tak khawatir.


"Bener nduk?"


"Iya tu Buk udah dibilangin masih aja ngeyel." Fauzi terus saja menyudutkan Ayu.


"Ayu itu emang keras kepala kalo dibilangin jadi trima aja akibat dari ulahmu sendiri" Bu Mira melanjutkan menyapu halamannya.


"Sialan ni bocah pake acara bohong lagi padahalkan dia yang nabrak gue" batin Ayu kesal.


"Yaudah buk kalo gitu Fa pamit ya" Fauzi ingin mencium tangan Bu Mira, tetapi Bu Mira menyembunyikan tangannya " lho kok ibuk nggak mau disentuh Fa?''


"Bukan gitu calon mantu... kamu pulangnya nanti malem aja ikut tahlilan Ayahnya Ayu ya!" Bu Mira menampilkan senyumnya.


"Idih calon mantu darimana" gumam Ayu. " Ibuk kan Fa nya baru pulang bau, belum mandi, nggak bawa baju ganti kan lucu kalo nanti malem dia pake seragam sekolah"ceritanya ngusir alus gitu.


"Enggak papa, kan bisa mandi disini itu juga ada baju ayah kamu bisa sementara buat ganti"

__ADS_1


"Yaudah Bu Fauzi pulang nanti malam aja" Fauzi menyenangkan hati Bu Mira.


Bu Mira senang mendengar persetujuan dari Fauzi dia pun langsung menyuruh Fauzi dan Ayu bersiap-siap untuk acara nanti malam.


"Lo nggak mau mandi?" Ayu yang sudah rapih melihat kearah Fauzi yang sedang berbaring diruang tamu memejamkan matanya. "Ni orang tidur apa mati si sunyi amat" Ayu mendekatkan wajahnya dengan wajah Fa dipandangi dengan seksama wajah itu. "ganteng juga" gumamnya.


"Lo baru nyadar kalo gue ganteng?" Fa berbicara membuat Ayu langsung menjauhkan dirinya dari Fauzi.


"Ni mandi lo bauk" Ayu melemparkan handuk tepat pada wajah pemuda itu.


Fauzi tersenyum tipis ia segera beranjak dari posisinya membawa handuk yang telah diberikan mendekat ke arah Ayu "Gimana gue emang ganteng kan?"


Ayu menggeleng "Nggak lo gak ganteng''.


"O yaudah" Fa pergi meninggalkan Ayu tapi ia kembali lagi " Ay dimana?"


"Dimana Apanya"


"Dimana kamarnya"


"Mau ngapain tanya kamar jangan mentang-mentang lo disini dibebasin ama Emak gue lo seenaknya ya"


"Mesum lo"


"Lo lah yang mesum ngapain coba tanya-tanya kamar segala"


"Gue kan mau mandi ya gue tanya kamar mandi lah emang gue salah?"


"O kamar mandi lo lurus aja ketemu dapur belok kanan"


"Dasar mesum"


Selesai Mandi Fauzi yang sedang berada dikamar tamu sedang bingung memakai apa, pasalnya ia tidak membawa baju ganti ia hanya memakai celana bokser hitam tak lama Ayu datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuatnya bisa melihat dada telanjang Fauzi yang Indah.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2