S'SMK

S'SMK
~Sakit~


__ADS_3

Tapi tiba-tiba terlintas dibenaknya gadis mungil, dingin tapi menarik yang membuat hari-harinya penuh warna kadang membuatnya jengkel tapi kadang juga membuatnya gemas akan tingkhanya.


"Kok gue bisa mikirin ti anak si?" gumamnya ditariknya selimut untuk menutupu tubuhnya ia pun memejamkan matanya.


Dilain tempat Ayu yang masih berberes dikejutkan oleh kedatangan Diah, ia menangis didepan pintu rumah yang masih terbuka.Ayu yang melihat kedatangannya pun langsung menghampiri sahabatnya itu, dia khawatir diwaktu yang sudah larut dia datang dengan keadaan seperti ini. Ayu langsung membawanya masuk diberikanlah air putih agar Diah bisa sedikit tenang Ayu tidak menyakan apapun, ia menunggu Diah agar tenang, ia ingin Diah yang menceritakan semuanya.


Selang beberapa waktu Diah sudah tenang, ia akan menceritakan semuanya pada Ayu tapi Ayu menyuruhnya istirahat terlebih dahulu dikamarnya Ayu tak mau ia stress dengan masalah yang tengah dihadapinya matanya yang sembab menunjukkan bahwa sedari tadi ia terus menangis. Diah menuruti Ayu ia berjalan kekamar Ayu dan langsung mengistirahatkan jiwa dan batinnya.Dias sudah sering menginap di rumah Ayu jadi tak heran ia menganggap rumah Ayu seperti rumahnya sendiri Bu Mira pun tak keberatan dengan itu malah Bu Mira merasa senang jika teman-teman Ayu menginap dirumahnya.


Ayu yang selesai berberes pun langsung menuju kamarnya ia melihat wajah sahabatnya yang sudah tidur tersirat dengan jelas kesedihan disana. Ayu merebahkan tubuhnya disamping Diah ia sangat lelah hari ini tak lama ia pun tertidur.

__ADS_1


Pagi hari mentari belum sepenuhnya muncul Ayu sudah bersiap untuk berolahraga hari ini karena hari ini hari Sabtu, sekolah libu. Diah yang baru selesai Sholat subuh melipat mukena nya ia heran kenapa sepagi ini sudah rapih. Ayu langsung menyuruh Diah bersiap ia mengajaknya berolahraga pagi ini. Awalnya Diah menolak ajakan Ayu tetapi karena Ayu memaksa ia pun menerima ajakan Ayu.


Ayu dan Diah yang merasa cape mereka berdua duduk dipinggir jalan Ayu bertanya tentang yang semalam Diah meneteskan air matanya lagi ia menceritakan bahwa ia meminta pertanggung jawaban Danie tapi Daniel tidak mau bertanggung jawab ia mengatakan bahwa anak yang dikandung Diah bukan anaknya melainkan anak pria lain. Diah tak berani pulang kerumah ia tak akan bisa menatap wajah orang tuanya, makanya ia menginap di rumah Ayu. Ayu yang mendengar cerita itu ia sangat marah, ia tidak terima sahabatnya diperlakukan seperti itu. Muka Ayu memerah tanpa kata-kata ia pergi Diah yang masih menangis kebingungan,Mau kemana Ayu?, apa yang akan Ayu lakukan?, pertanyaan itu berputar-putar diotaknya, yang Diah tahu Ayu akan melakukan apapun demi orang yang ia sayang. Diah pun langsung menyusul Ayu ia takut terjadi sesuatu dengan Ayu.


Tibalah Ayu disebuah cafe yang tidak begitu ramai karena masih pagi, pandangannya menyeringai kepenjuru sudut cafe dan akhirnya ia menemukan orang yang ia cari tanpa fikir panjang ia mendekati pria itu dan menyiramkan minuman diatas kepala pria itu. Semua pengunjung cafe memandang Ayu tak terkecuali 3 pasang mata yang juga didalam cafe itu. Mereka adalah Fauzi, Andree, dan Dimas. Mereka tak kaget melihat perbuatan Ayu toh Ayu sering melakukan perbuatan yang lebih gila lagi kalau disekolah, yang mereka herankan adalah siapa pemuda yang membuat Ayu marah seperti itu biasanya ia akan melakukan hal seperti itu hanya kepada mereka bertiga, ia tidak akan melakukan hal itu kalau ia tidak dibuat kesal oleh seseorang.


Perbuatan Ayu sontak membuat pria itu marah, Pria itu adalah Daniel kekasih Diah yang tidak mau bertanggung jawab. Daniel yang terkejut dengan keberadaan Ayu ia langsung berlari tetapi ada kaki yang menjagalnya sehingga ia terjatuh. Pada saat Ayu akan menangkapnya ia berusaha lari lagi Ayu yang semakin kesal dengan tingkah Daniel ia mengambil nampan di hadapan Andree lalu melemparkan nampan itu tepat mengenai punggung Daniel ia pun terjatuh kembali ia bangkit dan berusaha lari lagi ...tok...tok...tok 2 lemparan sendok dari Andree tepat mengenai kepalanya, disusul lemparan sendok oleh Dimas dan Ayu.


"lepasin..... sakit tauk" Ayu menghempaskan tangannya hingga tangannya bisa terlepas dari cengkeraman Danie.

__ADS_1


"Itu belom seberapa rasa sakit dan malu gue tadi didalem tau nggak" Daniel menatap Ayu dengan kemarahan.


" Lo bilang apa sakit? malu? sakit sama malu lo tadi didalem belom seberapa sakit dan malunya Diah setelah apa yang lo perbuat sama dia lo nggak mau tanggung jawab lo brengsek tau nggak"


" Itu bukan urusan lo, toh itu bukan anak gue" Daniel tersenyum sinis mendengar pernyataan Ayu.


Ayu kesal mendengar jawaban yang dilontarkan Daniel ia tak mengira dia tidak langsung menyimpulkan bahwa Diah adalan cewek Murahan. Ayu menampar Daniel, Daniel yang tak terima mendapat tamparan dari Ayu ia ingin memukul Ayu tapi tangannya tertahan oleh tangan kekar.


"Pecundang lo beraninya sama cewek" ucap pemuda itu.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2