S'SMK

S'SMK
~Sahabat Terbaik~


__ADS_3

"Kemarin lo jatuh pet? kenapa nggak mati sekalian" cibir Andree sukses membuat bibir Ayu monyong.


Karana pembahasan dirasa cukup mereka berlima kembali kekelas tetapi sebelum sampai di kelas mereka mendengar suwara triakan minta tolong yang bersumber dari dalam gudang.


"Toloooong........tolong hiks....hiks....hiks"


" Gaes lo semua dengar itu nggak?" Viara menghentikan semuanya.


" Iya gue juga denger jangan-jangan itu setan lagi" Dimas memegangi tengkuknya.


Ayu yang penasaran mulai mendekati pintu itu " Apa ada oranga?"


" Ayu..... hiks Ay tolong Ay aku takut disini" seorang gadis berteriak ketakutan.


" Zahraaa....... Zah lo bertahan bentar ya lo minggir Zah sekarang dari pintu" Ayu memulai ancang-ancang mendobrak pintu itu.


" Nggak salah liat gue lo mau ndobrak pintu itu tubuh kecil kayak lo gini mana bisa kebuka yang ada lo pet yang mental" Sindir Andree dan ia segera menggantikan Ayu " Minggir biar gue yang buka".


Duggg..... percobaan pertama gagal. Duggg......percobaan kedua gagal. Duggg......percobaan ketiga pun juga gagal hingga Ayu memilih mengambil sela dari Andree untuk mendobrak pintu itu , ia tak mau terjadi apa-apa dengan Zahra Duggg......Bruuuk pintu itu lepas dari daunnya, Ayu langsung masuk menghampiri Zahra. Andree, Fauzi, Dimas, dan Viara mereka masih mematung diposisinya melihat gadis mungil iti mendobrak pinti hingga lepas kek gitu.


" Zah... Zahra lo nggak papa kan hm?" Ayu memegangi kedua pipi Zahra.


Dengan air mata yang mengalir Zahra menatap lekat Ayu dan langsung memeluknya " Makasih, hiks.......makasih udah jadi sahabat ku Ay hiks.....makasih"


Ayu membalas pelukan Zahra sebentar dan mengajaknya untuk keluar dari gudang itu. Pas ia keluar ia masih mendapati teman-temannya itu masih mematung di tempatnya. " Lo berempat mau balik apa nungguin setan disini?" Ayu dan Zahra berjalan menuju kelas.


Ayu membalikkan badannya dan menjantikkan jarinya di depan wajah teman-temannya itu " Woy bu Arlyna udah masuk kelas" Ayu berteriak.

__ADS_1


Keempat murid itu tersadar dan berlari menuju kelas meninggalkan Ayu dan Zahra mendengar nama Arlyna membuat mereka tak mau keliling lapangan sebanyak 10 kali.


"Ay....." pekik Zahra.


"Udah nggak papa ya, yuk kekelas" jawab Ayu menggandeng tangan Zahra.


Mereka berempat sampai didepan pintu kelasnya yang masih tertutup karena kelas nya pojok didak ada jendela kecuali jendela menghadap ke halaman belakang sekolah. Mereka berusaha menetralisir detak jantungnya yang sedari tadi berdebar.


Andree menjadi pimpinan barisan buat teman-temannya ia membuka pintu dengan mata tertutup " Assalamu'alaikum, maaf Bu kamu telat kami tadi bari kena musibah di tangga Bu....."


"Ndreee......" Fauzi menyenggol lengan Andree.


Andree yang masih memejamkan mata " Apaan si lo Fa nggak sopan tau ada Bu Lyna" sambil cengengesan.


" Lo buka mata lo makannya". Bisik Dimas menjitak kepala Andree.


" Makanya lo liat no" Dimas memberi kode. Andree pun melihat apa yang di kode oleh Dimas.


"Hahahahah....." seisi kelas riuh mentertawakan Andree yang sudah meminta maaf malah meja itu kosong tak berpenghuni karena Bu Lyna sedang pergi keluar kota.


" Ceweeek Sepeeet" Marah Andree.


" Makanya kalo ada pengumuman dengerin bukan malah tidur!!!!!".Ayu entah kapan ia dateng sudah berada di samping Andree dan melanjutkan untuk kemejanya.


Kali ini Ayu meminta penjelasan Zahra hingga dia bisa terkunci dalam gudang itu.


Flash Back on

__ADS_1


Zahra POV


Pagi hari seperti biasa aku diantar oleh supirku ke sekolah, aku berjalan menyusuri koridor yang nampak ramai hingga aku bertemu dengan Fira gadis yang entah mengapa membenciku akhir-akhir ini padahal pas kelas sepuluh ia begitu baik padaku. Aku terus berjalan tak menghiraukan keberadaannya.


" Ooo cewek sok suci lewat ni gaes" ucapnya menghentikan langkahku.


" Kamu ngomong sama aku" Aku masih berusaha tenang.


'' Iyalah ***** disini cuma lo yang lewat nggak ada yang lain dasar sok polos" cibir Fira.


" Mau kamu apa si? kamu belum puas liat aku malu kemarin?"tanyaku mulai kesal.


" Itu belum seberapa dibandingin rasa sakit gue liat lo peluk-pelukan sama Andree ternyata lo tu cuma tampangnya yang alim dalemnya nggak kalah ama cabe" Fira mulai emosi.


" Awas kamu kalo Ayu denger dia nggak tinggal diam"


" Hm , Ayu siapa si? sahabat lo? dia tu bukan sahabat lo mana ada sahabat yang nggak ada di saat sahabatnya susah? Dia tu cuma cewek miskin yang numpang hidup ama lo Zah lo pikir lo cuma cewek lemah yang ngumpet diketiaknya Ayu doang, dan lo nggak pantes ikut kontes itu"


" Karena dia kemarin nggak berangkat makanya dia nggak ngebela aku kemarin, dan jaga omongan mu terhadap Ayu karena dia orang baik seenggaknya dia nggak munafik kaya kamu". belaku lalu berjalan meninggalkan Fira.


Ia tak terima dengan perkataanku hingga ia menyuruh teman-temannya untuk menangkapku dan membawa ku ke gudang dekat taman belakang sekolah yang terkenal angker.


" Kalo emang Ayu sahabat lo dia nggak bakal biarin nasib lo kayak gini terbukti kan dia nggak cepet-cepet nolongin lo padahal gue liat dia udah brangkat dari tadi". ucap Fira dari luar lalu mengunci pintu gudang itu.


Flash Back of


Ayu yang mendengar Zahra langsung memeluk Zahra ia meminta maaf karena tidak tahu akan kejadian seperti ini menimpa Sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2