S'SMK

S'SMK
~Putri Sekolah~


__ADS_3

"Diiaa, nggak nggak mungkin........" gumam Ayu yang masih melihat mobil disampingnya itu melaju.


"Lo kenapa Ay pasti kebayang-bayang Andree secara tiga hari kan nggak ketemu". Goda Viara menjawel dagu lancip Ayu.


Ayu menatap sinis ke arah Viara seperti ingin menerkamnya. Tapi Viara yang diberi tatapan tajam oleh Ayu malah menempelkan koran kewajah ayu sopir taxi itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah penumpangnya itu. Ayu yang tadinya ingin marah tidak jadi marah karena melihat sebuah artikel dikoran tersebut tambah tak percayanya ia, sedikit berfikir mengingat kejadian satu setengah tahun lalu yang menghilangkan nyawa ayahnya itu.


Akhirnya mereka sampi juga dirumah Ayu Bu Mira yang sedari kemarin sudah cemas langsung menghampiri Ayu dan Viara.


" Yaampun nduk dari mana aja kalian katanya cuma dua hari tapi ini sudah tiga hari"


" Ia Bu soalnya ada sedikit masalah kecil tapi udah nggak papa toh sekarang kita udah sampe rumah" Jawab Ayu yang tak ingin ibunya semakin khawatir.


" Yaudah masuk dulu gih kalian pasti capek" Bu mira menggiring kaduanya untuk masuk kerumah.


" Bu Viara laper ibu udah masak belom?'' ucapnya manja agar dikasiani dan diberi makanan.


Bu Mira hanya menggelengkan kepalanya membuat Viara menunduk lesu tetapi Bu Mira langsung mengkodenya ke meja makan. Viara yang takjub melihat makanan sebanyak itu langsung menghampiri meja makan itu ia memindahkan semua makanan di piringnya.

__ADS_1


Ayu menghampri Viara dimana ingin mengisi perutnya yang sudah keroncongan sadari tadi, mereka berdua tidak masuk hari ini karena terlambat pulang mau berangkat sekolah pun percuma saja pasti akhir-akhirnya juga akan berakhir di lapangan pikir mereka. Ayu heran dengan tumben banget Ibunya masak seperti ini biasanya cuma tumis kangkung sama tempe goreng, tapi disini ada buah-buahan, jus dan segala macam yang biasanya tidak nampak dimeja ini sekarang tampak nyata.


" Buk ibu lagi punya uang ya?"


" Kenapa kamu nanya kayak gitu?".


" Ini makanan banyak banget nggak mungkin kalo ibu nggak pinya uang kaaan hayooo"


" Itu semua dari calon mantu, kemarin dia datang dan bawain semua itu buat ibuk, dia tau ibuk sendirian dirumah trs dia kesini bawain itu"


"Calon Mantuuu......." tanya Viara dan Ayu bersmaan''


"Lo punya calon Ay?"


Ayu menggelengkan kepalanya sedang berfikir yang diwebut ibunya sebagai calon mantu itu siapa. Setelah selesai makan kedua gadis itu memikih beristirahan mengembalikan stamina tubuhnya karena kelelahan kemarin.


"Ay......Vi banguuuun.....?" teriakan itu tepat ditelinga mereka.

__ADS_1


"Bu kita masih ngantuk bentar lagi ya buk" ucap Viara yang masih memejamkan matanya itu.


"Banguuun udah jam setengah lima kalian belom sholat" teriakan itu berhasil membuat kedua mata itu terbuka, mereka langsung berlari kekamar mandi mengambil Air wudhu dan sholat ashar.


" Kalian berdua tega ya sama aku"


"Tega gimana si Zah?"


" Gue kan kemarin udah ajak lo tapi kan lo ada acara keluarga"


"Bukan itu kalian tega ma aku hari ini, aku sendirian disekolah" menyodorkan brosur perlombaan antar kelas.


"Apa nii lomba?"


"Putri sekolah?"


Zahra hanya menganggukinya, Zahra berharap salah satu dari mereka bisa ikut dengan perlombaan itu.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2