
Setelah menjabat gelar sebagai Putri Sekolah Zahra semakin dikenal seluruh murid dan guru, tak jarang juga ia mendapat gombalan dari para jomblo yang berusaha mendekatinya tapi ia hanya menanggapnya sebagai candaan biasa.
"E ada Putri Zahra sendirian aja ni mau ditemenin aku nggak?" ucap Rangga yang melihat Zahra berjalan sendiri.
"Akuu....."
" Kata siapa Zahra sendiri ada gue kok" Fauzi berkata menghampiri keduanya dan memberi isyarat pada Zahra " Jalan Zah!" ia kembali menatap Rangga " Dan lo jangan pernah berani deketin dia" Fauzi berjalan meninggalkan Rangga menyusul Zahra.
" Kamu nggak perlu segitunya Fa" Ucap Zahra.
" Zah gue tu nggak suka liat cowok permainin cewek, mungkin itu cuma candaan tapi kalo lo sampe luluh sama dia gue nggak tau kedepannya gimana secara dia cowok brengsek Zah" Fauzi masih berada di samping Zahra.
Zahra terperangah mendengar perkataan Fauzi " Ya Allah kenapa jantung aku nggak karuan gini si? Fa ngomong gitu, dia khawatir sama aku?, Apa jangan-jangan dia.... ah apa an si Zah mikir yang enggak-enggak deh" Batinnya.
" Lo ngapain liatin gue gitu" Fauzi membuyarkan lamunan Zahra.
" E-enggak siapa yang liatin kamu?" Zahra mengelak. " Eh itu Viara sama Ayu" pandangannya teralih ketika melihat kedua sahabatnya berjalan menghampiri keduanya.
" Lo berdua berangkat bareng?" Tanya Viara menyidik. Sedangkan Ayu hanya acuh melihat keduanya ia memilih melanjutkan jalannya menuju kekelas dan disusul oleh ketiganya.
Di kelas Andree dan Dimas sudah duduk manis dibangkunya. " Pagi putri Zahra" ucapnya bersamaan ketika Zahra sudah duduk dibangkunya.
" Pagi," Zahra menyapa dengan senyum manisnya." Eh Ay kok aku nggak pernah liat Firas setelah kontes itu.
" Lo nggak tau dia keluar dari sekolah gegara malu banget ketawan boong dalam kontes itu?" ucap Ayu memainkan ponselnya.
" Lo beneran Pet tu mak lampir udah keluar dari sini?" Andree berdiri didekat meja Ayu.
"Ih apaan si lo jangan deket-deket " Ayu mendorong tubuh Andree hingga ia terduduh kembali dikursinya.
" Sangar amat lo pet" Andree mendengus kesal.
" Udah deh lo berduak tu ya, kalo ketemu nggak pernah bisa akur, awas lo jadi jodoh" Viara mecibir nya.
__ADS_1
" Ogah gue punya bini kek dia, yang ada gue bonyok tiap hari" Andree bergidik ngeri.
" Gue juga ogah kali punya laki kek lo walaupun lo laki-laki terakhir didunia ini". celetuk Ayu.
" Gaes week end jalan yuk" Fauzi bersuwara melerai kedua orang dihadapannya ini yang tak kunjung berhenti.
"Kemana" antusias Ayu.
" Ya gue ngingut lo pada " Jawab Fauzi santai.
" Gak asik tau nggak lo yang ngajak lo ndiri yang nggak tau tujuan" satu jitakan dari Dimas.
" Gue kangen deh ama Diah ke Surabaya aja yuk, itung itung kangen-kangenan ama Diah" Viara memberikan usul.
" Boleh juga tu disanakan banyak cewek cantik siapa tau ada yang nyantol ma gue" ucapan Dimas membuat teman-temannya menatap sinis dirinya.
" Gimana" Viara menunggj jawaban dari teman-temannya dan temanya mengangguki usul Viara.
Mereka berencana berangkat jumat sore mengendarai mobil agar tidak menunda waktu berkumpul dengan Diah.
"Assalamu'alikum"
" wa'alikumussalam" Ayu menutup laci itu dan membukakan pintu.
" Malam Pacarku"
" Lo? lo ngapain kesini lo kan tau ibuk nggak ada dirumah, jangan-jangan lo macem-macem ya, terus tadi lo bilang apa, pacar? nggak salah denger gue?....."
Fauzi hanya mengabaikan perkataan Ayu dia lebih memilih masuk dan menyiapkan makanan yang sudah dibelinya tadi.
Ayu mendekat kemeja makan itu " Eh lo budek gue tanya ama lo"
" Makan dulu yuk gue tau lo belum makan" Ajak Fauzi menyiapkan piring.
__ADS_1
Ayu yang memang sudah lapar sedari tadi, melihat banyak makanan itu Ayu terdiam dan lebih memilih makan terlebih dahulu.
" Lo nggak usah mikir macem-macem, gue kesini disuruh Ibu lo dia nggak tega ninggalin lo sendirian sebenernya, terus lo nggak usah khawatir kata tetangga sebelum gue kesini gue udah minta izin sama Pak RT." Ucap Fauzi yang masih mengunyah makanan itu.
" Kenapa lo mau nemenin gue disini? Ayu meletakkan sendoknya.
"Karna Ibuk" jawabnya singkat
" Ibuk? ibuj siapa"
" Ibuk lo lah, gue udah terlanjur janji ama dia, yang dia tau gue beneran pacar lo jadi gue nggak bisa kata apa-apa"
" Terus lo trima gitu aja ibuk nganggep lo pacar gue?"
" Iya, gue udah lama banget nggak ngerasain kasih sayang seorang ibu, gue sama papa ditinggal ma nyokap gue pas gue kecil, dia milih tinggal sama selingkuhannya, waktu itu perekonomian papa masih sulit belum seperti sekarang, kehidupan kita dulu jauh dari kata nyaman. Tapi pas gue liat ibuk, perhatiannya kegue, nasehat-nasehatnya, gue ngerasain lagi punya ibu setelah sekian lama nggak ngrasain itu".
" Sedih gue dengernya, gue mau kok berbagi Ibuk sama lo"
Fauzi langsung menatap Ayu dengan tatapan yang tak bisa diartikan membuat Ayu berfikir yang aneh-aneh." Beneran mau berbagi ibu?"
" Mak-maksud g-gue suma sebates sodara nggak lebih".
Fauzi mendekati Ayu menatapnya dan berhadapan dengannya dengan jarak yang sangat dekat. " Fa lo mau ngapain" muka Ayu memerah seperti kepiting rebus. Fauzi mengunci Ayu dengan kedua tangannya berada di sandaran kursi yang ayu duduki masih dengan tatapan aneh.
Ayu semakin takut ia memejamkan matanya. Pletaak....... satu jitakan dilayangkan Fauzi pada kening Ayu membuat sang empunya meringis keasakitan. " Awww apa-apaan si lo sakit tau?" Ayu mengelus keningnya.
" Hahhahaahah, abisnya pikiran lo mesum" Fauzi terbahakmelihat ekspresi Ayu.
" Katanya mau jagain malah dijahatin nggak guna tau nggak"
" Idih baperan"
Setelah selesai makan Fauzi dan Ayu menonton Televisi hingga akhirnya Ayu bertanya soal kehidupannya dahulu, Fauzi pun mencurahkan semuanya tentang pahit dan manis hidupnya bersama sang papa. Seperti tak ada canggung atau pertengkaran lagi diantara mereka. Ayu yang setia mendengarkan curhatan dari Fauzi mulai menutup mata karena kantuknya yang tak tertahan, tak lama iapun tertidur. Fauzi yang menyadari itu berfikir tak mungkin ia membopong Ayu ke kamarnya, akhirnya ia mengambil selimut dikamar Ayu dan menutupi tubuh mungil Ayu. Ia memutuskan untuk pulang setelah memastikan Ayu sudah tertidur.
__ADS_1
Bersambung.......
Terimakasih para raiders sudah mampir di karyaku ini, jangan lupa like setiap episode nya dan komenan ya Trimakasih**