
Zahra yang teringat akan perkataan Ayu langsung menggapai lengan Ayu " Tadi kamu mau ceritain semuanya?" lirihnya
" Yaudah" Mereka berdua langsung duduk kembali dikursinya tidak jadi kekantin.
"Jadi gini, tadi tu" Ayu memelankan swaranya agar tidak terdengar teman-temannya yang masih di kelas.
~Flash Back On~
Seorang gadis yang baru saja keluar dari pintu langsung berjalan menuju sepedanya yang terparkir di depan rumahnya. Gadis itu adalah Ayu dengan senyum tipis seketika ia melihat ke arah bawah, "Yah kok kempes ini kan udah jam 06.45 ".memanyunkan bibirnya.
Jarak yang lumayan, tidak memungkinkannya berjalan kaki ke sekolah. Rumah nya juga jauh dari jalan yang ramai dengan angkutan. Jadi terpaksa ia menuntun sepedanya ke bengkel depan untuk memompa terlebih dahulu bannya yang kempes.
Belum sampai Ayu di bengkel, ada seorang preman yang mencegatnya " Haii adek cantik" ucapnya yang berusaha mendekati Ayu.
"Apaan si bang minggir gue mau sekolah udah telat" menghindar dari pria itu dengan melangkahkan kakinya lebih cepat.
Tapi sebelum ia melangkah preman itu sudah menghadangnya "Eitss jangan buru-buru gitu dong cantik" pria itu menarik paksa tangan Ayu.
"Prraaang..." seketika sepeda yang di tuntun Ayu roboh karena ia reflek membuka genggaman tangan preman itu "Lepasin nggak!!!!!" tegas Ayu. Tanpa aba-aba Ayu menggigit tangan preman itu.
"Auwwww........Kaampreet Anj*** " Preman itu mendorong tubuh mungil Ayu diatas tanah yang berdebu membuat seragam putih yang dikenakannya terlihat sangat kotor
"Aduuuuh" Rintihnya karena Ayu terjatuh cukup keras di atas tanah.
"Abis kesabaran gue, jadi hari ini lo harus turutin apa yang gue mau" Pria itu kembali menarik tangan Ayu.
Ayu tetap memberontak tapi apalah daya tubuh mungilnya tidak bisa mengimbangi tenaga pria itu. " Lepasin Hiks . .... lepasin bang sakit"
"Woyy lepasin tu cewek!" Swara lantang dari pemuda yang menaiki motor sport lengkap dengan jaket dan helmnya.
"Siapa lo bocah? berani-beraninya ikut campur urusan gue, mending lo sono pulang netek di ketiak mak lo!" ucap preman itu.
"He lo mau tau gue siapa?" pemuda itu menyunggingkan sudut bibirnya dan menjeda kalimatnya. "Gue ANDREE ANDRIAN BASKORO dan gue mau lo lepasin tu bocah"
"Lo nggak mikir lo juga bocah ****" Preman itu sedikit mengendurkan genggamannya seketika Ayu melepaskan tangannya.
" Iya juga ya gue juga masih bocah" (krik- krik krik-krik) "Ah banyak bacot lo" tanpa basa-basi Andree langsung menyerang preman itu.
Baaak....., satu serangan Andree mengenai tepat hidung preman itu.
__ADS_1
Preman itu tersungkur ketanah, merasakan ada cairan yang keluar dari hidunya ia langsung mengusapnya " Haa darah?" tanpa di sadarinya ia meneteskan air matanya " Ah gak asik lo mainnya pukul dadakan" nunjuk Andree.
"Mau gue pukul lagi lo?" tangannya mengepal menggantung di udara.
Tanpa pikir panjang preman itu berdiri dan langsung ambil jurus kebanggaannya Jurus Seribu langkah
Ayu yang menyaksikan betapa garangnya preman tadi hanya gara-gara satu pukulan dari pemuda langsung lari sambil nangis, Ayu hanya melongo dengan sedikit mulut terbuka.
Andree yang melihat ekspresi Ayu langsung menjentikkan jarinya " Woi ...... bocah".
"Hah...... i-ya a-ia e apa?" kagetnya
"Hah heh hah heh lo hutang ama gue" Andree berjalan menuju motornya.
"Apaa.....? emang gue punya utang amma lo?" Ayu mengambil sepedanya kembali yang terjatuh.
"Iya lo utang nyawa ama gue dan gue anggep ini utang, sekor kita 1-0" Andree menaiki motonya dan berlalu meninggalkan Ayu.
" Nggak salah denger gue" melihat jamnya"Yaampun guee telat" membelalakkan matanya.
Flash Back Of
"Hahahaha yaampun itu beneran kamu di godain preman letoy hahahah?" Tawa Zahra membuat seisi kelas memfokuskan pandangannya kearah Ayu dan Zahra.
Sifat Ayu memang begitu susah ditebak dia orangnya dingin dan cuek berbeda dengan Zahra yang cantik, lembut, perhatian, penyayang, dan sabar. Bisa di bilang ia adalah Perfect girl sekolah, nggak ayal banyak cowok yang berusaha dapetin hatinya.Tapi Zahra tak ingin ambil pusing ia lebih memilih berteman baik sama fans nya itu.
"Ih lo berduak ya gue tungguin dari tadi di kantin nggak nongol-nongol" Diah yang baru dateng langsung ngomel-ngomel.
Diah Pratiwi orang yang emosional tapi penyayang sikapnya yang dewasa membuat pacarannya langgeng selama 7 tahun.
"Udah deh jangan marah-marah mending Tik-tok an dulu yuk" ajak Viara yang penyabar ia merupakan selebgram yang kesibukannya hanya di dunia maya .
Ayu dan Zahta yang mendengar perkataan sahabatnya hanya geleng-geleng kepala.
Waktu menunjukkan pukul 16.00 dan bel pun juga sudah berbunyi. Waktunya para murid pulang sekolah.
"Zahra yuk pulang" kata Viara yang menenteng tasnya.
Zahra tidak menghiraukan pertanyaan dari Viara dan fokus Zahra hanya tertuju pada bangku kosong desebelah mejanya tepatnya disamping kiri Ayu.
__ADS_1
Ayu yang merasa Zahra tidak mendengar perkataan Viara langsung menyikut pelan sahabatnya" Ditanya tu"
" Eh iya Vi duluan aja aku mau bareng Ayu aja" Zahra tersenyum agar Viara tidak merasa tertolak kan kalo di tolak rasanya sakitt.
"Ok dek gue duluan ok " Viara berjalan meninggalkan dua gadis itu dan Diah? Diah pulang duluan karena sudah di jemput oleh pangerannya.
"Yuk pulang" kata Ayu sembari berdiri.
"Mmm Ay aku ma....." ucapan Zahra terpotong saat seorang Andree datang tiba-tiba dan menghampiri Ayu.
Andree langsung menarik tas Ayu, Ayu yang reflek lalu memutar badannya jadi menghadap Andree.
"Lo inget baik-baik lo masih utang sama gue" ucap Andree menatap Ayu.
"Gue nggak pernah tu ngerasa punya utang sama cowok sok cool tengil kayak lo!" jawabnya dingin, menekuk kedua lengannya di dada.
"Lo belum pikun kan ha, gue udah nylametin lo dua kali, lo inget dua kali" menunjukan dua jari tepat didepan wajah ayu.
" Dua kali nggak salah denger gue?" mendekatkan telinganya ke Andree.
" Iya lah yang pertama pas lo sama preman yang kedua pas lo sama Bu Lyna yang seharusnya masuk BK tu lo bukan gue" jelasnya panjang lebar.
"Terus siapa yang suruh lo sok-sokan lindungin gue? jawab Ayu ketus.
"Siapa juga yang nyuruh gue ya?"nyengir sambil menggaruk kepalanya yang nggak gatal.
Zahra yang lelah melihat keduanya berantem segera melerai " Eh kok berantem nggak baik berantem mending pulang ini udah sore".
"Tu dengerin temen lo manis nggak kayak lo sepet" Andree memuji Zahra. Zahra hanya menunduk dengan pipinya yang memerah.
" Bagus deh gue sepet biar lo nggak deket-deket ama gue" Ayu memalingkan wajahnya.
Andree yang melihat ekspresi Ayu jadi gemas "ternyata Ayu kalo lagi marah cantik juga" batinnya dalam hati.
"Dah jangan liat-liat, pulang yuk Ra" langsung meninggalkan. Andree dikelas sendiri.
"Ha? gimana dia bisa tau kalo gue liatin dia ya? clingukan melihat seisi kelaas yang udah tak ada mahkluknya kecuali dirinya sebdiri " mending pulang aja deh mrinding juga disini sendiri hiii"
-----------------------------------------------------
__ADS_1
***Haloo readers aku cuma mau berterima kasih dan minta maaf kalo di karya ini banyak kesalahan soalnya baru pertama kalinya aku nulis hehehe
Jadi aku mohon berikan saran dan komentar yang membangun ya gaes*** .