S'SMK

S'SMK
~Sepeda~


__ADS_3

" Pecundang lo, beraninya sama cewek"


" Lo siapa brani-braninya ikut campur urusan gue?


" Gue orang yang gak suka liat ada laki-laki yang nyakitin perempuan"


" Oo jadi lo pacarnya Ayu? munafik lo yu katanya lo nggak mau pacaran tapi apa lo milih dia banding gue?" Daniel mengatakan semua perasaan yang ia pendam selama satahun ini perasaannya tak terbalas.


" ****** lo niel lo lo gak punya otak? lo tu udah punya Diah masih sempet-sempetnya lo nyatain perasaan ke gue" celetuk Ayu.


Tok....satu sendok melayang lagi tepat di jidat Daniel "****, Lo nggak mikir sama anak lo nasib dia gimana kalo nggak punya bapak?" Andree menimpali Ayu.


"Anak itu bukan anak gue, dan itu bukan urusan lo semua" Daniel masih kekeuh dengan pendiriannya bahwa anak yang Diah kandung bukan anaknya.


tok......satu lemparan sendok lagi mengenai kepalanya " cemen lo brani nglakuin enaknya nggak mau ngakuin sepetnya sadar bro kalo suatu saat nanti perempuan terdekat lo dilecehin kaya gitu apa lo bisa maafin diri lo sendiri?" celetuk Dimas menasehati.


"Bacot lo pada" Daniel yang kesal dan tak terima nasehat dari Dimas langsung menghajar Dimas.


Daniel melayangkan pukulan pada Dimas, Dimas berhasil mengelak ia menendang perut Daniel hingga terjatuh. Daniel kembali bangkit ia melayangkan pukulan bertubi-tubi Dimas tetap mengelak ia masih mencari kelemahan Daniel dan akhirnya ia mendapatkan kelemahan itu ia berusaha menyerang Daniel dipegang nya tangan itu lalu ia memelintirnya kebelakang, menjagal kaki kanan Daniel hingga ia terjatuh diatas tanah.


Diah yang baru datang langsung menghentikan perkelahian antara Daniel dan Dimas. " Dimas udah Dim...... Hiks udah gue mohon, kasian Daniel"


Dimas yang masih geram akan sifat Daniel yang songong masih ingin menghajarnya lagi tetapi kedatangan Diah mengurungkan niatnya itu ia tak tega melihat air mata teman sekelasnya itu yang mengalir deras " Lo liat broo perempuan yang lo sia-siain belain elo kalo dia nggak cinta sama lo dia pasti biarin lo mati ditangan gue.


Daniel yang mendapati Diah sudah ada disampingnya itu pun langsung menciumi tangan Diah ia menyesal sudah melakukan hal itu ia terus meminta maaf ia berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatannya itu.


"Aku akan maafin kamu dengan satu syarat kamu harus nikahin aku secepatnya" Diah mengusap air matanya ada sedikit kelegaan di hatinya.


Daniel hanya mengangguk dia tidak bisa banyak bicara karena rasa nyeri disekujur tubuhnya.Fauzi, Ayu,Dimas dan Andree pun lega mendengar persetujuan pertanggung jawaban Daniel.

__ADS_1


"Mumpung kita disini makan bareng yuk didalem Dimas yang traktir" celetuk Fauzi yang berjalan terlebih dahulu memasuki cafe.


"Gue? lho kok gue si tekor gue dong"Dimas menunjuk dirinya dengan tekunjuknya.


" Ya ampun orang kaya jangan pelit-pelit nanti kuburannya sempit" Celetuk Ayu pada Dimas yang menyusul Fauzi kedalam.


"Lo lupa sama perjanjian kita bertigak?" Andree mengalihkan pandangannya ke Diah dan Daniel," Diy lo ikut makan sekalian ajak juga tu anak ke dalem". Ucap Andree ia dan Dimas masuk terlebih dahulu Diah pun menuruti Andree ia membantu Daniel berjalan ke dalam saat mereka berjalan menuju meja tempat teman-teman Diah duduk Daniel menundukkan wajahnya takut wajahnya dilempar sendok lagi oleh keempat teman Diah yang sadis-sadis itu.


Tak lama setelah itu ternyata Viara dan Zahra datang mereka tak menduga ada Ayu dan Diah, mereka berempat berpelukan seperti orang yang sudah lama tak berjumpa. Viara dan Zahra meminta maaf atas kejadian kemarin pada Diah tak seharusnya mereka mengatakan hal seperti itu pada Diah. Diah yang memahapi itu tidak ambil pusing toh sekarang ia masih bisa berkumpul dengan sahabat dan temannya.Para lelaki duduk disebelah kanan meja dan para perempuan disebelah kiri mereka berhadap-hadapan Diah dengan Daniel, Viara dengan Dimas, Zahra dengan Andree, dan tentunya Ayu dengan Fauzi. Mereka berdelapan seperti 4 pasang kekasih tak heran pengunjung yang lain jadi baper apalagi buat para jonblowan and jomblowati hehehe.


Sedari tadi pandangan Ayu tertuju pada Fauzi ia teringat akan hal tadi malam yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak ia heran dengan Fauzi yang sifatnya berbeda 180°, jika bersama teman-temannya ia jarng bicara tapi pas dirumahnys ia seperti burung, ngooceh mulu sebenernya sifat asli dia itu yang mana Ayu masih bertanya-tanya dalam hatinya.


"Udah jangan diliatin mulu belom puas semalem?" ucap Fa masih meneruskan makannys.


Ayu yang mendengar itu membelalakkan matanya ia takut jika teman-temannya mendengar itu akan berfikir yang aneh-aneh Ayu pun memberi kode dengan menginjak kaki Fauzi. Fauzi kaget ia menahan rasa sakit ,ia yang tak sadar dengan ucapannya langsung melihat ke sebelahnya, semua temannya memandang dirinya dengan tatapan aneh yang tak bisa ia artikan.


"Yang semalem maksut lo apa si Fa?"Andree penasaran.


" Ngaco lo Dim tadi malem tu gue nginep dirumanya Ayu nggak ada Fauzi disono." Diah membela.


Acara makan siang bersama pun sudah selesai mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Ayu yang tadinya ingin pulang di cegat sama Fauzi " Mau kemana?"


"Mau pulang lah"


" Temenin dulu yuk"


"Kemana?"


"Udah ikut aja, masuk cepet!"

__ADS_1


"Lo kenapa si?"


" La emang kenapa?"


" Sifat lo tau nggak?"


"Kenapa ada yang salah sama gue?"


"Iya lo kalo didepan orang dingin banget ma gue tapi kalo cuma sama gue.... banyak tingkah"


" Jadi lo maunya gue mesra-mesraan ama lo di depan mereka gitu.... ogah"


" GR lo siapa juga yang bilang kek gitu''


" La itu lo yang bilang tadi, udah pikun ya lo?"


" Udahlah males debat gue ama lo, ngapain kita kesini"


"Mau nikah"


"Ha......!!!"


"Ya enggak lah, lo nggak liat pa ini toko sepeda ya mau beli sepeda lah"


"Biuat siapa?"


"Buat lo......"


"Ngapain beli sepeda gue kan udah punya sepeda Fa?"

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2