S'SMK

S'SMK
~Cewek Murahan~


__ADS_3

Andree dan Fauzi pun mengejar Dimas mereka berdua ingin sekali menghabisi orang itu.


" Fa dimana tu anak?" Andree menetralkan tarikan napasnya.


" Mana gue tau, tau gitu tadi makanan langsung gue makan "


"Terus gue pikirin gitu"


"Lo nggak tau si rasanya gimana beeh enak banget suer"


" Lo kok bisa si didemenin sama emaknya sepet gimana critanya?"


" ****** lo mau aja dibodihin sama si Dimas"


" La terus maksud emaknya sepet bawain tu makanan buat lo maksudnya apa coba kalo nggak dia naksir ama lo hahah"


"Ya kagak tau gue"


"Jangan-jangan selera lo juga tante-tante ya?"


"Hah gue juga cowok normal kali gue masih pengin prawan"


"Terus kalo maknya sepet naksir beneran ama lo gimana?"


" Auk ah males gue lama-lama, lo kaya wartawan nrocos mulu......... Eh itu Ndre itu bukannya Ayu "


"Sepet? mana?"


"Itu lagi duduk dibawah pohon rindang"


Andree dan Fauzi yang tadinya mencari sekelika mereka melupakan tujuan utamanya dan beralih menghampiri Ayu. Ayu sedang menangis disana dia bercerita kenangannya bersama sang Ayah sebelum meninggalkannya tepat satu tahun yang lalu. Fauzi dan Andree yang berada dibelakangnya mendengar semua perkataan Ayu mereka hanya terdiam betapa terpuruknya dia selama satu tahun ini.


Ayu yang sudah cukup tenang menyeka air matanya ia berniat kembali kekelas saat ia beranjak dari duduknya dan berbalik badan ia merasa kaget ada dua sosok yang tak ingin dia lihat. Fauzi dan Andree yang tidak mengetahui kalo Ayu sudah menghadap mereka juga terkejut.


"Sejak kapak kalian disini" Ayu menyeka air matanya.

__ADS_1


"Sejak tadi" Fauzi bersuwara


"Sejak lo mulai cerita kenangan lo sama ayah lo" timpal Andree.


Ayu memalingkan pandangannya " Ooo jadi kalian berdua udah tau kenyataannya?" Air matanya tak terasa menetes kembali dua uluran sapu tangan pun mengarah padanya tetapi ia lebih memilih menyekanya dengan tangannya sendiri.


Fauzi dan Andree yang merasa sapu tangannya tak dibukuhkan menarik tangannya kembali dan mengusap keringat diwajahnya.


"Kok gini banget ternyata idup lo pet gue nggak tega jadinya" batin Andree


"Gue nggak mau liat lo sedih kaya gini yu gue mau liat senyum lo kaya tadi malem" Batin Fauzi


"Yaampun kok gue bisa kecolongan si ampe dua kutil ni tau gue bisa nangis" batin Ayu


" Yu lo bisa nggak ngomong sama Bu Mira buatin makanan kaya tadi gue belon sempet makan" ucap Fauzi memecah keheningan.


"Iya pet gue juga masak cuma Fa doang gue kan juga mau" Andree tak mau kalah.


" Ogaaah sono omong ndiri ma emak gue"Ayu menunggalkan mereka berdua.


" Tu anak asik juga, susah ditebak" Fauzi yang masih menatap punggung Ayu.


Tak sadar mereka berdua memandang Ayu sampai tak terlihat diantara gedung tiba-tiba ada sosok yang meraka cari-cari sejak tadi.


"Woy lo berdua ngapa bengong?" Dimas yang teringat kalo dia adalah mangsa dari dua anak sepupu itu langsung lari menghindari mereka.


"Fa itu tu Dimas" Andree berlari mengejar Dimas disusul oleh Fauzi kejar-kejaran antara tiga cogan sekolah pun tak bisa terelakkan aksi mereka menjadi tontonan yang gratis dan menarik bagi para warga sekolah.


Sampainya dirooftop Dimas tak bisa lari kemana-mana mau lompat masa ia mati konyol gara-gara rebutan makanan kan nggak lucu dan Hap akhirnya Andree menangkap Dimas.


Andree memberikan kode pada Fauzi untuk memegangi Dimas, Fauzi pun menurutinya entah apa yang akan dilakukan Andree yang pasti itu hukuman buat Dimas yang sudah berani menghabiskan makanan itu sendiri.


"Ndree ampun Ndree yaelah lu mah baperan, Fa tolongin gue ngapa lu bukannya bantu temen yang kesusahan malah" Dimas merengek seperti anak kecil


Fauzi sebenarnya tidak tega tetapi inilah hukumannya. Andree yang geram tidak bisa mengampuni Dimas dia mengambil ancang-ancang segera memberi pelajaran pada Dimas.

__ADS_1


"Plek......Andree ampun Ndree gue janji kagak nglakuin itu lagi gue mohon ambil ni kodok dari muka gue gue kagak tahan liatnya Andreeeeee ." Siapa menyangaka badan Dimas yang kekar takut sama kodok, dia berteriak layaknya emak-emak yang kagak dapet diskon.


" Ok gue akan lepasin kodok itu tapi dengan satu syarat" Andree mengangkat jari telunjuknya.


" Lo mau apa teserah penting ni kodok kagak mampang dimuka gue" Dimas menggeleng-gelengkan wajahnya agar kodok itu jatuh.


"Ok jadi gue mau lo nurutin apa kata gue selama satu minggu full gimana?". menghampiri Dimas.


"Dan lo nggak boleh nolak apa yang kita mau....... deal?" Fauzi menimpali Andree.


" OK- OK gue trima......deal" Fauzi pun melepaskan kodok itu dari wajah Dimas.


Waktunya istirahat, Ayu yang sudah kembali kekelas mengajak Zahra, Viara, dan Diah untuk ke kantin rasanya sudah lama Ayu tak berkumpul bareng dengan teman-temannya. Mereka berempat pun menuju kantin mereka duduk ditempat yang sering mereka duduku dulu. Bu pesen Mie Ayamnya sama EsTes nya empat ya.


Banyak siswa yang memperhatikan mereka berempat, Viara yang merupakan selebgram, Diah yang mempunyai body bak model, Zahra yang tutur katanya halus, dan Ayu dengan wajahnya yang manis membuat mereka jadi pusat perhatian kaum Adam.


Tiba-tiba Diah merasa mual akhir-akhir ini Diah memang sering mual-mual Diah pun langsung kekamar mandi ketiga sahabatnya tidak curiga karena ia baru pulang liburan mungkin karena masuk angin. Tapi sudah sepuluh menit berlalu ia belum muncul-muncul juga akhirnya mereka bertiga pun berinisiatif untuk melihatnya di kamar mandi. Betapa kagetnya mereka bertiga ketika melihat Diah sudah tergeletak di lantai kamar mandi.


Mereka pun membawa Diah ke UKS, Dokter sekolah pun menyuruh agar dipanggilkan wali kelas Diah. Viara langsung memeanggil Bu Arlyna tak lama Bu Arlyna pun datang.


Bu Arlyna pun duduk dengan Ayu, Viara dan Zahra menemani Diah.


" Bagaimana Bu keadaan anak wali saya sampai saya di panggil kesini?" Tanya Bu Arlyna lemas.


" Begini Bu jadi Diah sekarang sedang Hamil" dengan berat hati dokter itu menjawabnya.


"Apaaa.... " serempak Bu Arlyna, Ayu,Zahra, dan Viara.


Bu Arlyna langsung menghampiri Diah betapa kecewanya ia dengan anak didiknya ini, Bu Arlyna pun pergi meninggalkan Diah.


Diah hanya bisa menangus menyesali apa yang telah diperbuatnya." Vi, Zah g-gue...."


Zahra menangis " Aku kecewa sama kamu Diy"


"Cukup Diy gue kecewa sama lo, gue kecewa lo ternyata nggak lebih dari cewek murahan "

__ADS_1


Zahra dan Viara pun ikut meninggalkan Diah.


__ADS_2