
Sudah dua minggu semenjak Ayu dinyatakan amnesia, tidak ada tanda-tanda ingatan Ayu akan kembali. Selama itu pun ketiga most wanted terus mencari pelakunya, mereka kesulitan untuk mengungkap siapa orang dibalik motif kasus ini.
Penilaian Akhir Semester sudah dilaksanakan. Sifat Ayu yang dingin membuat para sahabatnya kelabakan ingin segera mengembalikan ingatan Ayu.
" Ay ingetan lo belum sembuh ?" ucap Viara melirik Ayu yang sedang menyuapkan mie kemulutnya.
'' Belon" jawabnya yang masih mengunyah mie dimulutnya.
" Lama amat gue kangen lo sebelum lo amnesia" tutur Viara dengan mata berkaca-kaca.
Ayu tak menhiraukan Viara ia masih asik memakan mie ayam kesukaannya. Viara yang merasa diabaikan menitikkan air matanya siapa tau Ayu bisa sedikit peka kepadanya.
Ayu melihat sekilas Viara tetap saja ia lebih memilih melanjutkan aktivitas makannya.
" Ay lo biarin gue nangis?" ucap Viara.
" Lebay lo, kek bocil" jawab Ayu yang diberi tatapan malas oleh Viara.
Bella dan Laura datang menghampiri Ayu " Kismin ini meja gue, brani-braninya lo duduk disini, pergi!" perintah Bella tak diindahkan oleh Ayu." Jawab...!!!!!" sentak Bella.
Suasana dikantin yang begitu ramai seketika hening oleh sentakan Bella, sukses semua mata tertuju pada Bella dan Ayu.
Hanya satu kata yang diucapkan Ayu "Ogah..."
" Nggak ada bedanya lo sebelum dan sesudah amnesia, sama-sama belagu pergi dari sini nggak" usirnya lagi
" Nggak, Kalo mau lo aja yang pergi" tuturnya, Bella emosi ia membuka botol mineralnya yang sudah bisa ditebak akan disiramkan kepada Ayu.
Namun sebelum itu terjadi ia mengambil botol itu lalu meminumnya habis dan pergi meninggalkan Bella.
Bella menghadang Ayu sebelum ia keluar dari kantin. " Songong banget lo sekarang ya"
__ADS_1
" Bac*t lo, minggir...." sentak Ayu. Tanpa aba-aba Bella langsung memukul wajah Ayu hingga sudut bibirnya berdarah.
Ayu menyunggingkan senyum miring ia merenggangkan otot-ototnya sudah lama ia tak melatih ilmu bela dirinya bahkan ia menyembunyikan keahliannya itu setelah kepergian sang Ayah.
Bella yang memang ayahnya pelatih ilmu bela diri tentunya ia juga mewarisi bakat ayahnya.
Bella melayangkan bogemannya kearah Ayu yang langsung ditangkis oleh tendangan. Tak sampai itu Bella melayangkan bertubi-tubi pukulan namun Ayu masih menghindar menunggu Bella merasa kelelahan. Ayu memang pintar mengendalikan kondisi dirasa pukulan Bella sudah mulai melemah ia baru melayangkan pukulan tepat diwajah cantik Bella. Bella terhuyung tak menyiakam kesempatan Ayu langsung menengdang perut Bella hingga ia tersungkur. Ayu ingin melayangkan pukulannya lagi namun ada yang mencegah dan menariknya ketaman belakang sekolah.
Ayu yanh sudah emosi ia langsung menyerang tanpa ampun namun tak kundung mendapat perlawanan ia menghentikan aksinya.
" Udah mukulnya?" tanya Fa menahan rasa sakit didadanya akibat bukulan Ayu yang lumayan.
"lo ngapain narik gue si? gue mau kasih pelajaran sama tu orang biar dia tau rasa" ucap Ayu yang masih emosi.
'' Enggak, ini bukan Ayu yang gue kenal, Ayu yang gue kenal nggak akan nyakitin orang apalagi ngehajar orang yang udah nggak berdaya. Mungkin lo masih nggak inget sama gue diotak lo, tapi gue yakin didalam hati lo lo masih inget sama gue. Gue minta jangan nglakuin hal kaya gitu lagi, gue mohon" ucap Fa penuh penekanan.
Ayu duduk termenung merutuki nasibnya, tak terasa bulir bening menetes dipipinya. Fa mendekat dan berlutut dihadapan gadis mungil itu. " Lo kenapa? ada yang salah sama omongan gue?".
" Pelan-pelan aja gue yakin lo pasti bisa, sekarang lo bersihin tu darah" Fa memberikan sapu tangannya ke Ayu.
Tak lama Dimas, Andree, Zahra dan Fiara datang setelah dikabari Fa tentang Ayu Zahra langsung memeluk Ayu " Kamu nggak papa kan?" tanyanya
" Nggak papa kok" jawabnya melepaskan pelukan Zahra.
" Gimana critanya sampai lo berantem sama cewek uler pet?" tanya Andree.
" Critanya panjang lah apa lagi ada Pak Sar, noo" Dimas mengalihkan Atensi semua orang terhadap Pak Sar yang datang dengan muka sangat khasnya.
"Mati lo Ay" celetuk Dimas agak berbisik.
" Ayo Pak...!'' cicit Ayu yang sudah berjalan terlebih dahulu sebelum Pak Sar berkata.
__ADS_1
" Kemana ?" tanya Pak Sar menetralkan napasnya yang masih ngos-ngosan.
" Keruang BK lah" datar Ayu.
"Ngapain?" tanyanya lagi.
" Lha bapak ngapain kesini?" bingung Ayu.
"Bingunh saya sama ulah kamu, saya kesini buat kasib pelajaran sama Dimas bukan kamu karena dia hari ini ketawan ngumpetin sepatu Bu Lasmi, Diimass sekarang ikut saya" tegas Pak Sar.
" Yes Sir, Let's Go " jawabnya. " Bajigur, kenapa ada acara ketauan segala si elah, kamvret" lirihnya yang masih didengar oleh teman-temannya.
Fa terkekeh " Selama absen BK Babang Dimas jangan lupa oleh-olehnya ok" Fa mengedipkan satu matanya.
Dimas yang paham apa maksud Fa ia menunjukkan ibu jarinya " Bisa ae lo kutil badak hahaha"
****
" Kok dua minggu ini gue nggak liat Diah, kemana tu anak?'' tanyanya.
" Lo kangen sama dia?" ucap Biara.
Belum Ayu menjawab Andree sudah treak-treak memecah keheningan kelas yang hanya dihuni oleh beberapa anak termasuk Ayu, Viara dan Zahra.
" Brisiiiik....!" sentak Ayu.
Tak ingin berdebat Andree memberikan gelang perak berhias bulan dan bintang " Lo tau siapa pemilik gelang ini?"
" Kagak" jawabnya
" Perhatiin dulu ni gelang, gue nemuin itu pas lo kemarin jatuh siapa tau itu punya orang yang udah nyelakain lo!" tutur Andree.
__ADS_1
Ayu memperhatikan setiap inci, detile, agsent gelang itu nampak ada seseorang dalam ingatannya namun tidak jelas " Arghhh...Auuwww" teriak Ayu kepalanya tiba-tiba sakit.