S'SMK

S'SMK
Bab 49


__ADS_3

" Maafin om" swara parau dari mulut pria itu terdengar setelah sekian lama ia memeluk Ayu.


Seketika Ayu melepaskan perlahan pelukan pria itu menatap sekilas wajahnya " Mirip cowok tengil" lirihnya yang masih bisa terdengar oleh orang sekitarnya.


" Cowok tengil? siapa?" tanya Pak Baskoro memicingkan matanya kearah Ayu. Ayu hanya bisa menggembungkan pipinya bingung jawaban apa yang ia akan berikan.


" Ya panggilan kesayangan buat Andree lah om" Celetuk dimas.


"Papa kenal sama sepet?" tanya Andree mendekat sang papa.


Pak Baskoro hanya tersenyum pandanganya teralih pada Ayu "Kalo kalian mau tau jawabannya ayo ikut saya"


Ayu, Andree,Fa dan Dimas tak ketinggalan Renanda pun juga ikut sedangkan Viara dan Zahra sudah pulang. Mereka tak mengkhawatirkan Ayu karena Ayu bersama ketiga cogan yang bisa diandalkan walaupun tak pernah akur setiap bertemu.


Malam semakin larut membuat udara terasa menusuk ke tulang. Mereka tiba disebuah ruangan cukup besar tak jauh dari rumah Andree. Ayu melihat sekelilingnya banyak foto lawas terpajang didinding tetapi tatapannya tertuju pada figura besar yang menampakkan kebersamaan 3 pemuda dan 1gadis. Ayu mengambil figura itu.


Tanpa basa-basi Ayu langsung bertanya siapa orang yang ada dalam foto itu kepana Renanda dan Baskoro.


" Siapa mereka om?" tanyanya membuat orang yang berada diruangan itu mendekat kecuali Fa yang pada dasarnya tak suka mengurusi urusan orang. Fa memilih duduk dikursi yang sedikit berdebu dan memainkan ponselnya.


" Kepo lo pet" sarkas Andree mengambil figura dari tangan Ayu dan meletakkannya dimeja.


" Apa salahnya si, gue kaya nggak asing sama wajah ini'' jawabnya santai masih setia memandangi foto lawas didalam figura.


" Coba tebak" ucap Renanda sembari merangkul Ayu.


" Anjai the best bener bokap lo Fa, siap-siap punya mamud" celetuk Dimas menghempaskan tubuhnya disofa samping Fauzi. Fauzi tidak memperdulikan ucapan Dimas ia masih asik dengan ponsel yang ada ditangannya. " Anjiir dicuekin, awas kalo bener kejadian tau rasa loe, mamvus"


" Bacot lo Dim" ucap Fauzi mengakhiri obrolan mereka berdua.

__ADS_1


Disisi Ayu ia memicingkan matanya berusaha menebak " Ini Om Bas, ini, Ayah, yang ini Om Renan, tapi yang cewek siapa om?" tanyanya kembali.


Baskoro yang bersandar di tembok kembali menegakkan badannya menghambur Ayu dan Renan yang berada pas didepan figura. " Itu cinta pertama kami" ucap Baskoro terlihat ada kekecewaan diraut wajahnya.


" Kamiii" serempak Ayu, Andree, Fa dan Dimas.


" Iya kami, Renan, Baskoro dan Arbiyan" ucap Renan sembari duduk disamping Dimas.


" Waw amazing satu cewek ditaksir 3 cowok nggak salah? terus yang dapet siapa? La sekarang orang itu kemana om?" tanya Ayu polos.


Baskoro dan Renan tersenyum miring " Ayah kamu" ucap kedua pria itu bersamaan.


" Wiiih ayah hebat juga hehe, tapi nggak mungkin om ayah cinta mati sama ibu, itu nggak mungkin" ucap Ayu ikut duduk kakinya terasa pegal setelah beberapa jam tak duduk mengistirahatkan kakinya.


" Itu bodohnya kami, kami bersahabat dan mencintai sahabat kami sendiri membuat permusuhan pernah ada dalam kisah kami"


Fauzi dan Dimas seketika menghentikan aktifitasnya karena penasaran dengan kisah persahabatan masa lalu. 4 remaja itu mendengarkan dengan seksama.


Baskoro POV


Awal kisah ini dimulai saat kita menduduki kelas 11, dimana ada siswi pindahan dari Surabaya kesekolah kami dan masuk dikelas kami. Langkah kaki jenjangnya, mata indahnya, senyum manisnya masih sangat membekas diingatan ketika pertama kali ia menginjakkan kaki disekolah kami.


Awalnya kami tidak peduli dengan keberadaannya dikelas kami, namun setelah beberapa projek yang kami lakukan bersama membuat kami semakin dekat dan memutuskan untuk saling menjaga dan Arbi membuatkan kalung inisial nama kami yang kebetulan adalah namanya sendiri ARBI


Semakin hari kami semakin dekat hingga sampai dibangku kuliah pun kami selalu berempat walaupun kami mengambil jurusan yang berbeda. Renan mengambil hukum, Baskoro yang sedari dulu suka dengak karya seni akhirnya mengambil seni, Arbi yang mengambil bisnis manajemen dan Gadis itu mengambil pertanian tak membuat hubungan kita menjadi renggang.


Sampai saya terlebih dahulu ngungkapin perasaannya ke gadis itu seketika semuanya berubah kami bertiga menjadi sering berantem apalagi setelah gadis itu terang-terangan mengatakan bahwa hatinya hanya untuk Arbiyan Noviantoro dan perasaannya terbalas, membuat hubungan kami berada diujung tanduk. Kita sempat lost kontek sampai beberapa bulan dan tiba-tiba mendengar bahwa Arbi dan gadis itu mau tunangan, Saya dan Renan akhirnya bisa menerima dan menghadiri pertunangan mereka saat itu Arbi sudah jauh lebih sukses dari pada kami, dia CEO ekspor impor barang di perusahaan terkenal di Surabaya karena dulu kita memutuskan kuliah di Surabaya demi mengejar gadis yang kita cinta.


Waktu itu Arbiy sudah memboyong keluarganya dan menetap disana. Arbiy banyak digilai oleh wanita karena ketampanan dan kekayaan diusia muda, Arbiy banyak membantu kami dengan meminjamkan modal usaha dan mengajarkan cara bisnis yang benar.

__ADS_1


Hingga beberapa hari sebelum pernikahan mereka ada seorang yang dendam dengannya mereka membantai semua orang yang berada di rumah mewah itu, tak terkecuali Arbiy yang terkulai lemas bersimpah darah saat kami menemukannya hanya dia yang selamat pada tragedi itu dan kami membawa nya pulang kekota ini dan melupakan tragedi mengerikan itu. Satu tahun kemudian Arbiy menemukan tambatan hatinya disini yaitu Mira entah mengapa Arbiy tak ingin lagi mengingat ataupun mendengar nama gadis yang sangat ia cinta.


Flash Back Of


Tak terasa bulir bening menetes, Ayu tak kuasa menahan tangis setelah mendengar apa yang terjadi dikeluarganya pada masa lalu sungguh tak masuk akal untuk apa orang itu membantai semua keluarga ayahnya." Om tau siapa pelakunya?".


"Om tidak tau persis siapa yang melakukan itu semua yang kita tau dia adalah salah satu pesaing ayahmu yang tak terima dengan keberhasilan ayahmu" ucap Renan


" Papa sama om dari tadi nggak nyebutin namanya, siapa namanya si pa?" tanya fa.


" Iya om apa ada hubungannya dengan ketiga kalung ini?'' Ayu menunjukkan ketiga kalung yang ia selalu bawa kemana-mana.


Fa dan Andree langsung mengalihkan atensinya kepada Ayu " Lho itu kan kalung gue" ucap mereka bersamaan


" Lo nemu dimana tu kalung pet?" Andree berusaha mengambil kalungnya kembali " Balikin nggak", namun dicegah oleh sang papa


"Andree udah itu hak Ayu karena dia yang lebih berhak memutuskan" tegas Baskoro yang memang telah di amanahi oleh Arbiy.


Ayu menatap Fa dan Andree secara bergantian membuat Andree dan Fa was-was " Aduh jangan-jangan dia tau kejadian pas di gunung" batinnya.


" Ooo jadi kalian....." ucap Ayu membuat Fa dan Andree keringat dingin 'Aduh mamvus deh ketauan kan'


" Yang punya kalung ini, ni gue balikin" ucapnya seraya menyodorkan kedua kalung di atas meja, Andree dan Fa pun bernapas lega. " Oya om apa 'I' itu inisial nama wanita itu, terus namanya siapa?"


" Indiarty Fatmawati"


Bersambung.......


**Gimana Readers seru nggak, ditunggu komenan ya di kolom komentar ya, jangan lupa like & Vote

__ADS_1


Readers insyaallah Aku mau kasih Visual para pemain S'SMK tapi setelah target like mencapai 400 like. Jadi buat kalian yang penasaran sama cast para pemain S'SMK ditunggu like dan komennya ok.


Salam manis dari Alchery**


__ADS_2