
"Gue orang yang udah berani mindahin tas lo" terdengar swara pemuda dari arah belakang Ayu.
Ayu yang mendengar itu langsung membalikkan badannya " Lo? lo yang tadi di tangga kan?"
Zahra yang berada di samping Ayu heran "Ay kamu kenal sama dia?"
"Gue nggak kenal, gue ketemu dia ditangga tadi" ucap Ayu mengembalikan posisi tas nya kembali dibangkunya.
Pandangan Ayu kembali tertuju pada pemuda tadi " Ni tas lo " melemparkan tas pemuda itu.
Pemuda itu pun menangkap tasnya kembali, dan berjalan mendekati bangku yang tadi ia tempati " Lho itukan tempat gue, awas minggir,"
" Ee ngak-nggak-nggak ini bangku gue sama Zahra titik". Ayu langsung menduduki bangku itu
"Apaan si lo minggir nggak dari situ!" nada pemuda itu kian meninggi.
"Apa gue nggak salah denger lo ngusir gue? ada tu lo yang pergi" geram Ayu.
"Ay udah dong malu diliatin temen-temen" Zahra mencoba melerai.
Diah dan Viara hanya melihat pertengkaran sahabatnya itu entah mengapa mereka sangat menyukai aksi Ayu adu bacot dengan lawannya. Jika menurutnya masih normal mereka akan diam tapi kalau sudah kelewatan mereka akan ikut melerainya. Berbeda dengan Zahra yang tak suka keributan ia akan turun tangan langsung walau tak ada yang menggubrisnya.
Andree dan Dimas yang baru masuk pun kaget dengan kerumunan yang ada di hadapannya. "Bro ada paan si" Dimas menepuk pundak Andree.
" Auk, gue kan bareng ama lo kesini mana gue tau ******" Jawab Andree yang masih memandang kerumunan.
Andree berjinjit agar ia tau apa yang menyebabkan kerumunan itu. Tapi sayang ia masih tak bisa melihat, dia pun menerobos paksa kerununan itu. Sialnya Dimas yang ikut berlari menerobos kerumunan tak sengaja mendorong tubuh Andreee.
"BRUUUK...........Anjiiiiir aduuuh" Andree tersungkur tepat di tengah-tengah Ayu dan pemuda itu.
Semua pandangan teralihkan pada Andree yang tergeletak di lantai. Zahra yang melihat Abdree terjatuh ingin menolongnya tapi pemuda itu lebih dulu membantunya.
Andre menerima uluran tangan itu ia berdiri menepuk-nepuk seragamnya yang agak kotor dan menengok ke pemuda itu
" Hah lo........Fauzi Ahmad Renanda..."
"Andree Adrian Baskoro...." jawab pemuda itu.
Mereka berdua pun berpelukan ala pria sejati .Kejadian itu sontak mengundang perhatian semua siswa baik yang dikelas maupun diluar kelas melalui jendela. Mereka heran, siapa sebenarnya pemuda yang bernama Fauzi Ahmad Renanda itu, setahu mereka Andree tidak akan hangat dengan orang yang baru dikenalnya.
"Ndree kamu kenal sama Fauzi?" Tanya Zahra penasaran.
Andree melepaskan pelukannya" Gue bukan kenal lagi ma dia, Dia ni sepupu jauh gue yang baru pindah kesini dan gue nggak tau kalo dia pindah kesekolah ini"
"Yaampun mereka sepupuan wajahnya nggak beda jauh"
"Masa iya si setok cogan di kelas ini nambah"
__ADS_1
"Nggak papa deh gue nggak dapet Andree Fauzi pun jadi hehe"
Seperti itulah kira-kira ucapan-ucapan yang dikeluarkan oleh siswa lainnya.
Ayu yang sedari tadi diam melihat drama didepannya mulai berkomentar " Ooo, kalian sepupuan? pantes"
" Panteslah secara kita sama-sama ganteng ya nggak Fa?" ucap Andree memainkaan sebelah alisnya.
"Pantes sama-sama ngeselin, minggir!!!" Ayu berlalu neninggalkan kelas itu.
"Dasar cewek sepet, kalian ngapain masih di sini BUBAAAR!!!" teriak Andree Kesal.
Fauzi pun terkekeh melihata sepupunya ini seperti kesetanan "Siapa Cewek Sepet ?"
"No tadi yang abis ribut ama lo" jawab Dimas menunjuk arah Ayu dengan matanya.
Fauzi pun meletakkan tasnya di samping bangku Andree dan berjaalan keluar bersama Andree dan Dimas karena hari ini sedang free class.
Mereka bertiga berjalan sejajar melewati koridor yang lumayan ramai. Semua pasang mata melihat kearah tiga cowok super cool itu.
"Lo berdua mau ajak gue kemana?" Fauzi yang tak tau apa-apa hanya mengekor di belakang Andree dan Dimas.
Tak ada yang penjawab pertanyaan dari Fa panggilan dari Fauzi, mereka bertiga tetap berjalan " Disinilah kita" Dimas berucap membuka pintu.
"Rooftop?" jawab Fa heran
"Gue nggak takut tinggi tapi......" Fa berjalan menuju ujung Rooftop menghentikan ucapannya dan memandang ke salah satu arah.
" Kenapa tu sepupu lo jangan-jangan kesambet tu orang" Dimas berbisik pada Andree.
Andree menghampiri Fa " Tapi apa?" Andree mengikuti arah pandangan Fauzi" Cewek Sepet ngapain dia disitu"
Mendengar perkataan Andre, Dimas yang baru saja duduk langsung bangkit menghampiri Andree dan Fa. Dia melihat Ayu yang sedang duduk sendiri di taman belakang sekolah " Ngapain tu bocah Ndree?"
"Ya kagak tau lah emang gue peduli ama si sepet" Andree yang masih kesal dengan kejadian tadi pagi.
"Emang kejadian apa si? terus si sepet siapa coba?" Tanya Fauzi mengintrogasi.
Andree hanya diam dia tidak mau menjawab, alhasil Dimaslah yang menjawab pertanyaan Fauzi dari Andree yang memakain mantol Pink Polkadot sampai ia memanggil Ayu dengan sebutan sepet.
Fauzi yang mendengar pernyataan Dimaspun langsung tertawa ia tidak bisa mengendalikan tawanya itu dan Andree, Andree hanya bisa menerimanya walau didalam dirinya ia sangat kesal, karena Fauzi terus mentertawakan toh nyatanya memeang seperti itu.
Dimas yang tak tega melihat sahabatnya ditertawakan langsung bertanya mengapa Fauzi pindah ke sini padahal yang ia tau sekolahan Fauzi juga salah satu sekolah favorit.
Flash Back On
Disebuah Rooftop sekolah yang sunyi terdengar nyaring teriakan gadis yang kesakitan.
__ADS_1
"Lepasin, hiks lepasin gue, sakit " teriak Ana.
"Nggak bakal gue lepasin lo An nggak bakal" ucap Andin yang terus menarik tangan Ana.
"M-mau lo apa si Din?" Ana yang sudah tak bisa melawan Andin karena tenaganya sudah habis.
Andin menyunggingkan bibirnya tersirat banyak kebencian di matanya lalu ia mendorong tubuh Ana " Lo mau tau apa mau gue An? Mau gue Fauzi gue cuma mau dia "
Ana yang tak habis fikir dengan ucapan Andin pun menggeleng ia bangkit dengan susah payah" Dasar cewek Munafik lo itu sahabat gue brani-braninya lo mau ngrebut Fauzi dari gue ha?" Ana berteriak sambil menangis.
" Hahahah sahabat? munafik? lo tau nggak yang munafik itu siapa ha? yang munafik itu lo An lo, lo udah tau dari dulu gue suka sama dia tapi kenapa lo terima pas dia nembak lo!!! ,terus tadi lo bilang apa tadi sahabat? Gue udah bukan sahabat lo gue udah mutusin persahabatan kita pada saat lo nrima dia" Andin meluapkan semua rasa kecewanya terhadap Ana.
" Enggak ndin gue nggak tau kalo lo suka sama Fauzi ndin dan lo bercandakan kita masih sahabat, masih sama kaya dulu" ujar Ana histeris.
Betapa terkejutnya Fauzi yang baru saja tiba tetapi ia sudah mendengar semua pernyataan dari kedua gadis yang ada dihadapannya.
Ana dan Andin yang melihat sosok Fauzi dengan tatapan tajam dan ingin meluapkan semua amarahnya itu pun langsung terdiam.
"Gue nggak habis fikir sama kalian berdua, apalagi lo An, dulu lo bilang kalo Andin nggak suka sana gue, makanya gue sama elo tapi apa yang di bilang Andin bener Lo itu MUNAFIK" ucap Fauzi yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya "Mulai hari ini gue nggak mau liat muka lo lagi gue muak, dan mulai hari ini kita putus"
" Nggak-nggak kita nggak boleh putus aku minta maaf sama kamu aku nggak mau putus dari kamu" ucap Ana memohon.
" Nasi udah jadi bubur dan gue udah tau kenyataannya dan keputusan gue udah bulat, kita putus." jawab Fauzi tegas.
"Ok kalo kamu mau kita putus mending aku mati aja" Ana berlari ketepi rooftop dan berdiri di pembatas yang tingginya hanya 40 cm.
"Ana.....jangan main-main kamu bahaya" teriak Andin khawatir.
"Gue bakalan turun kalau Fauzi nrima gue lagi" ucap Ana mengancam.
"Lo jangan gila an itu bahaya...... Fa lo jangan diem aja gue nggak mau terjadi apa-apa sama dia, walaupun gue kecewa berat sama dia tapi dia tetep sahabat gue" ucap Andin khawatir.
Fauzi terdiam ia mencerna perkataan Andin dan akhirnya ia menerima Ana kembali, Ana yang mendengar perkataan Fauzi segera turun tetapi ia salah melangkah dan membuatnya tergelincir untung ada Andin yang langsung memegang tangannya .
"Lo pegang erat tangan gue An" ucap Andin menahan Ana agar tidak jatuh.
"Lo pikir gue percaya sama kalian ha? kalo gue selamat Fauzi nggak bakal balikan lagi ama gue Din"
"An lo salah dia pasti balik sama lo"
"Nggak itu nggak mungkin, kalo gue nggak bisa dapetin dia lo juga nggak bisa dapetin dia"
"Maksud lo apa An"
Fauzi mendengar apa perkataan Ana dan ia pun pendekat Andin untuk membantunya menolong Ana tetapi ia terlambat Ana menarik Andin
"Maksud gue kita bakal mati bareng di sini .........Aaaaaaa" kata Ana mereka berdua jatuh dari rooftop.
__ADS_1
Flash Back Of