S'SMK

S'SMK
~Pernikahan~


__ADS_3

Waktu kurang lebih seminggu untuk bersama Diah mereka masih belum percaya dengan semua ini. Mereka masih ingin menghabiskan waktu bersama Diah lebih lama lagi. Tapi apa yang bisa mereka lakukan....


Selama beberapa hari ini sepulang sekolah mereka bertiga menyempat kan waktu untuk sekedar bercerita pada Diah. Kadang mereka juga menginap disana. Dan malam ini malam terakhir mereka bersama karena besok sehabis akad Diah dan Daniel langsung terbang ke Surabaya.


"Gilak y waktu cepet banget kayaknya baru kemaren gue kenal lo eh besok udah jadi Istri orang lo" Viara memulai aksinya agar malam ini tidak ada tangisan ia lelah setiap hari menangis karena akan ditinggal salah satu sahabatnya.


" Yaelah baperan lo, kemaren kemana aja lo pas gue minta temenin lo nya malah pergi sekarang gantian" Diah menyindir Viara dengan guyonannya.


Tak lama Ayu dan Zahra datang mereka membawa banyak belanjaan di kedua tangannya belanjaan itu bukan milik Ayu dan Zahra tetapi milik Diah ia meminta Ayu dan Zahra membantu membeli perlengkapan persiapan pernikahannya besok karena ada beberapa yang belum terbeli.


Bruuuk...... Ayu melemparkan belanjaannya kedepan Diah " Capek gue" langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur kingsize Diah.


" Idih lo sama sahabat sendiri peritungan amat nggak kasian sama gue gue kan nggak boleh kecapean" Ucap Diah manja.


" Bukannya gitu, gue ikhlas bantu lo Bumil, sensitif amat lo". jawab Ayu yang masih menengelamkan wajahnya dibalik bantal.


"Iya Zahra aja baik-baik aja tu nggak ngeluh kayak lo" timpal Viara.


Ayu membuka wajahnya" Ya ia dia baik-baik aja orang dia ikut cuma yang terakhir tadi sedangkan gue? gue dari pagi sampe sekarang bolak-balik 13 kali bayangin sampe mbak-mbaknya hapal muka gue, bayangin....."


" Bagus dong lo jadi terkenal" Diah mengecek belanjaan yang dibeli oleh Ayu tadi.


"Lagian lo Diy blanja apa aja coba sampe ni anak bolak-balik 13 kali." Viara mendekati Diah ia ingin tau apa yang dibelanjakan sahabatnya sedari pagi.

__ADS_1


"Nii buat lo bertiga" Diah menyodorkan tiga paperbag besar kepada ketiganya.


"Sory kalo warnanya lo berdua kurang suka gue cuma nurutin Bu Mil biar nggak balik lagi ke toko" Celetuk Ayu yang sudah tak bisa menahan kantuknya itu.


"Yaampun Diy kamu nggak usah beliin kita kayak gini" Zahra mulai berkomentar.


"Nggak papa gue mau kalian juga tampil cantik besok di pernikahan gue, yaudah udah malem yuk tidur" ucap Diah menutup pembicaraan mereka pada malam itu.


Pagi-pagi sekali mereka sudah bersiap Diah sangat cantik memakai kebaya warna putih lengkap dengan hijab dan mahkota berlian di sandingkan dengan rangkaian bunga melati menjulur kepundak hingga sampai ke perut menambah kecantikannya.


Ketiga sahabatnya memakai Gamis berhiaskan brokat berwarna abu silver dengan hijab yang senada membuat tiga gadis itu terlihat anggun.


"Wah cantik-cantik sekali putri ayah" celetuk Pak Burhan. "Kamu sudah siap sayang?"


"Ia yah Diah siap" Diah meneluk ayahnya.


Pak Burhan turun terlebih dahulu tinggalah empat gadis cantik dan mempesona itu sebelum turun Zahra memperingatkan Diah untuk berdoa terlebih dahulu. Mereka berempat mulai menuruni anak tangga semua tatapan tamu undangan menuju ke arah empat gadis cantik itu. Tak terkecuali empat pemuda yang duduk berdampingan yaitu Daniel,Dimas, Andree dan Fauzi.


"Gilak broo mereka cantik-cantik banget apalagi Diah Masyaallah ck,ck,ck" celetuk Dimas.


Daniel yang ada di samping Dimas melemas pecinya dan mengarahkannya kewajah Dimas " jangan main-nain tu calon bini gue inget".


"Yaelah sensi amat lo" Dimas mengusap wajahnya yang kena tamparan peci tadi.

__ADS_1


"Gilak Fa jarang-jarang gue liat mereka berempat tampil kek gini kecuali Zahra" Andree mulai membuka mulutnya yang masih menatap keempat gadis cantik itu turun dari tangga.


"Yaelah Zahra kan emang tampilannya begitu tiap hari," Fauzi menjawab dengan nada santainya.


Pada Akhirnya mereka berempat sudah sampai dibawah Diah langsung menuju meja pelaminannya yang disana sudah ada Daniel, akad nikah berjalan dengan lancar,Diah mencium tangan Daniel dan Daniel mengecup kening Diah.Pernikahan ini memang dilangsungkan dengan sederhana, hanya mengundang kerabat dan teman-teman terdekatnya. Sesuai perjanjian awal Diah dan Daniel selesai akad langsung terbang ke Surabaya mereka tak menunda waktu agar tidak ketinggalan pesawat.


"Vii,Zah, Ay gue pamit ya.... hiks doain gue jadi istri yang baik dan ibu yang baik buat anak gue nanti".


"Itu pasti, jangan lupa jaga kesehatan jangan sering telat makan lo sekarang harus mikirin kesehatan anak lo" Viara menahan air matanya.


" Kamu disana jangan lupa hubungin kita nangi kalo kita libur semesteran pasti jengukin kamu disana" Zahra menguatkan.


" Ay lo nggak ngicapin apa gitu buat gue" Diah yang merasa Ayu sedari tadi diam tak berkata apapun.


Ayu hanya tersenyum ia berjongkok didepan perut Diah sontak semua orang heran atas perilakunya itu. " Dedek bayi nanti kalo Ibu kamu sama ayah kamu berbuat nakal kamu tendang ibu ya" Ayu mengelus perut Diah yang masih rata.


Semua orang yang sedang menanis seketika tertawa mendengar parnyataan Ayu yang mereka anggap lucu. Diah langsunh menjitak kepala Ayu, ia langsung memeluk Ayu


"Makasih lo udah belain gue selama ini" tangis Diah sudah berhenti saat Ayu mengelus perutnya tadi.


" Iya yaudah Daniel udah nungguin tu"


Diah melepaskan pelukannya ia berpamitan kepada semua orang tak lupa kepada Dimas, Andree, dan Fauzi Diah meminta tolong untuk menjaga ketiga sahabatnya itu.

__ADS_1


Ketiga pemuda itu hanya mengangguk......


Bersambung.......


__ADS_2