
Ponsel Farel terus berbunyi membuat nya menepikan mobil untuk mengangkat.
"Hallo"
"Mas, lelaki brengsek kamu, lelaki tidak tau diri,aku sudah memberikan apa mau mu dan sekarang kau malah berselingkuh dari ku,apa kurang bagi mu aku dan Mita" maki Jihan kesal
"Ji,, apa-apa an kamu,siapa yang berselingkuh"
"Tidak usah mengelak lagi mas,aku kecewa pada mu"
"ji......Jihan" panggil Farel saat Jihan menutup panggilan nya
Farel memukul stir mobil nya,kenapa istri nya dan Mita bisa berpikir demikian,dan siapa yang mengirimkan foto nya bersama Winda.
"Aaggggg... brengsek..... lelaki bejat"marah Jihan sambil melemparkan Ponsel ke sofa,dia menarik rambut nya kesal karena Farel sudah berani bermain api dari nya.
Mita menangis di dalam kamar, perasaan nya saat ini kecewa, ntah Kenapa hati nya mengatakan kalau Farel memang berselingkuh dari nya tapi dia tak memiliki bukti apalagi ibu Winda sendiri tadi mengatakan kalau Winda benar-benar mabuk karena frustasi, tiba-tiba Mita memiliki ide untuk menghubungi kan teman kantor Farel yang lain.
"Hallo Din"
"Iya kenapa bu?" tanya Dina yang juga teman sekantor Farel dan Mita kenal.
Memang Mita sudah mengenal beberapa karyawan kantor Farel karena dulu sering di ada kan acara saat masih di pimpin oleh pak Alexander,tapi sejak di ambil alih oleh anak lelakinya tidak pernah lagi di adakan acara bersama.
"Apa benar tadi ada acara kumpul bersama?" tanya Mita pelan,dia sedikit malu
"Benar bu,apa pak Farel tidak memberitahu pada ibu?" tanya balik Dina
__ADS_1
"Ada,hanya saja ada sedikit masalah tapi sudah di selesaikan"jawab Mita
"Apa masalah Winda bu?" tebak Dina dan di jawab deheman oleh Mita dari sebrang sana
"Tadi memang pak Farel yang mengantarkan Winda pulang Bu karena Winda mabuk berat,pak Farel kasihan pada nya" jawab Dina jujur membuat Mita semakin merasa bersalah
"Terimakasih Din" ucap Mita menutup ponselnya
Mita menghapus air mata nya, rasa nya memang terlalu berlebihan jika menuduh suaminya sembarang tapi Mita berusaha menghubungi Farel tidak ada jawaban,Mita memutuskan untuk ke rumah Jihan,dia ingin bercerita dan meminta pendapat sahabat nya itu.
****
"Ji...dia hanya rekan kantor ku,dia mabuk dan aku berusaha membantu nya" ujar Farel membela diri
"Jika memang dia hanya rekan kerja mu kenal kan aku pada nya" pinta Jihan
"Persetan dengan itu aku mau kejelasan" bentak Jihan
"Ji jangan egois"
Tiba-tiba pintu bel berbunyi dan Jihan segera berjalan kearah pintu tapi tubuh Jihan kaku seketika melihat Mita yang berdiri di hadapan nya,dia gugup karena takut Mita mengetahui peselingkuh nya.
"Mit.....ad-a apa?"tanya Jihan
"Aku.....aku ingin-"
"Mas....."ucap Mita saat melihat Farel ada di ruang tamu Jihan
__ADS_1
"Mit?? kamu kenapa kemari?"
"Seharusnya aku yang bertanya Mas, kenapa kamu di sini? kamu meninggalkan rumah marah pada ku dan sekarang kamu di sini" bentak Mita
"Mit,,jangan salah paham dulu,Mas Farel kemarin karena ingin meminta ku membujuk mu" potong Jihan
"Ya kan mas"lanjut Jihan menatap Farel
"Percuma Ji,dia keras kepala... bagaimana pun kamu menjelaskan nya dia tidak akan percaya" ucap Farel
"Mit,,Mas Farel datang karena ingin aku membujuk mu, tidak ada yang lain Mit"
Farel segera melenggang pergi, seolah-olah merajuk pada Mita.
"Ji...kepala ku pusing"
"Duduk dulu Mit,aku ambilkan minum "Jihan segera berjalan ke dapur untuk mengambil kan minum
"Minum dulu Mit,agar sedikit tenang"
Mita meminum airnya hingga tandas, dan dia sedikit lebih tenang saat ini
"Tadi Mas Farel bilang kamu marah pada nya dan dia meminta ku untuk membujuk mu tapi kamu keburu datang"jelas Jihan
"Maaf Ji, mungkin karena aku terlalu banyak pekerjaan membuat ku tak bisa berpikir jernih"aku Mita
"Aku salah Ji"
__ADS_1
Mita memeluk tubuh sahabat nya ini sedangkan Jihan mengusap lembut punggung Mita sambil tersenyum licik.