Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
muntah


__ADS_3

Dua bulan berlalu hubungan Mita dan Gio semakin mesra,Gio selalu mementingkan Mita membuat Mita merasa di hargai sebagai seorang istri.


"Seperti nya kita butuh bulan madu sayang" ujar Gio saat mereka hendak tidur karena kelelahan dengan aktivitas nya.


"Tidak perlu,, kasihan mama di rumah tidak ada teman nya"Sahut Mita mulai memejamkan matanya


Ntah kenapa justru Gio yang tidak bisa menjauh dari Mita saat ini,Gio ingin selalu merasa di butuhkan oleh istri nya ini.


"Sayang,,, kamu masih ingat dengan perempuan yang pernah aku bawa dulu saat pesta ulang tahun mama Akmal?" tanya Gio sambil mengeratkan pelukannya


"Hmmmm....Angel bukan!! bagaimana mungkin aku bisa lupa secara dia pernah memarahiku karena menumpahkan minuman di jas mu"jawab Mita membuka kembali mata nya


"Dia meninggal"


"Yang benar kamu io.... bagaimana mungkin dia bisa meninggal setelah sudah lama tidak mendengar kabar nya"


"Dia depresi dan bunuh diri" ucap Gio pelan


"Sebenar nya itu balasan untuk orang jahat seperti nya sayang,dulu dia dan papa nya pernah ingin menjebak ku, untungnya mama kamu selamat kam kalau saja semua yang dia jalan kan mulus mungkin aku sudah menikah dengan Angel saat ini" cerita Gio

__ADS_1


"Dan tidak akan pernah tidur membekap ku seperti ini" sahut Mita membuat Gio menarik sudut bibirnya kecil


"Hmmmm....bukan nya aku pernah berkata dari awal pertemuan kita aku sudah tertarik pada mu hanya saat itu aku masih menjaga perasaan Angel"


"Tapi kenapa bisa memutuskan menikah dengan ku,apa hanya karena mama?"


"Tidak...aku benar-benar menginginkan kamu yang menjadi istri ku,coba kamu pikirkan permainan Takdir mempertemukan kita hampir dengan cara yang sama, bertabrakan"


Mita mencoba mengingat pertemuan pertama, kedua dan seterusnya iya dengan cara yang sama, tidak di sangka saat ini Gio menjadi iman untuk dirinya.


"Aku lelah " ucap Mita


"Pejam kan mata mu aku akan di sini menjaga dirimu " Gio mencium kening Mita sekilas lalu mengusap lembut pipi nya, melihat wajah teduh Mita saat tertidur membuat Gio nyaman, perempuan ini memberikan aura positif untuk dirinya.


"Huek.....huek....."


"Kamu kenapa sayang?" tanya Gio,Dia terlihat khawatir saat mendengar suara dari dalam kamar mandi.


"Perut ku mual, mungkin karena semalam tidur tidak mengenakkan pakaian, AC nya terlalu dingin "Jawab Mita pelan

__ADS_1


"Kita berobat saja ya" ajak Gio dan di jawab gelengan oleh Mita


"Aku mau air jahe hangat saja,hari ini aku tidak ke butik kepala ku sedikit pusing"


"Iya di rumah saja"


Gio segera keluar dari kamar,dia mempercepat langkahnya agar segera tiba di dapur


"Kenapa io?? tanya Buk Ratih yang melihat Gio sedikit panik


"Mita sakit ma"


"Sakit??sakit apa?" tanya Bu Ratih ikut khawatir


"Dari tadi muntah-muntah,kata nya masuk angin, minta tolong buatkan air jahe hangat ma pada bibi,aku temani Mita dulu" ujar Gio


Bu Ratih terdiam sejenak mencerna ucapan Gio.


"Muntah-muntah,masuk angin" gumam nya pelan

__ADS_1


"Bik, tolong buatkan Mita sarapan lalu air jahe hangat ya, langsung di antar ke kamar nya" perintah bu Ratih


Bu Ratih segera menyusul Gio,dia ingin melihat langsung keadaan Mita saat ini, tidak biasanya menantunya ini masuk angin.


__ADS_2