Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
hamil


__ADS_3

"Ji....lain kali jangan begini,aku tak bisa terus-terusan mencari alasan pada Mita untuk keluar malam, bagaimana jika Mita semakin curiga dan membuntuti ku"


"Mas,jika kita sedang berdua lupakan Mita,hargai aku mas meskipun aku hanya kekasih gelap mu" kesal Jihan


"Ji-"


"Mas... please"


"Oke.....fine,apa mau mu?" tanya Farel menghela nafas kasar


Mita tersenyum kecil,dia mendekati Farel dan memeluk tubuh nya lalu berbisik " aku hamil mas..."


Tubuh Farel menegang seketika,kenapa Jihan bisa hamil, seingat Farel selama ini mereka bermain dengan pengaman.


"Jangan bohong Ji"


"Mas,ini nyata" Jihan meletakkan tespek dengan garis dua di tangan Farel


"Dia bukan anak ku" ucap Farel menggeleng sambil melempar hasil tespek tersebut.


"Plak.....!" satu tamparan di layangkan Jihan


"Mas,aku bukan semurahan itu, setelah"


"Jangan mengada-ada Ji, merebut ku saja dari Mita kau sanggup,apa itu bukan murahan"

__ADS_1


"Sudah aku katakan aku mencintaimu mas,apa kurang yang selama ini aku berikan pada mu, bahkan Mita tak bisa memberikan anak untuk mu mas"


Farel tetap diam,dia tak bisa mengambil keputusan saat ini kepala nya berdeyut hebat.


Farel segera melangkah kan kaki nya untuk pergi.


"Mas,jika kamu keluar dari rumah ini aku akan menghubungi Mita dan mengatakan nya sekarang"ancam Jihan


"Katakan..... katakan saja, toh pada akhirnya kamu akan mengatakan nya bukan" jawab Farel acuh, dia tetap pergi meninggalkan Jihan yang menatapnya kesal.


Jihan meremas tangan nya kesal, Farel tak mempan lagi dengan ancaman nya.


****


Sudah pukul 02:00 malam tapi Farel tak kunjung datang,dia semakin khawatir.


Farel meremas gelas anggur,sudah tak terhitung berapa gelas yang dia habiskan,kepala Farel semakin pusing bagaimana dia menghadapi Mita nanti jika istri nya itu tau kalau Jihan hamil anak nya, untuk menggugurkan kandungan Jihan tidak akan mungkin karena ibu nya sudah lama menginginkan cucu.


"Argggg"kesal Farel melempar kan satu gelas tersebut membuat pihak keamanan Club mendekat dan mengaman kan nya.


Farel di bawa keluar dan berbaring di dalam mobil.


****


"Mas, angkat" ucap Mita yang dari tadi menghubungi Farel tapi tak ada jawaban membuat nya semakin cemas

__ADS_1


"Apa sebegitu mendesak nya urusan kantor mu mas sampai selarut ini kamu tidak pulang"ujar Mita lagi.


Seperti biasa Mita turun kelantai bawah, kepalanya sedikit pusing karena suami nya belum juga pulang.


Mita mondar-mandir sendiri tapi tak kunjung ada tanda-tanda kepulangan suaminya.


"Kak,,kenapa?" tanya Via yang ikut keluar kamar


"Kenapa keluar Vi?" tanya balik Mita


"Panas....! kakak kenapa? apa mas Farel tidak pulang" tebak Via


"Kamu tau Vi?" tanya Mita dan di jawab gelengan oleh Via cepat


"Aku haus kak,mau minum" jawab Via berjalan kearah dapur.


Via memerhatikan kakak nya terus mondar-mandir membuat nya ikut merasakan kasihan.


"Kak,coba keluar siapa tau Mas Farel ada di luar" ucap Via membuat Mita mengerutkan keningnya


"Kenapa mas mu di luar? apa dia lebih betah di luar dari pada di dalam"


"Siapa tau" jawab Via santai Lalu masuk kembali kedalam kamar


Mita melirik kearah pintu luar,tapi dia sedikit takut karena hari sudah larut akhirnya Mita memutuskan kembali ke kamar, meskipun hati nya masih mengganjal.

__ADS_1


__ADS_2