Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
Sedih


__ADS_3

"Katakan di mana Mita saat ini Vi,mas benar-benar menyesal,mas akan menebus semua perbuatan mas pada Mita" Aku Farel


"Mas, keputusan kak Mita sudah bulat untuk bercerai dari Mas Farel,lagi pula saat ini mas Farel punya kak Jihan dan kak Jihan sedang hamil anak mas Farel urus saja perempuan itu mas,jangan lagi mencari kak Mita" ketus Via,dia juga kesal karena Farel mengkhianati kakak nya.


"Tapi mas perlu bicara Vi dengan kakak mu,kami masih ada yang perlu di selesaikan"


"Tidak ada lagi yang perlu di bicarakan mas, keputusan kak Mita sudah bulat untuk bercerai dari mas" tegas Via membuat Farel bertambah marah.


Farel mencengkeram tangan Via, memaksa perempuan itu mengatakan di mana keberadaan Mita saat ini karena hati nya masih belum mau bercerai dari Mita.


Via menjerit karena kesakitan membuat semua karyawan lain mendengar dan ingin membantu Via tapi malah di ancam oleh Farel.


"Lepas" pekik Akmal segera berlari mendekat dan mendorong tubuh Farel hingga terjatuh.


Akmal menarik Via dan mengusap lengan nya yang terlihat memerah oleh ulah Farel.

__ADS_1


"Mas sakit" rengek Via mengadu


"Kau pengecut,Via perempuan apa kau tak punya hati menyakiti perempuan hanya karena melepaskan keegoisan mu,cukup sudah Mita yang kau sakiti" kesal Akmal


"Apa urusanmu? apa kau keluarga Via,atau kah kau penggemar istri ku hingga mati-matian membela nya" sindir Farel membuat Akmal terdiam,memang benar selama ini dia menjadi penggemar berat Mita, sedangkan Mita sama sekali tak menganggap nya.


"Dia-di-a calon kak-"


"Ya aku calon suami Via,jadi Via dan Mita adalah tanggung jawab ku, apalagi setelah Mita melayangkan gugatan perceraian dengan lelaki seperti mu" potong Akmal membuat Via tercengang, perkataan Akmal membuat Via tak mampu berkata apa-apa lagi,andai saja semua nya benar pasti Via akan bahagia tapi Via tau kalau saat ini Akmal hanya mencari alasan saja untuk bisa membela dirinya dan Mita.


"Maaf jika aku berbicara demikian,aku-"


"Tidak masalah mas,aku tau itu semua hanya untuk membela ku saja, terimakasih mas sudah membantu ku" ucap Via memotong pembicaraan Akmal,Via sadar diri kalau dia tak akan pernah bisa merebut hati Akmal dari kakak nya


"kamu tidak apa-apa?" tanya Akmal

__ADS_1


"Hanya sakit sedikit,tapi tidak masalah aku bisa mengatasi nya mas,nanti juga hilang, seperti nya mas pulang saja, karena aku harus menghubungi kak Mita"


"Yakin kamu tidak apa-apa?" tanya Akmal sedikit khawatir


"Hmmm..... tidak masalah mas"


"Baiklah kalau begitu mas pulang dulu, sampai kan salam mas untuk Mita, katakan pada nya segera selesai kan urusan nya dan Farel agar lelaki itu tidak datang lagi mengganggu mu" ucap Akmal dan di anggukki Via patuh


Akmal akhirnya pergi,niat hati nya tadi ingin meminta Via untuk menunjukkan keberadaan Mita tapi sepertinya nya situasi nya tidak memungkinkan.


Air mata Via mengalir begitu saja, hatinya sakit melihat lelaki yang dia cintai begitu perhatian pada kakak nya.


"Apa setelah mas Farel dan kak Mita bercerai kamu akan segera melamar kak Mita mas" gumam Via pelan, mungkin saja lelaki itu akan menjadi kakak ipar nya setelah Farel.


Via menghela nafas panjang, mungkin saja dia akan melihat kemesraan Akmal dan kakak nya setiap hari nanti.

__ADS_1


__ADS_2