
"Berikan saja Gio bicara pada mama nya pa, agar dia segera mentransfer uang untuk papa dan kembali kan mama Gio agar aku bisa segera menikah,sudah terlalu banyak aku mengulur waktu untuk ini" kesal Angel karena papa nya malah mempersulit Gio
"Ngel,, bukan nya papa tidak mau memberikan Gio berbicara pada mama nya tapi saat ini mama Gio kabur" jelas Piter membuat Angel membelalakkan matanya
"Kabur!!!!! kenapa bisa kabur pa,lalu di mana tua bangka itu saat ini?"
"Kalau papa tau sudah pasti anak buah papa yang menangkap nya,papa juga tidak tau di mana keberadaan nya, menyusahkan saja! papa takut dia di selamat kan warga sekitar tapi jika dia sudah mati tidak masalah karena Gio berpikir mama nya masih ada di tangan papa"
"Pa,aku berharap dia mati agar aku dan Gio menikah segera tanpa halangan"
"Jangan bodoh ngel,papa butuh uang saat ini, bujuk Gio segera mentransfer uang nya setelah itu terserah apa yang terjadi!"
"Ngel siapa yang mati?" tanya Gio baru datang membuat Angel gugup dia segera menutup ponselnya takut jika Gio sudah mendengar semua percakapan nya
__ADS_1
"Itu sa-yang,mati...itu,,tikus di rumah papa terlalu banyak hingga dia mengeluh"
Gio mengerutkan keningnya apa hubungannya dengan tikus, wajah Angel terlihat tidak seperti biasanya dia sangat gugup membuat Gio semakin curiga pada calon istri nya ini.
****
"Mas, setidaknya kamu harus menerima ku mas bukan nya dulu kamu welcome pada ku, meskipun aku hanya sekedar selingkuh mu tapi kenapa sekarang kamu makin menjauh mas" ujar Jihan kesal
"Tapi aku tak berniat bercerai dari Mita meskipun aku berselingkuh dengan mu aku hanya mau kau jadi selingkuhan ku bukan istri"tegas Farel
"Ini juga kemauan Mita mas,bukan aku! Mita yang tidak mau di madu,jadi wajar dia yang mengalah dengan hubungan ini" bentak Jihan dia sudah tidak tahan dengan sikap Farel yang makin hari makin cuek pada nya,dia seakan tak di anggap ada oleh Farel.
"Aku yang bodoh, bisa-bisa nya aku tergoda dengan wanita seperti mu, padahal aku mencintai Mita"tunjuk Farel
__ADS_1
"Mas.....cukup kamu membentak ku mas,cukup! aku begini karena kamu mas,kamu yang membuat ku jadi begini, setelah kamu meniduri ku tapi kamu seakan tak berdosa dan aku lah yang harus menanggung semua ini,jika memang kamu tak menginginkan anak ini lebih baik aku gugur kan saja" ancam Jihan
"Terserah mau mu apa,aku tidak peduli "jawab Farel menanggapi ancaman Jihan,dia sudah tak mau tau lagi tentang Jihan bahkan jika anak itu di gugur kan pun dia tidak masalah toh hanya mama nya yang menginginkan kehadiran anak itu bukan dia.
"Memang kamu penyebab semua ini,kamu" tunjuk Farel kasar lalu pergi meninggalkan Jihan sendiri membuat perempuan itu menangis,apa ini karma yang harus dia dapati karena merebut suami sahabat nya sendiri,kenapa Farel berubah drastis tidak seperti dulu.
"Ji.. kenapa lagi kalian?" tanya Mama Farel yang baru datang
"Mas Farel ma,dia selalu marah-marah padaku,dia tak menginginkan anak ini ma,lebih baik aku mati saja ma" isak Jihan memeluk tubuh sang mertua
"Kenapa Farel tiba-tiba marah?"
"Aku hanya bertanya ma, semalam dia tidak pulang,aku ingin tau dia di mana? apa dia kembali bersama Mita? aku sedang hamil butuh perhatian seorang suami ma,apa aku salah?"
__ADS_1
"Tidak mungkin dia bersama Mita, mereka sudah resmi bercerai, bukan nya kamu tau sendiri kalau Mita sudah memiliki kekasih jadi tidak mungkin dia kembali pada Farel,kamu sedang hamil Ji,jangan berpikiran macam-macam, tidak baik terus menangis"ucap Sang Mertua menenangkan Jihan.