Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
batal


__ADS_3

"Saya-ng ini tidak seperti yang kamu lihat, aku...a-ku hanya"


Gio mengangkat tangan memberikan isyarat agar Angel diam.


"Tidak perlu memberikan penjelasan apapun,bekas di leher mu sudah memberikan jawaban dengan apa yang sudah terjadi semalam" potong Gio membuat Angel terdiam,Angel meraba kearah leher nya dan menatap lelaki yang menidurinya semalam,hati nya saat ini benar-benar hancur karena Gio lelaki yang dia cintai melihat nya bersama lelaki lain, bagaimana ini bisa terjadi? apakah Piter yang sudah menjebak nya,apa mau papa nya ini pikir Angel


"Aku kemari hanya ingin mengatakan kalau pernikahan kita di batalkan dan tidak akan pernah terjadi pernikahan " ujar Gio dengan tatapan jijik pada Angel


"Sayang....kamu jangan bercanda, semua sudah hampir selesai,aku tidak terima dengan keputusan sepihak begini,aku bisa jelaskan semua ini sayang,ini hanya kesalahpahaman saja"ucap Angel membela diri


"Hey kamu....cepat katakan pada kekasih ku siapa kamu sebenarnya,apa maksud mu datang ke kamar ku" tunjuk Angel dengan tatapan tajam sedangkan yang di tunjuk hanya diam saja tanpa sepatah kata pun.


"Itu urusan mu bukan urusan ku,bukan nya kamu sudah memberi kan diri mu pada lelaki ini, mulai detik ini kita tak memiliki hubungan apa-apa lagi" tegas Gio lalu pergi meninggalkan Angel


"Gio.....io....." pekik Angel kesal tapi tak di hiraukan oleh Gio,dia terus melanjutkan langkahnya tanpa menoleh kebelakang


"Brengsek kamu..... siapa kamu sebenarnya...!" raung Angel sambil menangis histeris, tubuh nya merosot ke lantai dengan tangisan mengisak,dia tak bisa membayangkan berpisah dari Gio karena selama ini dia cukup bahagia bersama Gio.

__ADS_1


****


"Apa Kakak tidak salah dengar Vi?" tanya Mita penasaran


"Hmmm...mas Akmal sudah melamar ku kak" jawab Via tersenyum bangga sambil memperlihatkan cincin di jari manis nya.


"Wah..... selamat ya dek, akhirnya perjuangan mu tidak sia-sia"


"Bagaimana bu?" tanya Via


Bu Hani menatap Mita sejenak lalu menghela nafas panjang


"Ibu hanya khawatir " jawab perempuan setengah abad ini


"Khawatir dengan ku?? jika ia aku tidak apa-apa bu"


"Lalu bagaimana dengan mu nak?" tanya Bu Hani lagi bagaimana pun dia juga harus memikirkan nasib Mita anak sulung nya ini

__ADS_1


"Aku tidak masalah bu,benar....aku baik-baik saja dan jika memang sudah ada jodoh yang tepat aku pasti akan menyusul Via" jawab Mita tersenyum manis sambil memeluk perempuan tua ini


"Ibu selalu berharap kalian bahagia nak,ibu selalu berdo'a untuk kebahagiaan kalian"ucap Bu Hani memeluk kedua putrinya ini.


*****


"Mama.......!!" pekik Gio saat melihat sang mama sudah berada di meja makan tengah menyiapkan makan siang papa nya.


Bu Ratih tersenyum manis menatap sang putra kesayangannya ini, beberapa pekan tak bertemu membuat ibu dan anak ini saling rindu,Gio segera memeluk tubuh Bu Ratih erat dan mencium kening nya beberapa kali,dia tak menyangka ibu nya bisa kembali berkumpul bersama dalam keadaan sehat,Mita sungguh perempuan berhati malaikat,dia mampu mengembalikan mama nya tanpa kekurangan satu apapun seperti janji nya.


"Aku kangen mama"ujar Gio pelan


"Mama juga sayang,kangen kamu...papa dan rumah,tapi mama di sana juga bahagia,Mita sangat menjaga mama"


"Aku harus mengucapkan terima kasih pada Mita ma"


"Harus.....dia perempuan hebat"

__ADS_1


Gio mengangguk setuju dengan ucapan mama nya.


__ADS_2