Sahabat Ku Musuhku

Sahabat Ku Musuhku
menenangkan diri


__ADS_3

"Cerai? Kamu serius?" tanya Hani,ibu Mita dengan mimik muka tidak percaya. Dia memandang Mita lekat,tak pernah anak perempuan nya ini dia dengar bertengkar tapi kenapa tiba-tiba sekarang bercerai


"Ya bu" jawab Mita pelan,dia sengaja datang dari kota sebelah untuk meminta pendapat ibu nya.


"Sudah kamu pikirkan masak-masak nak,ibu tidak bisa terlalu dalam mencampuri urusan rumah tangga mu, karena kamu yang menjalani nya selama ini."


"Hu um. Ini sudah keputusan finalku bu. Aku menyerah dengan cinta yang kuperjuangkan selama ini, mungkin jodoh kami sampai di sini bu"


Rasanya sangat sakit mengucapkan kalimat itu. Namun Mita memang butuh teman berbagi, agar beban dan luka di dadanya ini terasa berkurang.


"Apa anak pemicu perceraian kalian?" tanya Bu Hani


Mita menggeleng pelan,dia masih berprinsip teguh untuk tidak menceritakan aib Farel karena mereka menikah secara baik-baik dan berakhir pun harus baik-baik meskipun hati nya terluka dia berusaha sebisa mungkin menutupi nya.


Mita menggenggam erat tangan ibu nya,air mata terus mengalir.


"Sabar, Nak"


Mita tersenyum getir dengan nasib nya saat ini.


"Apa mertuamu sudah tahu?"


"Sebelumnya aku sudah menemui Beliau bu tapi beliau tidak bisa berkata apa-apa,jika keputusan kami sudah bulat dia mengikut saja"

__ADS_1


"Farel sendiri bagaimana?"


"Masih diam."


Mita mengalihkan pandangan nya pada mentari di ujung barat. Sinarnya mulai meredup di antara gumpalan mega-mega putih.


"Via bagaimana?"


"Saat ini aku dan dia tinggal di ruko ku bu,Via yang mengurus butik,aku ingin istirahat sejenak dari hiruk pikuk perkotaan" jawab Mita menghela nafas panjang


Orang tua Mita kaget mendengar keputusan anak pertama nya ini Sebab orang-orang di luar melihat mereka hidup dengan harmonis. Mereka mana tahu, apa yang sesungguhnya terjadi di istana mereka,


Selama ini Mita sudah berusaha semampunya menjadi istri yang berbakti untuk Farel, Melayani dengan paripurna, tapi pengkhianat tetap saja merongrongnya hingga dia harus mengalah.


"Mit," panggilan Bu Hani membuyarkan lamunan Mita.


Mita menarik napas panjang, melihat jam tangan.


"Kamu menginap di sini bukan?" tanya Bi Hani dan di Jawab anggukan oleh Mita


"Sudah mengabari Via?"


"Sudah bu,tadi aku sudah bilang kalau untuk sementara waktu dia yang handel semua pekerjaan ku,aku harus fokus mengurus perceraian, Via juga sudah pintar bu,dia bisa di andalkan" jawab Mita sambil berdiri dan masuk kedalam rumah sederhana yang memberikan banyak kasih sayang untuk nya.di rumah ini Farel datang melamar nya tepat di sudut ruang tamu minimalis itu Farel menyematkan cincin di jari manis Mita membuat perempuan cantik ini lagi-lagi menitikkan air mata .

__ADS_1


"Ayo...ibu antar ke kamar,,,sabar" ucap Bu Hani sambil menuntun Mita dan mengusap lengan anak perempuan nya ini.


Mita melangkah cepat masuk ke dalam kamar.


"Jangan menangis, jangan menangis, jangan menangis Mit,Berhenti untuk meratapi semuanya" Batin Mita mensugesti dirinya sendiri


****


"Kemana Mita Vi,kenapa ponsel nya tidak bisa di hubungi?" tanya Akmal karena dia melihat Farel dan Jihan jalan berdua,setau nya Jihan adalah sahabat Mita tapi kenapa berdua dengan Farel bahkan seperti pasangan suami istri.


"Kak Mita sedang ada urusan mas"jawab Via tak bersemangat, karena Akmal terus mengkhawatirkan Mita sedangkan dirinya sendiri menyukai Akmal


"Vi,,mas minta tolong jaga Mita, karena mas tidak bisa selalu di samping nya"


"Mas...tidak perlu mas berkata demikian itu sudah tugas Ku karena Kak Mita kakak kandung ku"jawab Via sedikit ketus


"Mas mencintai kakak mu Vi? mas sayang dengan Mita,mas tidak ingin Mita tersakiti" aku Akmal jujur tapi kejujuran Akmal membuat Via sakit,dia mencintai dua orang ini,Mita dan Akmal,apa dia harus merelakan Akmal untuk kakak nya sementara hatinya???


ataukah dia harus egois?


Via tak menjawab apapun ucapan Akmal, terlalu berat untuk mengatakan isi hatinya saat ini.


"Mas...pulang lah.kak Mita baik-baik saja" ujar Via

__ADS_1


__ADS_2